
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini Rahan dan Rayhan sudah memasuki pra kuliah Twin Al sudah pra SMA
Kehebohan terjadi saat aku mengutarakan keinginanku untuk melanjutkan kuliah di kota S di mana bapak kuliah dulu dengan alasan ingin seperti bapak yang bekerja dengan kuliah toh di mana nanti aku akan tinggal di ruko dan menangani toko di sana
Tapi ada satu alasanku kesana , mengejar jodohku yang kini masih kurang setahun di pondok dan memang aku sering iseng iseng menelfon om No untuk mencari tahu
Melihat hal itu Rayhan hanya tersenyum
" Alasan itu yang selalu di ucapkan
Ibu dan bapak hanya mendukungku saja
" Ray...apa kau ikut kuliah di sana juga
" Nggak bu di sini saja , aku pingin jaga toko yang di sini saja lagian bapak juga sibuk dengan toko barunya
Mendengar itu ibu tersenyum lega
Tiba tiba Twin keluar dengan idenya
" Bu twin pingin mondok di tempatnya kak Ais
" Apa yang membuat kalian berpikir seperti itu , ibu setuju saja tapi ibu belum tahu dengan bapakmu
Mendengar hal itu aku tersenyum sumringah
" Aku mendukung mereka bu toh itu juga baik ucapku asal
Tapi Rayhan langsung menatapku kode bahasa kembar kami sudah beraksi akhirnya Rayhan hanya menyebikkan bibirnya
Percakapan terhenti saat eyang uti berjalan tergesa menghampiri kami , " Ra...bapak ucap eyang terbata
Melihat itu kami langsung menghambur ke rumah belakang sementara ibu mencoba menenangkan eyang uti dan eyang Rahayu yang baru keluar dari kamar nampak bingung
Eyang uti seketika tangisnya pecah ketika ibu memeluknya , " bapakmu nduk , bapakmu
Eyang Rahayu langsung menelfon bapak
yang masih di toko
Mendengar teriakan anak anak di belakang membuat kami bergegas dan eyang uti masih saja menangis
Melihat kondisi eyang kung membuat kami terkejut , ibu langsung menelfon dokter langganan eyang
Tak berapa lama bapak sudah datang dan langsung mendekat di pegangnya tangan eyang kung , tiba tiba badan bapak lemas seketika
Aku yang di samping bapak langsung menangkap tubuh bapak , ya...bapak pingsan
Beberapa saat dokter pun datang dan memeriksa eyang kung
" Maaf , hanya itu yang terucap
" Maaf saya tidak bisa menolong sebelum saya sampai eyang kung sudah ....
Kata kata dokter tak di lanjutkan dan kami paham akan itu
__ADS_1
Eyang uti dan ibu kini sudah menangis dan twin lebih dulu mewek
Eyang Rahayu mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya dan menguasai keadaan
Melihat bapak belum siuman , dokter langsung memeriksa dan memborehkan sesuatu di hidung bapak berkali kali dan akhirnya bapak siuman juga
Eyang Rahayu langsung meminta kami untuk laporan ke pak RT setempat
Dan tak berapa lama para tetangga sudah pada berdatangan
Melihat kondisi rumah yang rame kami memilih untuk duduk sembari mengamati
Menginggat sakit kakek yang semakin hari semakin parah , ya , diabetes yang membuat tubuhnya semakin kurus dan terkadang tensi darahnya yang tinggi
Kami terkejut saat bapak menjawilku
" Ayo shalat jenasah
Mengambil air wudhu dan ikut shalat jenasah
Menuju pemakaman yang cukup jauh menggunakan mobil ambulans dan para tetangga mengikuti mengunakan kendaraan
roda dua saling berboncengan
Bapak hanya duduk terdiam kini sudah tidak menangis lagi ibu dan dua eyangku juga masih dalam dukanya
Prosesi pemakaman berlangsung dengan cepat para tetangga juga sudah pulang
