Rahael

Rahael
BAB 124 . MALAM PERTAMA


__ADS_3

Pesta Rayhan sudah selesai pukul satu siang tadi dua pasangan yang sudah halal kini mereka tak sungkan sungkan melakukan kemesraan di depan orang lain menarik Naya dari keramaian dan membawanya ke kamar dengan diam diam masih ada kerabat yang berkumpul namun tak menyurutkan niat Rayhan


" Bang ....masih siang saat Rayhan mulai mencium lembut bibir istrinya


" Dengan pautan yang menuntut membuat Naya kehabisan nafas dan sedikit mendorong tubuh Rayhan


" Bang ....sabar nanti malem ya ucap Naya


kini Rayhan sudah menarik tubuh Naya


" Ih....jangan gini aku ......


Terdengar ketukan di pintu sedikit keras membuat Rayhan melepaskan pelukannya


merapikan baju Naya yang sedikit berantakan dan membersihkan lipstik yang mulai memudar


Kembali terdengar ketukan di pintu "ya....sabar ucapnya sembari membuka pintu


" Di cari ibu tuh , gak sopan masih banyak tamu Ray ucap Rahan tanpa di rem


Naya langsung mencubit lengan suaminya


Rayhan hanya tersenyum sembari berjalan ke luar mengandeng Naya


Sanak saudara yang masih berkumpul tersenyum melihat kedatangan keduanya


satu persatu keluarga dari pihak Naya sudah mulai berpamitan


" Nganten baru , pelan pelan bukanya olok saudara Naya


Mendengar itu Rayhan hanya menggaruk kepalanya


" Yang sudah gak tahan ucap mereka serempak kini yang ada tinggal keluarga inti


" Rahael dengan perutnya yang mulai membesar menghampiri Rayhan


"Harus sabar Ray , ingat harus sesuai sunah ibu pulang dulu capek sembari mencium kedua anaknya , mungkin kakakmu dan adikkmu yang masih tinggal , bisa juga mereka menginap ucap ibu


" Waduh.....


" Kok aduh Ray ,takut ganggu kamu ucap ibu


Rayhan hanya tersenyum dan Naya tertunduk malu , toh tadi dia juga sudah merasakan serangan dadakan dari suaminya


" Sudah , ibu pulang dulu


Keadaan benar benar sepi dan hanya Kak Rahan dan twin Al yang ada sedang kak Ais masih dalam pondok karena bulan depan kak Rahan juga menyusul


Melihat saudaranya saling berbisik timbul rasa curiga di hatinya

__ADS_1


Sudah sana masuk ucap Rahan ganti baju masak mau pake itu terus


Benar juga sedetik kemudian ibu mertuannya memanggil , Ray ganti dulu baru duduk lagi


Sudah berada di kamar namun Naya tak ada , pihak mua sudah menunggu


Saat keluar kamar Rayhan masih saja mencari istrinya


Sedetik kemudian Naya muncul dengan berbagai jajanan , " kapan kakak pulang tanya Ray , " ih , suka suka aku Ray ya kan twin ucap Rahan


Awas kalau kami kamu tinggal ucap Rahan


Masih ada tetangga satu dua yang datang


tak terasa waktu sudah isya mas shalat dulu yuk ucap twin


Mendengar itu kak Rahan langsung memberikan sesuatu dari sakunya , nih titipan dari Ais , " maaf katanya gak bisa datang


" hm....mau buka segel sekarang kata Ais baca itu dulu ini dari aku ucap Rahan


" Kak , ini dari aku sebuah kotak besar entah apa isinya


" Sudah kami sekalian pulang , Nay mana tante ucap rahan


masuk kedalam sebentar kemudian kembali dengan sang ibu , tante kami pulang dulu sambil mencium tangannya , " kok gak nginep twin , Rahan


" Maunya tante tapi ngantennya merasa terganggu jawab Rahan


" Ayo twin pamit ucapnya lagi


Setelah Rahan pulang kini Ray masuk ke kamar membuka kado dari twin Al ada ada saja mereka dan kini membuka dari kakak mereka sesuatu yang tipis dan kecil dengan tulisan pake ini biar ibu lahiran dulu baru kamu yang punya baby , membaca itu mereka tertawa , " suka suka aku ucap Rayhan sembari mengecup dahi istrinya


" Bang buka dari kak Ais , hanya tertulis usahakan sesuai sunah dan wajib di baca


