
Sudah sore memang ketika mobilku memasuki garasi , kulihat twin sedang bersama bi Narmi dan kedua neneknya di teras depan , twin duduk di rerumputan sedang duo nenek duduk di kursi sedangkan bi Narmi sedang berjongkok
Begitu mobil berhenti twin langsung berhenti bermain memandang kearahku .
Melihat kami keluar dari mobil twin langsung berhambur , Rahael yang siap siap ingin menangkap di urungkan hanya melihat kemana twin berhambur .
Twin langsung lari kepelukan bapaknya melihat itu duo nenek dan bi Narmi tersenyum terpingkal Rahael langsung berbalik arah
mengelitik twin yang ada dalam pelukannku
" Ra sudah , karena twin bergerak kesana kemari .
" Bi tolong ini di cuci ya ! " bajunya twin ucapku
kulihat ibu dan duo nenek sudah masuk lebih dulu .
" Dan ini juga tolong di bawa kedapur bi
ucapku lagi .
Tak berapa lama ku dengar twin berceloteh
dengan di ajari bapaknya, " coba sekali lagi
" bu , bu , secara bersamaan aku yang mendengar itu langsung menciumi pipi twin
sembari berjalan masuk ke dalam .
Setelah shalat isya kulihat mas Galang sedang duduk di teras belakang
Twin sudah tidur dan bi Narmi sudah balik ke rumah belakang dengan bi Nina
Melihatnya sendiri aku bergegas mendekatinya , " tumben mas , sudah gelap
hanya diam , sesekali mengutak atik laptopnya .
__ADS_1
Aku yang penasaran akhirnya memilih duduk lebih mendekat , " Apa toko kita bermasalah mas ? tanyaku hanya menggeleng .
"Lalu .... memandang ku dengan dalam
" Mas...punya satu masalah yang saat ini belum juga bisa aku pecahkan .
Mendengar itu aku langsung menaikkan kaki ku di sofa , sembari ku ubah dudukku menjadi bersandar di bahunya .
Melihat itu mas Galang langsung merangkul ku dengan erat sembari berulang kali mencium pucuk kepalaku .
" Sayang masalah ini baru bisa terpecahkan
bila kamu yang bantu Ra , seketika aku berganti duduk menghadap di depannya sembari mengkerutkan keningku .
" Aku ?
" Iya ,kamu
" Beneran ?
" ih....mana ada seribu persen paling ya cuma seratus mas , " ih mas mengada ada.
Sebenarnya aku ingin tertawa dengan percakapan ini tapi aku urungkan ku pasang mode serius agar Rahael mau cerita .
" Apa sih mas , cerita siapa tahu Ra bisa bantu
" Tapi janji dulu gak ingkar , dosa loh
apalagi sama suami , " Janji sueeeeer
" Mau di mulai dari mana ya Ra ? sekilas ku lirik wajahnya nampak serius .
" kira kira kalau mas tanya tentang sehari yang lalu menjeda sejenak , Ra mau jujur
gak ?
__ADS_1
" kan pertanyaan mas menjebak sembari menggaruk kepalannya
" kok diam Ra , mumpung silvi on line nih
mas pencet loh tombolnya , seketika tanganku di tariknya , " kan ...mas maksanya kalem tapi harus .
" ya deh , Ra cerita udah janji juga .
Sekilas Ra menatapku , kulihat wajahnya merona jelas sekali walau terlihat di bawah sinar lampu .
Dengan menghela nafas kasarnya
waktu kecil Ra itu gak punya teman mas
Hanya punya punya seorang teman laki
laki , masih Ra ingat sampai sekarang dia baik seperti kakak bagiku seperti teman karena dia baik dan menjagaku .
Selalu melindungiku , hal yang paling ku ingat sampai sekarang dia rela di marahi demi menutupi kesalahanku rela di pukul bapak udin jika aku nangis dan rela di cubit ibu jum jika aku ngambek padahal aku yang nakal dan manja , sekilas menatapku .
Ya....aku mencintai sosok itu saat aku telah duduk di bangku smp kelas dua saat itu dia susah memakai seragam abu abunya , dengan ketampananya yang paling ku suka dia tak pernah melewatkan shalatnya ,aku mencintainya dalam diam .
Aku menangis semalaman saat di tinggal dan kuliah di kota S , aku akan tersenyum manis saat laki laki itu pulang liburan semesteran
Ya...ini yang aku rasakan cinta , cinta monyet cinta pertama dan aku ingin selamanya menjadi cinta sejatinya , kemudian menunduk tak berani menatapku .
Seketika jantungku berdetak cepat
" Jadi.....
" Ya....aku mencintai mas dari kecil jawabku sembari berdiri dan mengecup keningnya .
Sebelum Ra berjalan menjauh
Ra....langsung ku tarik tangannya
__ADS_1
ku cium seluruh wajahnya dan ku dekap erat tubuhnya , terimakasih sudah mencintai mas sebesar itu terimakasih .