
Belum lama masuk toko anak anak sudah menelfon , sebelum pergi kupastikan semuanya
Keluar menjemput anak anak di tempat berbeda dan mengantar mereka ke rumah eyang panji lumayan jauh sekitar dua puluh menit perjalanan
Anak anak yang belum tahu rumah eyang panji sedikit terkejut , " eh....bapak ini kan arah rumah temen aku teriak Aal
Kami bertiga langsung menoleh " siapa Aal
"Kakak ingat gak , gadis yang ku tabrak di
restoran waktu itu ?
" Terus.....
"Aku pernah kesana , ya kan Al
" Sama ....
" Jangan bohong Aal kita pulang dari restoran gak kemana mana , dosa lo ucap Al
" Kirain kakak lupa ternyata ada yang kepo pingin tahu
" siapa
" Tuh , sembari memonyongkan bibirnya
Eh , yang di tuduh tak bergeming sama sekali
Bapak tersenyum mendengar celoteh kami
" Aal jangan ulangi dosa ucap bapak
Beberapa saat kemudian
" Waduh kelewat twin rumah eyang ucap bapak sembari tersenyum
Tapi sesaat kemudian , " turun ayo bapak tinggal loh
Melihatku turun mereka segera menyusul
berdiri di depan rumah megah dengan pilarnya yang menjulang anak anak sedikit terkagum
__ADS_1
Setelah memenjet bel tak berapa lama
keluar seorang laki laki dengan seragam satpamnya , memandang twin Ra dengan bingung
" Eyang ada , ucapku
" Sepertinya dari tadi pagi bapak dan ibu sudah di teras seperti menunggu seseorang
" Ayo den Mawan kok gak masuk , ucap satpam
Aku yang mendengarnya sedikit terkejut
" Pak , sudah ayo masuk coba lihat eyangmu
itu
Satpam yang sedari tadi berdiri dengan bingung terkejut saat aku menjawilnya
" pak mobil saya di depan nitip sebentar ucapku
" Eh , hiya pak
Melihat cucu mereka berhambur mendekat pak panji tersenyum begitu juga dengan bu Widia
Mereka langsung berebut untuk salim
" Satu satu twin ucapku
" Ayo Lang masuk , maaf yang masih ada urusan nanti saja sembari jemput twin Al ucapku
Aku langsung salim dan berpamit pulang
" Semua twin , mereka langsung menoleh
yang sopan , ingat
mereka langsung menyanggupi dengan anggukan
"Ayo masuk
Rahan dan Rayhan hanya tersenyum sedang twin Aal sudah duduk dengan santai
__ADS_1
pak panji dan bu widia menatap Twin Ra cukup lama , " serasa Mawan kembali pulang pak bisiknya pada suaminya , " ya bu
" Apa kalian sudah makan atau mau istirahat dulu ucap eyang panji
" istirahat dulu yang , ucap mereka serentak
" Bi....tolong antar mereka ke kamar , ucap eyang
Bibi yang melihatku seketika memeluk kami
" Den Mawan ucapnya sembari terisak
" Ayo ayo den bibi antar ke kamar ayo non ucapnya
" Den ini kamar ayah kalian silakan masuk dan non cantik ini kamarnya di sebelah
Begitu masuk kamar aku dan Ray sedikit terkejut banyak foto bayi kami yang terpajang dan yang paling menyita perhatian foto ayah saat bersama sama keluarga tak terasa air mata kami menetes dan berpindah pada foto ayah dari kecil hingga dewasa
Ya betul wajah kami bak pinang di belah dua melihat ku menangis Aal dan Al langsung memeluk kami , " pulang kak tanya twin Al
" Nggak dek , biar kami mengenal sosok ayah meski kenyataanya menyakitkan
ku peluk kakakku dengan erat , " jangan salahkan keadaan kak , kita yang harus belajar dari situasi ini
Kak Rahan sedikit tersakiti hatinya , " jika tau begini kita gak kesini Al ucapnya
Aku semakin erat memeluknya , " jangan pernah menyesal kak ini bukan pilihan tapi ini yang harus di hadapi
Sesaat kemudian eyang sudah memasuki kamar begitu melihatku menangis
Mereka langsung memelukku , " maafkan ayah kalian nak dan ini memang sesuai dengan keinginannya
Dan di lemari itu masih ada beberapa baju ayah kalian jika kalian ingin memakainya
" Hai cantik nginep ya ?
" Maaf eyang kami harus patuh dari pada sesi mengunjungi eyang di cabut
Sesaat terdiam , " eyang bangga pada bapakmu twin tak salah jika ibumu lebih memilih bapakmu dari pada ayah kalian
Sembari menatap jauh kedepan
__ADS_1