Rahael

Rahael
BAB 50 . BI NARMI


__ADS_3

Sesampainya diatas Galang masih melihat Bi Narmi .


"Kok belum pulang Bi?"


"Anu Pak! Bibi mau bicara sama Bapak dan Ibu."


"Sebentar Bi, selesai shalat magrib ya?


Bibi gak keberatan kan? Saya mau ke kamar dulu! jam sudah menunjukkan pukul lima tiga puluh sore sebentar lagi magrib datang ucap Galang."


"Bibi ke kamar Twin dulu istirahat. Memang Twin sudah tidur Bi?" tanya Galang.


Bi Narmi hanya mengangguk.


Melihat Bi Narmi masuk ke kamar Twin, Galang juga bergegas menuju kamar.


"Rahael ... panggil Galang."


Rahael yang Galang panggil hanya menoleh.


"Tumben, Bi Narmi belum pulang?" tanya Galang lagi. Mendengar suaminya bertanya demikian Rahael hanya tersenyum dan berdiri mendekat.


"Mas ... tadi siang Bibi bilang mau nginep di sini. Rahael sih ya-ya saja. Tapi Rahael bilang tunggu Bapak, biar Bapak yang kasih keputusan," jawab Rahael.


"Hiya tadi sudah ketemu sama Mas."

__ADS_1


"Mandi dulu Mas, keburu maghrib," ucap Rahael mengingatkan.


Selesai mandi bertepatan dengan adzan maghrib berkumandang, melakukan shalat berjamaah dengan Rajael dan kini bertambah satu Bi Narmi. Setelah berberes alat sholat sembari menunggu isya datang Galang sengaja menyempatkan diri berbicara dengan Bi Narmi.


"Ada apa Bi? Memang ada sesuatu yang penting."


Bi Narmi menunduk sembari memainkan ujung bajunya, Galang dan Rahael hanya saling pandang.


"Maaf Pak. Sebelumnya, jika mulai hari ini Bibi nginep di sini boleh nggak?" pinta Bi Narmi sendu.


"Memang suami Bibi nggak nyriin Bibi!"


Bi Narmi hanya tersenyum dan terlihat matanya berkaca-kaca. "Saya sih seneng Bi karena Ibu ada yang bantu-bantu kalo malam ngurus Twin. Tapi ada baiknya Bibi pikirkan lagi, saya juga takut kalau sewaktu-waktu suami Bibi mencari."


Bi Narmi kembali menggeleng. "Nggak bakal ada yang nyari Bibi. Nibi juga nggak punya anak apalagi saat ini. Suami Bibi sudah menikah lagi dan Bibi sudah di talak secara agama, jadi bukan kewajiban saya untuk menunggu saya."


"Bibi boleh tinggal di sini, untuk sementara Bibi tidur dengan Twin sembari menunggu kamar Bibi jadi, bagaimana Bi!"


Kembali Bi Narmi tersenyum. Terima kasih Pak," ucap Bi Narmi lega.


Setelahnya Bi Narmi masuk ke kamar twin


Galang dan Rahael saling berpandangan.


"Kasihan Mas, ucap Rahel tiba-tiba, biar Bi Narmi ikut dengan kita sampai Bibi bosan ya mas!"

__ADS_1


Galang hanya mengangguk menghiyakan.


Flashback on


Bi Narmi, saat bertemu dengannya saat itu mungkin usianya masih tergolong muda sekitar tiga puluh lima tahun.


Galang bertemu dengannya saat dia berdiri di depan ruko yang baru Galang buka dengan wajah sedikit lebam, saat itu usaha yang baru Galang rintis.


Bertanya dengan santun. "Maaf, Mas apa di sini mencari pembantu?" tanya Bi Narmi saat itu.


Melihat Bi Narmi mengingatkan Galang pada sosok Ibunya dengan segera Galang menjawab.


"Hiya Bu, tetapi gajinya tidak begitu besar, apa Ibu siap."


Mendengar jawaban Galang Bi Narmi langsung mengangguk dan tersenyum.


"Tapi, maaf Mas. Apa bisa saya kerja sampai jam tiga sore saja?" tanya Bi Narmi waktu itu.


"Terserah Ibu, asal semua pekerjaan beres, Ibu boleh pulang," jawab Galang saat itu.


Flashback end


Dan mulai sejak hari itu Bi Narmi melakukan tugasnya dengan baik dan tanggung jawab itu yang Galang suka.


Terlebih saat ini aku tekah memilik Twin, Galang melihat Bi Narmi sangat telaten dan perhatian pada dua anak-anak.

__ADS_1


Serasa menemukan orang yang tepat dan bertanggung jawab, menurut Galang dan semua baik-baik saja, begitupun sikapnya pada Rahael. Beruntung mungkin itu kata yang tepat.


__ADS_2