Rahael

Rahael
Bab 87. ada apa Rahan


__ADS_3

Bab 87. Ada apa Rahan


Mendengar ucapan Rahael, Mas Galang semakin mengeratkan pelukannya, "terima kasih," ucap Mas Galang.


"Ayo. Mas tidur, besok pasti sibuk dengan anak-anak," ujar Rahael pelan.


Meskipun mata terpejam tapi pikiran Rahael melayang jauh mengembara memikirkan seperti apa nanti jadinya. Pagi menjelang meja makan sudah ramai dengan celoteh saat Rahael turun ke bawah.


"Twin, biasa kalau di meja makan ramai," seketika mereka menoleh saat mendengar ucapan Rahael sembari menunjuk diri mereka.


"Ya. kalian semua," ucap Rahael.


Seketika mereka diam dan makan dengan cepat, "ayo Aal cepat, kakak tinggal loh, sementara Al dan Rayhan masih mengunyah,


"tunggu kak, ih. mesti buru-buru," ujar Al dan Rayhan sembari menghabiskan makanya dengan segera.


"Al, gantian kamu yang bareng sama kak Rahan, pasti seru," ujar Aal membujuk.


"Enggak msu, aku lebih suka sama kak Ray," ujar Al sembari mendekat sejenak lalu membisikkan sesuatu, "sungguh?" tanya Aal penasaran, "yakin," jawab Al.


Rahan seketika mendelik, "Aal !" teriak Rahan.


"Ish. Kakak berisik, ayo!"

__ADS_1


Rayhan yang sudah mengetauhi ulah kakaknya hanya tersenyum, "enakkan ketauhan," celetuk Rayhan.


"Ayo, Al!" ajak Rayhan sambil berpamitan.


"Aal, besok saja Al bareng kak Rahan, jadi penasaran," ujar Aal.


Merasa terpojokkan Rahan langsung memiting adiknya, "hi ... kakak ini. Lihat baju Al, bau keteknya," cicit Al marah sembari tertawa, Rahan makin memitingnya lagi.


"Bapak ... Mas Rahan," ujar Al mengadu. seketika Rahan melepaskan tangannya dari tubuh Al.


Kakek yang di depan terkejut saat Rahan dan Aal salim, "lah tadi kayaknya sudah salim."


"Eh. Kakek itu Rayhan, Kek! Assalammualaikum," pamit Rahan dan langsung melajukan sepeda motor.


"Aal, kamu yakin dengan ucapanmu?" tanya Al penasaran.


"Masih enggak percaya? tanya saja kak Ray, Al.


"Kalau kak Ray, enggak yakin kalau mau menjawab."


"Ayo Al, buruan sudah bel," ujar Aal sembari sedikit berlari.


Sedang di tempat lain Rahan sedang uring uringan karena gara-gara Aal semuanya pelan- pelan pasti terbongkar.

__ADS_1


Rayhan yang melihat itu hanya tersenyum, "masih kecil juga, coba-coba pacaran sekolah Mas!" cibir Rayhan.


Mendegar itu Rahan langsung melempar bulfen yang sedari tadi di pegangnya.


"Biar Bapak tahu dan dada uang bulanan," ucap Rayhan memanas-manasi. Setelah itu, "Rahan dan kau juga Rayhan fokus!" teriak Bu Martina, seketika keduanya terdiam.


Pelajaran yang tidak menguras otak membuatnya pusing, rencana ingin menyembunyikan pacaran sembunyi sembunyinya akhirnya terbongkar juga. Membayangkan amarah Bapak dan Ibu


berarti Rahan sudah melanggar poin ketiga dari orang tuanya. Seketika badannya bergidik membayangkan uang bulanannya hangus.


Rayhan yang duduk di sampingnya hanya tersenyum, "bagaimana kak sudah siap?" Rayhan sembari berbisik.


Bu Martina yang mendapati kedua Ra berbisik langsung melempar kapur. "Hei, kalian maju!" ucap Bu Martina marah.


Maju kedepan sembari menggaruk kepalanya, "berdiri hingga mapel selasai dan setelah itu catat pelajaran yang ibu terangkan hari ini."


Mendengar hukuman yang mereka terima, "apes benar," gerutu Rahan dan Rayhan. Hampir dua jam akhirnya mereka berdiri di depan kelas, hingga mapel selesai Bu Martina baru menyuruh mereka berdua duduk.


Sebelum mengakhiri mapel, "perhatian untuk kalian semua, ini pelajaran, untuk kalian juga, jika saya menerangkan, kalian enggak fokus ini contohnya, pelajaran Ibu akhiri sampai di sini dan untuk kalian berdua, ingat tugas kalian, kumpulkan nanti di jam istirahat terakhir.


Pelajaran demi pelajaran telah terlewati hingga jam pelajaran usai Rahan masih saja merasa jengkel dan itu ia bawah sampai datang ke rumah mendiamkan Aal. Aal yang di diamkan merasa bersalah dan akhirnya menangis semua itu tak luput dari perhatian kedua orang tuanya.


Hingga selama dua hari mereka saling diam dan tak menyapa. Hingga akhirnya Galang merasa geram dengan dua kubu Twin ini.

__ADS_1


Seperti akan melakukan sidang akhirnya Sang Bapak memanggil mereka untuk berkumpul di ruang tengah sementara para Eyang lebih memilih memasuki kamar mereka, tak ingin menganggu dan hanya ingin mengetauhi hasil akhirnya.


__ADS_2