Rahael

Rahael
BAB 106 . PERJALANAN INI


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini Rahan dan Rayhan sudah memasuki pra kuliah Twin Al sudah pra SMA


Kehebohan terjadi saat aku mengutarakan keinginanku untuk melanjutkan kuliah di kota S di mana bapak kuliah dulu dengan alasan ingin seperti bapak yang bekerja dengan kuliah toh di mana nanti aku akan tinggal di ruko dan menangani toko di sana


Tapi ada satu alasanku kesana , mengejar jodohku yang kini masih kurang setahun di pondok dan memang aku sering iseng iseng menelfon om No untuk mencari tahu


Melihat hal itu Rayhan hanya tersenyum


" Alasan itu yang selalu di ucapkan


Ibu dan bapak hanya mendukungku saja


" Ray...apa kau ikut kuliah di sana juga


" Nggak bu di sini saja , aku pingin jaga toko yang di sini saja lagian bapak juga sibuk dengan toko barunya


Mendengar itu ibu tersenyum lega


Tiba tiba Twin keluar dengan idenya


" Bu twin pingin mondok di tempatnya kak Ais


" Apa yang membuat kalian berpikir seperti itu , ibu setuju saja tapi ibu belum tahu dengan bapakmu


Mendengar hal itu aku tersenyum sumringah


" Aku mendukung mereka bu toh itu juga baik ucapku asal


Tapi Rayhan langsung menatapku kode bahasa kembar kami sudah beraksi akhirnya Rayhan hanya menyebikkan bibirnya


Percakapan terhenti saat eyang uti berjalan tergesa menghampiri kami , " Ra...bapak ucap eyang terbata


Melihat itu kami langsung menghambur ke rumah belakang sementara ibu mencoba menenangkan eyang uti dan eyang Rahayu yang baru keluar dari kamar nampak bingung


Eyang uti seketika tangisnya pecah ketika ibu memeluknya , " bapakmu nduk , bapakmu


Eyang Rahayu langsung menelfon bapak


yang masih di toko


Mendengar teriakan anak anak di belakang membuat kami bergegas dan eyang uti masih saja menangis


Melihat kondisi eyang kung membuat kami terkejut , ibu langsung menelfon dokter langganan eyang


Tak berapa lama bapak sudah datang dan langsung mendekat di pegangnya tangan eyang kung , tiba tiba badan bapak lemas seketika


Aku yang di samping bapak langsung menangkap tubuh bapak , ya...bapak pingsan


Beberapa saat dokter pun datang dan memeriksa eyang kung


" Maaf , hanya itu yang terucap


" Maaf saya tidak bisa menolong sebelum saya sampai eyang kung sudah ....


Kata kata dokter tak di lanjutkan dan kami paham akan itu

__ADS_1


Eyang uti dan ibu kini sudah menangis dan twin lebih dulu mewek


Eyang Rahayu mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya dan menguasai keadaan


Melihat bapak belum siuman , dokter langsung memeriksa dan memborehkan sesuatu di hidung bapak berkali kali dan akhirnya bapak siuman juga


Eyang Rahayu langsung meminta kami untuk laporan ke pak RT setempat


Dan tak berapa lama para tetangga sudah pada berdatangan


Melihat kondisi rumah yang rame kami memilih untuk duduk sembari mengamati


Menginggat sakit kakek yang semakin hari semakin parah , ya , diabetes yang membuat tubuhnya semakin kurus dan terkadang tensi darahnya yang tinggi


Kami terkejut saat bapak menjawilku


" Ayo shalat jenasah


Mengambil air wudhu dan ikut shalat jenasah


Menuju pemakaman yang cukup jauh menggunakan mobil ambulans dan para tetangga mengikuti mengunakan kendaraan


roda dua saling berboncengan


Bapak hanya duduk terdiam kini sudah tidak menangis lagi ibu dan dua eyangku juga masih dalam dukanya


