Rahael

Rahael
BAB 103 . RUMAH EYANG PANJI LAGI


__ADS_3

Belum lama masuk toko anak anak sudah menelfon , sebelum pergi kupastikan semuanya


Keluar menjemput anak anak di tempat berbeda dan mengantar mereka ke rumah eyang panji lumayan jauh sekitar dua puluh menit perjalanan


Anak anak yang belum tahu rumah eyang panji sedikit terkejut , " eh....bapak ini kan arah rumah temen aku teriak Aal


Kami bertiga langsung menoleh " siapa Aal


"Kakak ingat gak , gadis yang ku tabrak di


restoran waktu itu ?


" Terus.....


"Aku pernah kesana , ya kan Al


" Sama ....


" Jangan bohong Aal kita pulang dari restoran gak kemana mana , dosa lo ucap Al


" Kirain kakak lupa ternyata ada yang kepo pingin tahu


" siapa


" Tuh , sembari memonyongkan bibirnya


Eh , yang di tuduh tak bergeming sama sekali


Bapak tersenyum mendengar celoteh kami


" Aal jangan ulangi dosa ucap bapak


Beberapa saat kemudian


" Waduh kelewat twin rumah eyang ucap bapak sembari tersenyum


Tapi sesaat kemudian , " turun ayo bapak tinggal loh


Melihatku turun mereka segera menyusul


berdiri di depan rumah megah dengan pilarnya yang menjulang anak anak sedikit terkagum

__ADS_1


Setelah memenjet bel tak berapa lama


keluar seorang laki laki dengan seragam satpamnya , memandang twin Ra dengan bingung


" Eyang ada , ucapku


" Sepertinya dari tadi pagi bapak dan ibu sudah di teras seperti menunggu seseorang


" Ayo den Mawan kok gak masuk , ucap satpam


Aku yang mendengarnya sedikit terkejut


" Pak , sudah ayo masuk coba lihat eyangmu


itu


Satpam yang sedari tadi berdiri dengan bingung terkejut saat aku menjawilnya


" pak mobil saya di depan nitip sebentar ucapku


" Eh , hiya pak


Melihat cucu mereka berhambur mendekat pak panji tersenyum begitu juga dengan bu Widia


Mereka langsung berebut untuk salim


" Satu satu twin ucapku


" Ayo Lang masuk , maaf yang masih ada urusan nanti saja sembari jemput twin Al ucapku


Aku langsung salim dan berpamit pulang


" Semua twin , mereka langsung menoleh


yang sopan , ingat


mereka langsung menyanggupi dengan anggukan


"Ayo masuk


Rahan dan Rayhan hanya tersenyum sedang twin Aal sudah duduk dengan santai

__ADS_1


pak panji dan bu widia menatap Twin Ra cukup lama , " serasa Mawan kembali pulang pak bisiknya pada suaminya , " ya bu


" Apa kalian sudah makan atau mau istirahat dulu ucap eyang panji


" istirahat dulu yang , ucap mereka serentak


" Bi....tolong antar mereka ke kamar , ucap eyang


Bibi yang melihatku seketika memeluk kami


" Den Mawan ucapnya sembari terisak


" Ayo ayo den bibi antar ke kamar ayo non ucapnya


" Den ini kamar ayah kalian silakan masuk dan non cantik ini kamarnya di sebelah


Begitu masuk kamar aku dan Ray sedikit terkejut banyak foto bayi kami yang terpajang dan yang paling menyita perhatian foto ayah saat bersama sama keluarga tak terasa air mata kami menetes dan berpindah pada foto ayah dari kecil hingga dewasa


Ya betul wajah kami bak pinang di belah dua melihat ku menangis Aal dan Al langsung memeluk kami , " pulang kak tanya twin Al


" Nggak dek , biar kami mengenal sosok ayah meski kenyataanya menyakitkan


ku peluk kakakku dengan erat , " jangan salahkan keadaan kak , kita yang harus belajar dari situasi ini


Kak Rahan sedikit tersakiti hatinya , " jika tau begini kita gak kesini Al ucapnya


Aku semakin erat memeluknya , " jangan pernah menyesal kak ini bukan pilihan tapi ini yang harus di hadapi


Sesaat kemudian eyang sudah memasuki kamar begitu melihatku menangis


Mereka langsung memelukku , " maafkan ayah kalian nak dan ini memang sesuai dengan keinginannya


Dan di lemari itu masih ada beberapa baju ayah kalian jika kalian ingin memakainya


" Hai cantik nginep ya ?


" Maaf eyang kami harus patuh dari pada sesi mengunjungi eyang di cabut


Sesaat terdiam , " eyang bangga pada bapakmu twin tak salah jika ibumu lebih memilih bapakmu dari pada ayah kalian


Sembari menatap jauh kedepan

__ADS_1


__ADS_2