Rayhan dan Naya membaca dengan pelan


dan di akhir kata harus hapal doannya


Seketika Rayhan menatap Naya ,


" abang hafalin dulu Nay , mandi gih


Tak berapa lama , sudah wudhu Nay hanya anggukan yang di dapat , " abang mandi dulu Nay


Tak berapa lama Rayhan sudah keluar memakai baju rapi dan sudah menggelar sajadah Naya yang sudah menunggu ikut menggelar sajadah di belakangnya


Shalat sunnah Nay dua rakaat ucap Rayhan


Naya megangguk lagi

__ADS_1


Melakukan shalat sunah dua rakaat saat salam Rayhan berhenti sejenak untuk membaca doa dan kemudian mengulurkan tangannya ke Naya dan kembali Rayhan berdoa lagi dan sesudahnya mereka melipat sajadah dan mukenanya


Rayhan yang sudah membaringkan tubuhnya di ranjang melihat istrinya masih menyisir rambut , " Nay mau berapa lama ucapnya


Membaringkan tubuh di sisi suaminya ," kok jadi kaku ya Nay , Naya hanya diam saja


sini di rengkuhnya tubuh istrinya , " bolehkan sama sama belajar ya, ucap Rayhan


Melihat Naya mengangguk Rayhan langsung merapatkan rangkulannya mengecup lembut dahi istrinya kedua matanya dan turun kehidung dan kini sudah mulai turun kebibirnya mengecup dengan lembut menyesapnya perlahan dan memberi sentuhan sentuhan lembut di tubuh Naya


Tiba tiba Rayhan berhenti saat mengetauhi tubuh istrinya bergetar hebat , "Nay berhenti ya , ucap Rayhan karena kasihan mendengar itu Naya langsung menggeleng melihat itu Rayhan tersenyum mau di lanjut


Rayhan kembali mengulang dari awal tapi kini sesapan di bibir mereka bukan lagi lembut kini menuntut dan bernafsu


" Nay.....bolehkan , pelan ya bang takut sakit


serangan pertama belum berhasil hanya menyisakan sakit ngilu , hingga Rayhan mengulangi untuk yang kedua kalinya perlahan namun pasti akhinya Rayhan berhasil dengan teriakan dan cengkeraman Naya di punggung Rayhan


Setelah sukses Rayhan memandang istrinya kok nangis Nay , kini Rayhan jadi bingung


" sakit.....ucap Naya


" Maaf , Nay ucap Rayhan


"Tapi aku suka bang ,nakal kamu Nay


Abang sudah takut Nay


Sejenak mereka bertatapan , " terimakasih Nay kini sudah menyesap bibir istrinya sembari merangkul istrinya , berbagi selimut berdua tertidur hingga pagi menjelang


Sudah pukul sepuluh pagi tapi kemanten ini belum juga bangun hingga suara pintu di ketuk , Ray.....sembari terus mengetuk


Mendengar ada ketukan Rayhan segera bangun mencari bajunya dan merapikan baju Naya , berjalan sedikit sakit hingga di daun pintu


Saat pintu terbuka kini muncul wajah kakaknya , " ih....menganggu saja


Ini dari ibu buat Naya untuk berendam , tadi ku kasih ke tante katanya aku sendiri yang di suruh kesini


" Terimakasih kak , sana pulang jangan ganggu sembari mendorong tubuh kakaknya


Merasa di usir kakaknya pun pergi dan pulang


Di dalam kamar Rayhan membuka bungkusan itu dan tertulis siapkan air hangat


dan tuang ini kemudian Naya suruh berendam , dalam masa berendam kamu jangan ganggu itu yang tertulis


Begitu melihat Naya menggeliat Rayhan langsung mengunci pintu kamar menyiapkan air hangat dan menaburkan serbuk yang beraroma wangi dan menggoda


" Mandi Nay ucap Rayhan , sedikit beringsut namun beberapa detik kemudian , au ...sambil meringis , sini Rayhan langsung menggendong tubuh Naya dan memasukkan dalam bath tube , berendamlah dulu hingga rasa nyeri dan pegal di tubuhmu sedikit berkurang ucap Rayhan , " wangi bang ucap Naya dapat dari mana bang , " ibu tadi mas Rahan yang nganter , hm......

__ADS_1


Abang mandi berendamlah dulu nikmati aromanya


__ADS_2