
Begitu memasuki rumah depan kami, melihat anak-anak sudah tak ada di meja makan, beberapa kotak makanan yang kami beli masih tetap di atas meja begitu saja.
"Mas, ke kamar Ibu yuk!" Ajak Rahael, Galang
hanya mengikuti Rahael dari belakang.
Sesaat setelah Rahael mengetuk pintu terdengar suara Ibu dari dalam, "masuk
tidak Eyang kunci," jawab suara Ibu.
Melihat Rahael yang melongokkan kepala ibu tersenyum, "masuk sayang, kapan datang? Mana suamimu Rahael?" tanya Ibu bertubi.
Sembari merapikan laptop dan yang lainnya" "sini!" panggil Ibu sembari menarik tangan kami berdua untuk duduk di sampingnya.
"Kebetulan kalian datang, hati Ibu sudah khawatir dari tadi, bagaimana Lang?" tanya Ibu sembari menatap Galang.
Melihat suaminya yang duduk dengan kikuk di hadapan Ibunya, Rahael menatap dengan heran, 'aneh, kenapa Mas Galang nampak kikuk?' tanya batin Rahael.
Mas Galang, akhirnya menceritakan semuanya drngan suara terbata. Ibu yang mendengarkan cerita dari Mas Galang tak melepaskan tatapannya dari Mas Galang.
Melihat ini Rahael sedikit tersenyum, 'ternyata Mas Galang takut juga sama Ibu," ucap batin Rahael.'
Setelah mas Galang selesai bercerita ibu hanya menghela napas panjangnya, lalu menyandarkan tubuhnya di kursi.
"Lang! Sebelumnya Ibu minta maaf, karena semua ini kesalahan kami," tutur Ibu sembari memandang Mas Galang, "terima kasih untuk semuannya dan terima kasih juga masih memilih Rahael." Sebelum Ibu melanjutkan ceritanya, Mas Galang langsung menimpali, "Galang juga minta maaf Bu. Karena sudah tak jujur sama semuanya," tutur Galang sembari menatap wajah Rahael sejenak dan tersenyum, lalu merangkul Rahael, "termasuk wanita cantik dan bidadari Mas," puji Gakang dan pujian Galang langsung membuat wajah Rahael merona.
Ibu yang sedari tadi melihat kami, kemudian tersenyum, "Rahael, jaga baik-baik Galang dan kau Lang jangan pernah melakukan kebohongan untuk yang lainnya," tutur Bu Rahayu.
__ADS_1
Galang hanya mengangguk menanggapi ucapan Ibu,
"Oh. Ya Rahael, Ibu mungkin sebulan ke depan akan ke kota B, ada hal yang harus di selesaikan dan pertemuan serta rapat-rapat itulah," ujar Bu Rahayu memberitahu.
"Hiya. Bu, hati-hati! Apa perlu Rahael ikut?"
"Enggak usah Rahael, urus saja yang di sini Ubu juga enggak sendiri ada beberapa teman yang juga kesana," tutur Ibu pelan.
"Ibu akan berkemas dulu Galang, Rahael," ujar Bu Rahayu sembari mengambil sesuatu.
"Bu, di meja makan ada bebek goreng. Ayo makan dulu," ajak Rahael.
"Bebek goreng, kenapa enggak bilang dari tadi! Ayo-ayo," ajak Ibu bersemangat dan mendahului berjalan keluar.
Setibanya di ruang makan Rahael melihat Bi Narmi dan Bi Nina sudah menyiapkan sayur asem, nasi dan teman lauk lainnya.
"Bi !" panggil semuanya ke meja makan
Makan bersama setelah semua kejadian beberapa hari ini membuat kami semangat
Bapak dan Ibu tersenyum, melihat cucu mereka makan dengan lahap.
"Lho! Bibi, ayo makan juga," ucap Bu Rahayu.
Setelah makan malam dengan riuh Rahael melihat Twin Al, langsung melenggang pergi, Rahael yang melihat itu langsung menarik tangan mereka, "kemana?" tanya Rahael.
Twin Al tak menjawab dan hanya tersenyum, "rahasia," ucap mereka sembari berlalu.
__ADS_1
Para Eyang hanya geleng-geleng kepala sedang Twin Ra, masih duduk. Sementara dua Bibi sudah sibuk di dapur.
"Eyang!" panggil Twin Ra.
"Besok Rahan dan Rayhan sepulang sekolah mau ke rumah Eyang Panji, terus Aal da Al juga ikut," ujar Twin Ra meminta ijin ke para Eyang, "boleh kan?" tanya Rahan pelan.
Para Eyang sesaat saling memandang kemudian tersenyum, "tentu boleh!" jawab para Eyang setuju.
Mas Galang yang sedari tadi gusar, akhirnya berbicara juga, "lho, Aal dan Al kan hari sabtu jadwalnya?" tanya Mas Galang protes.
Mendengar ucapan Bapaknya seketika Rahan dan Rayhan tertawa, "Bapak, besok itu hari sabtu, jadi setelah ekstrakurikuler kami berangkat," ujar Rahan.
"Duh, kenapa Bapak kok bisa lupa, ya?"
Eyang Kung yang sedari tadi menyimak akhirnya bicara juga, "makanya sudah tua, kamu jangan banyak tingkah," ucap Eyang Kung.
"Sebaiknya Eyang Panji dan Eyang Widia di telfun dulu Twin Ra," ucap Eyang Rahayu
"Lagian kalian itu juga belum tahu rumahnya," ujar Eyang Rahayu, mendengar ucapan Eyang Rahayu s mendadak Twin Ra tersenyum.
"Rahan dan Rayhan tahu, kita akan tanya pada ahlinya, kita akan tanya sama Mbah Goegol," jawah Rayhan.
Mendengar ucapan Twin Ra, tiba-tiba Mas Galang berdiri, "ish, kalian itu. Besok Bapak yang antar, sekalian nitip kalian ke Eyang."
Mendengar ucapan Bapaknya, Rahan langsung protes, "lah kan Bapak mesti begitu, kami sudah gede Pak," ucap Rahan.
"Rahan, Rayhan. Kita juga harus jaga sikap, apalagi ini pertama kalinya kalian menginap," ujar Ibu sembari menatap kami. Mendengar ucapan Ibu Rahan dan Rayhan langsung diam dan menurut.
__ADS_1
Sebelum kami beranjak dari meja makan Twin Ra berbisik pada Rahaek, "bu amplop yang di beri Tante Silvi ada di meja belajar Rahan, kata Bapak suruh kasih ke Ibu.
Setelah mendengar ucapan Rahan, Rahael hanya mengangguk tak urung, Rahael juga penasaran, 'memang apa isi amplop itu,' batin Rahael.