
Twin Al lebih dulu sampai di atas kebetulan toko lagi ramai Rahan langsug ambil ancang ancang membantu dan semua barang di titipkan pada Rayhan , " is yang sudah gak sabar
Rahan hanya tersenyum sembari mendorong Rayhan ke atas
Tak berapa lama terlihat Ais yang sudah melayani pembeli
Bapak masih berbincang dengan om No sementara ibu sudah ke atas bersama bi Narmi
Tak berapa lama bapak beranjak ke atas
" Ayo han , ke atas setelah ini toko juga bapak suruh tutup setelah pelanggan terakhir
Sesaat sebelum ke atas aku sempatkan melirik Ais , eh.....yang ku lirik malah menatapku
Duh......jantungku , aku berjalan ke atas sembari mengelus dada ku yang kini serasa marathon
" Rahan , ayo ucap bapak lagi
Sesampainya di atas yang terlihat hanya bi Narmi yang sedang membereskan ini dan itu
Twin Al sudah masuk kamar , begitu ke dapur ku lihat Rayhan sedang membuat teh
Bapak yang sudah masuk ke kamar menyusul ibu
Kini tinggal aku dan Rayhan melihat aku duduk di sampingnya Rayhan menaikkan alisnya sembari mencomot sendok bekas mengaduk teh
Ku tarik Rayhan , "semakin kesini makin bening ucapku
" Ya , sudah tembak saja ucap Rayhan
" Belum lah mau mastiin dulu suka gak sama aku
" Lagian kuliah saja belum terlaksana e....ngebet kawin ucap Rayhan seraya menyeruput teh nya
" Lagian bapak juga bilang kalau sama sama siap , bapak mau langsung lamar biar halal pacarannya
Saat kami bicara ternyata bapak sudah berdiri di belakangku
" Ya....kalau menurut bapak ya biar lulus dulu kurang setahun saja
Seketika aku berbalik , " ih....bapak sok tau
Aku berdiri dan berlalu ke kamar , bapak langsung menarik lenganku
" kemana
" Kamar pak
Rayhan tersenyum meledek dengan puasnya
Kini bapak mengajakku duduk , Rayhan yang beringsut hendak pergi tak luput di tarik bapak juga , duduk berdampingan
" Bi tolong buatkan kopi dan kau
"Teh jawabku , Ray ? tak menjawab hanya menunjukkan gelasnya yang belum habis
Bapak diam sesaat , " Gimana Ra positif mau kuliah dan tinggal di sini tanya bapak
Aku hanya mengangguk , " apa tujuanmu
__ADS_1
Sesaat aku diam , " kuliah , mbantu di toko
dan menjaga jodoh kakak ucap Rayhan sekenannya
Mendengar itu bapak tersenyum sambil mengusik kepalaku , " sudah besar dan dewasa sudah ngerti cinta kata bapak
" Kira kira tanggung jawab dan bisa di percaya nggak kalau bapak ngrestui
Aku dan Rayhan langsung saling pandang
" Itu juga berlaku untukmu Ray tapi bapak minta mantapkan hati biar ada seribu godaan tak goyah ucap bapak
" Kalau bisa tunggu sampai kelar kuliah mas
" Tapi , nggak tau kalau sudah ngebet pingin kawin terpaksa nikahin saja biar aman ucap bapak sambil berlalu dan membawa kopinya yang belum habis
Mendengar itu hatiku sedikit berbunga secara tak langsung bapak sudah kasih lampu ijo
Percakapan yang tak terduga ini membuat
aku semakin percaya diri dan harus menunjukkan bahwa aku bisa di percaya dan bisa tanggung jawab dengan semua pilihanku
Malam sudah menjelang saat bapak meng akhiri sesi percakapan kami , aku dan Rayhan langsung menuju kamar ku lihat kamar ibu juga sudah di tutup dan bi Narmi sudah turun ke kamar bawah
Tertidur dengan perasaan bebunga berharap esok pagi bangun dengan tenang karena
banyak hal yang harus di urus untuk masuk kampusku