Melihat duo bibi yang sudah lama bersama kami juga ikut bersedih
Baru kali ini bapak terlihat marah dengan ketenangannya , " Bu ....tolong Galang menurutlah sekali ini saja bu
Ibu pun juga berusaha membujuk dengan tangisan twin Al akhirnya eyang uti mau pindah ke rumah depan
Dengan kepergian eyang kung , eyang uti beberapa hari kebelakang lebih banyak merenung dan itu tak luput dari pandanganku
Eyang Rahayu yang tiba tiba duduk di samping eyang uti membuatnya terkejut
dan tak lama kemudian mereka sudah saling mengobrol dan ku lihat eyang uti sesekali mengikis air matanya
Waktu berjalan cepat kini sudah seratus hari
sejak kematian eyang kakung bertepatan aku dan twin Al berangkat ke kota S
Tapi ibu menundanya selama dua hari dan ingin menyelasaikan kirim dia untuk kakung
Sehari sebelum keberangkatan ibu mengingatkan aku akan amplop yang di berikan tante silvi dan yang ada di ibu
Kami menolaknya dengan alasan menunggu kami siap dan ibu tidak memaksanya dan menyimpan kembali amplop itu
Bapak hanya menepuk bahu kami bergantian
Sesuai dengan yang di rencanakan esoknya pun kami berangkat
Kami sekeluarga ikut begitu juga dengan bi Narmi yang rindu kampung halaman hanya meninggalkan bi Nina dan eyang Rahayu yang dengan kesibukannya yang tak mungkin di tinggalkan serta eyang uti yang merasa cepat capek
__ADS_1
Ibu menghubungi tante Rin dan om No agar kami tiba nanti sudah siap untuk di tempati karena kami akan cukup lama di sana hingga twin Al terbiasa
Cukup lama perjalanan yang kami tempuh dan seperti perjalanan yang kami tempuh sebelumnya
Mengingat kembali perjalanan awal kami membuat aku tersenyum
Aal langsung menimpukku dengan biskuit yang di makannya , " bu kak Ray senyum senyum sendiri teriaknya
Seketika semua menoleh ke arahku kecuali
bapak yang fokus di depan Rahan langsung memitingku
" Awas kau , kalau berani ucap kak Rahan
Aku dan Al tertawa tergelak , " kakak Rahan yang takut jodohnya di tikung ucap Al bersamaan dengan suara bapak
" Siapa Al yang di tikung
Mendengar itu kak Rahan langsung terdiam
dan menggaruk kepalannya
" Andaikan bapak tahu siapa jodohnya pasti langsung bapak lamar biar pacaran halal ya kan bu , ucap bapak
Ibu dengan cepat langsung menjawab
"pastikan saja pak , jodohnya mau di lamar gak !
Aal yang sedari tadi diam langsung nyletuk
" liat deh bu , muka kak Rahan langsung merah
Melihat kak Rahan di olok sana sini bi Narmi tak terima , " sudah sudah kasian kakaknya
Mendengar itu semua langsung tertawa
" cie cie sejak kapan bibi jadi pembelanya kak Rahan , ucap Aal
Rahan tak menjawab hanya dengan isyarat tangan nya yang bergerak dengan artian
aku mengawasimu
Perjalanan dengan gelak tawa melupakan semua yang terjadi , tiba tiba suasana sepi
Rahan dan Rayhan tertidur dengan saling beradu kepala sementara Aal sibuk dengan ponselnya Al tidur di samping bi Narmi
Perjalanan kali ini tak ada acara mampir ke alun alun kami hanya melewati saja dan beberapa menit sesudahnya kami pun sampai
Aal yang iseng membangukan Rahan dengan ke usilannya , " kak bangun jodoh kakak sudah berdiri menyambut tuh sembari menggoyang tubuh Rahan
Karena tak berhasil akhirnya
" Kak Ais....aku datang
Seketika Rahan terbangun dan Rayhan yang melihatnya hanya tersenyum sementara Twin Al sudah melenggang masuk
__ADS_1