Prosesi pemakaman berlangsung dengan cepat para tetangga juga sudah pulang


Melihat duo bibi yang sudah lama bersama kami juga ikut bersedih


Baru kali ini bapak terlihat marah dengan ketenangannya , " Bu ....tolong Galang menurutlah sekali ini saja bu


Ibu pun juga berusaha membujuk dengan tangisan twin Al akhirnya eyang uti mau pindah ke rumah depan


Dengan kepergian eyang kung , eyang uti beberapa hari kebelakang lebih banyak merenung dan itu tak luput dari pandanganku


Eyang Rahayu yang tiba tiba duduk di samping eyang uti membuatnya terkejut


dan tak lama kemudian mereka sudah saling mengobrol dan ku lihat eyang uti sesekali mengikis air matanya


Waktu berjalan cepat kini sudah seratus hari


sejak kematian eyang kakung bertepatan aku dan twin Al berangkat ke kota S


Tapi ibu menundanya selama dua hari dan ingin menyelasaikan kirim dia untuk kakung


Sehari sebelum keberangkatan ibu mengingatkan aku akan amplop yang di berikan tante silvi dan yang ada di ibu


Kami menolaknya dengan alasan menunggu kami siap dan ibu tidak memaksanya dan menyimpan kembali amplop itu


Bapak hanya menepuk bahu kami bergantian


Sesuai dengan yang di rencanakan esoknya pun kami berangkat


Kami sekeluarga ikut begitu juga dengan bi Narmi yang rindu kampung halaman hanya meninggalkan bi Nina dan eyang Rahayu yang dengan kesibukannya yang tak mungkin di tinggalkan serta eyang uti yang merasa cepat capek

__ADS_1


Ibu menghubungi tante Rin dan om No agar kami tiba nanti sudah siap untuk di tempati karena kami akan cukup lama di sana hingga twin Al terbiasa


Cukup lama perjalanan yang kami tempuh dan seperti perjalanan yang kami tempuh sebelumnya


Mengingat kembali perjalanan awal kami membuat aku tersenyum


Aal langsung menimpukku dengan biskuit yang di makannya , " bu kak Ray senyum senyum sendiri teriaknya


Seketika semua menoleh ke arahku kecuali


bapak yang fokus di depan Rahan langsung memitingku


" Awas kau , kalau berani ucap kak Rahan


Aku dan Al tertawa tergelak , " kakak Rahan yang takut jodohnya di tikung ucap Al bersamaan dengan suara bapak


" Siapa Al yang di tikung


Mendengar itu kak Rahan langsung terdiam


dan menggaruk kepalannya


" Andaikan bapak tahu siapa jodohnya pasti langsung bapak lamar biar pacaran halal ya kan bu , ucap bapak


Ibu dengan cepat langsung menjawab


"pastikan saja pak , jodohnya mau di lamar gak !


Aal yang sedari tadi diam langsung nyletuk


" liat deh bu , muka kak Rahan langsung merah


Melihat kak Rahan di olok sana sini bi Narmi tak terima , " sudah sudah kasian kakaknya


Mendengar itu semua langsung tertawa


" cie cie sejak kapan bibi jadi pembelanya kak Rahan , ucap Aal


Rahan tak menjawab hanya dengan isyarat tangan nya yang bergerak dengan artian


aku mengawasimu


Perjalanan dengan gelak tawa melupakan semua yang terjadi , tiba tiba suasana sepi


Rahan dan Rayhan tertidur dengan saling beradu kepala sementara Aal sibuk dengan ponselnya Al tidur di samping bi Narmi


Perjalanan kali ini tak ada acara mampir ke alun alun kami hanya melewati saja dan beberapa menit sesudahnya kami pun sampai


Aal yang iseng membangukan Rahan dengan ke usilannya , " kak bangun jodoh kakak sudah berdiri menyambut tuh sembari menggoyang tubuh Rahan


Karena tak berhasil akhirnya


" Kak Ais....aku datang


Seketika Rahan terbangun dan Rayhan yang melihatnya hanya tersenyum sementara Twin Al sudah melenggang masuk

__ADS_1


__ADS_2