Pagi menjelang keluar dengan pakaian rapi kulihat twin Al juga sudah rapi kini telah berhijab " we.....cantiknya adekku
" Belum berangkat ? " masih nunggu kak Ais lagian pendaftaran dua hari lagi
di toko cerocos Aal
Bapak yang baru keluar dari kamar ayo sarapan langsung kita berangkat , aku berdiri di kaca pembatas melihat orang ku suka
Rayhan dengan lemesnya , " masih bening lagi pula sapa yang berani dekatin
Mendengar itu ibu langsung tersenyum
" Sudah lamar aja pak biar gak lari di gondol orang , ucap ibu
" Kalau bapak sih tunggu aja kode kode an mereka
" Kamu gak sarapan Ra , gak kenyang di pantengin terus
" Buruan nanti terlambat lho , ucap bapak lagi
" Ray , twin nanti ibu dan bapak pergi jaga kasir saja bantu tante Rin biar nanti bapak
yang omong
" Siap pak jawab mereka bertiga
Setelah sarapan mereka semua turun tinggal bi Narmi yang beberes
Setelah berbicara dengan tante Rin bapak mengajak berangkat menuju univ yang aku tuju
Ternyata tak begitu jauh bapak yang merupakan almamater kampus ini dengan sigap mengurus segalanya dengan cekatan hingga ayunan langkahku terhenti sesaat
__ADS_1
" Kuliah yang benar , lihat betapa repotnya bapakmu dan jangan sia siakan kesempatan ini Rahan sembari menatap mataku
Sesaat ku rangkul ibu , " aku akan berusaha bu dan jika Allah mengijinkan aku ingin menyelesaikan dengan cepat ucapnya pelan
Ku lihat bapak sudah selesai mengurus semuanya
" Ayo pulang , untuk besok dan yang lainnya biar Rahan saja yang urus bu , sekalian belajar sendiri
ucap bapak sembari berlalu menuju parkiran
" siap bos ucapku
Sengaja bapak tak menyelesaikan semua urusan di univ ini , agar aku juga bisa belajar mandiri
Memasuki parkiran ruko terlihat toko sudah mulai rame bapak berhenti sejenak
Lalu bersandar di sandaran kursi mobil
"Kenapa mas ? menoleh padaku
" Jadi inget saat merintis usaha ini aku seumuran Rahan
" Semuanya sendiri hanya doa eyang kung dan eyang uti yang jadi semangat bapak jawabnya sembari menunduk di setir mobil
Percakapan kami terhenti saat pengunjung toko semakin ramai
" Ayo kita bantu mereka , kemudian bapak sudah keluar dari mobil
Ya... semangat inilah yang harus aku contoh ucap batinku
Berjalan beriringan memasuki toko , meletakkan tas di meja kasir , kulihat Rayhan dan twin sudah sibuk mengurus kasir aku langsung melesat di bagian pelayanan
Rayhan yang di meja kasir tiba tiba sudah
di sebelahku , menoel lenganku
" Kata bapak gak boleh deket deket belum muhrim
" Ih...lemesnya mulut mu Ray
Tiba tiba Rayhan mendekati Ais , " kak mau kan sama kakakku yang ganteng itu tanya Rayhan tanpa filter
Mendapat pertanyaan dari Ray , Ais langsung melihatku sembari tersenyum
Ku piting Rayhan , " bikin malu saja Ray
yang di seberang senyum senyum sembari sesekali melihatku
" Nanggung mas , kelamaan juga kata Rayhan sembari menjaga jarak denganku
karena takut ku piting lagi
Aku tersenyum puas melihat Rayhan sedikit menjauh dariku dan mulai sibuk dengan kegiatannya
Tak terasa waktu cepat berlalu semua sudah terlihat lelah dan akhirnya pukul empat bapak sudah menutup tokonya
Berjalan ke atas satu persatu beberapa karyawan sudah pulang , kini tinggal bapak ibu tante Rin dan om No mereka nampak
berbincang dengan akrab
__ADS_1