Rahael

Rahael
BAB 82 . BERITA BAHAGIA


__ADS_3

Setelah melalui drama saat akan berangkat ke bidan Sumi akhirnya aku menurut saja saat Rahael memaksa membawa atasanku .


Berpamitan ke ibu dengan wajah sedikit cemberut membuat ibu sedikit tersenyum


hati hati , ini baru awal Lang ucap ibu


Di dalam mobil ku lihat Rahael sibuk mencium bajuku sesekali di lepaskan


melihat hal itu aku menghela nafasku


Rahael yang melihatku sedikit tersenyum


" Maaf kalau Ra tadi melotot dan sedikit marah tapi kalau udah nyium ini enak mas gak jadi pusing ucapnya .


Aku yang mendengar itu jadi sedikit merasa bersalah ," gak apa apa asal Ra senang


kembali kulihat mencium bajuku lagi .


Hampir sepuluh menit perjalanan akhirnya sampai juga , kulihat ruang praktek bidan Sumi masih buka


" Ayo Ra... tapi boleh kan bawa ini , aku mengangguk paham sudah atas keinginannya


Mengambil nomor antrean dan mengisi data mendapat urutan nomer dua , ucapku saat Rahael menatapku


Duduk di sampingnya membuat aku berpikiran jernih hm..akhirnya aku tersenyum


" ih...kok senyum , kumat deh sensinya dalam batinku

__ADS_1


Beberapa menit kemudian nama Rahael di panggil


Begitu melihat kedatanganku langsung tersenyum , Rahael ....kemudian memeluknya gimana sehat ? ada yang bisa di bantu


seketika aku tersenyum , alhamdulillah sehat bu ucapku , " mau kontrol bu jawab Rahael


"Sudah tes urine ? hanya menggeleng


" Ya sudah sini berbaring , ucap bidan Sumi sembari tersenyum membetulkan kaca matanya sebentar lalu mengoles gel di perut


Rahael


Masih memutar alatnya , " keluhan apa saja yang di rasakan


" Gak ada bu tiba tiba saya pingsan begitu saja terus saya kok suka nyium baju suami saya , seketika bidan Sumi tersenyum terkekeh sembari melihat layar .


sembari menujukkan bentuk yang lumayan besar hampir tiga bulan , hebat tidak menimbulkan gejala hamil .


"Ngidam ? Rahael hanya menggeleng


Alhamdulillah sehat , bayi kuat dan harus sabar jaga emosi nanti pengaruh pada janinya Rahael hanya mengangguk .


Mendengar Rahael hamil hatiku berbunga


tersenyum lebar ternyata berhasil juga


Sembari mengusap gel di perutnya

__ADS_1


" Gimana twin Ra ? " alhamdulillah sehat bu


ucapnya sembari membetulkan bajunya


dan setelahnya seperti mencari sesuatu


Tersenyum saat melihat benda itu


Bidan Sumi tersenyum , " tuh tandanya sayang sama mas Galang gak mau ketinggalan baunya


Setelah beberapa saat ini resep harus di tebus jangan lupa di minum dan juga susu hamilnya di jaga baik baik , dapat dua lagi Lang ucap bidan Sumi


Seketika langsung kuciumi wajah Rahael


terimakasih ucapku .


kami pun keluar dari ruang praktek dan menuju parkiran mobil


Dengan senyum yang mengembang di sudut bibir kami rasa syukur yang tiada terkira


Kehamilan yang ke dua penuh drama Rahael menjadi sosok yang cengeng dan sedikit suka berdandan dan berpose di depan kaca dan itupun berlangsung hingga kehamilan tujuh bulan


Saat ini keluarga kami berkumpul begitu juga dengan silvia dan suaminya serta pak panji dan bu widia yang sangat semangat dengan kehamilan Rahael yang kedua ini .


Merayakan acara tujuh bulanan dengan acara sederhana mengundang pengajian dan anak anak panti demi mengharap doa doa terbaik untuk anak kedua kami yang lagi lagi di beri kepercayaan untuk memomong twin lagi


Acara demi acara telah selesai dan hingga akhir acara , duduk lesehan menikmati hidangan yang ada setelah para tamu pergi

__ADS_1


Ku lihat semua tersenyum gembira melihat twin dengan lucunya yang sudah pandai berbicara dan bertingkah


__ADS_2