Rahael

Rahael
BAB 118 . ALUN ALUN MALAM HARI


__ADS_3

Duduk menempati tempatnya masing masing terlihat Rahan sedikit pucat


Tak berapa lama eyang panji sudah memulai mengutarakan niatnya datang kesini bersama rombongan yanh banyak ini


Sesaat eyang panji menjeda ucapannya


Ais keluar dengan puasan bedak tipis namun cantik , menatap nya tiada putus hingga ia duduk di sisiku


Dengan isengnya aku bisikkan sesuatu


" Andaikan sudah lulus hari ini juga aku halalin kamu Ais , ucapku sembari berbisik


Ais kulihat menundukkan wajahnya dengan


merona


Kegiatanku di buyarkan dengan deheman eyang , " Ternyata cucu saya sudah gak sabar , tapi tenang tahan kan nunggu enam bulan kedepan seloroh eyang yang membuat wajahku ganti merona


Dengan deheman sekali lagi eyang menyatakan maksudnya dan tujuannya datang ke rumah ini


" Tujuan kami ingin kemari untuk meminang nak Ais pak Norman ucap eyang panji


Dengan tersenyum pak No menjawab "semuanya , Saya serahkan kepada anak kami Gimana Ais apa kamu siap di lamar nak Rahan ucap pak No


Ais menatapku sesaat dan kemudian mengangguk , "ya saya terima pak lamaran ini


Seketika semua orang bertepuk tangan dan Rayhan kini bersiul


Ibu dan bapak seketika menoleh dengan amarah


Setelah suasana reda eyang melanjutkan lagi pembicaraan ini


Menyerahkan semua hantaran yang kami bawa


Menyambung pembicaraan yang terputus sesaat , " Agar lamaran ini kuat dan makin erat maka kami akan melakukan tukar cincin sekalian ucap eyang


Memanggil ibu untuk menyematkan cincin di jari manis Ais dan memanggil tante Rin untuk menyematkan di jari manisku


Dan membahas menuju hari h yang akhirnya sesuai dengan kesepakatan pernikahanku pun akan di lakukan bareng dengan Rayhan dan di laksanakan di kota M ucap eyang


Serasa semua seperti mimpi , melanjutkan acara selanjutnya mengenalkan sanak saudara dan tetangga kanan kiri


setelah acara selesai tuan rumah mempersilahkan untuk menikmati hidangan yang tersedia


Serasa makan di restoran gudek komplit , opor ayam dan sambel kreceknya tempe bacem , tahu bacem , telur pindang , areh


dan jajanan serta menu lainnnya


Hari sudah mendekati dhuhur saat kami menyelesaikan semua acaranya , mencari masjid terdekat untuk melaksanakan shalat dhuhur berjamaah


sebenarnya ingin berlama lama di rumah No berhubung acaranya sudah selesai akhirnya kami putuskan untuk pulang

__ADS_1


Saat ini kami kembali ke ruko bersama sama untuk yang kedua kalinya eyang panji mengunjungi ruko ini begitu juga dengan


pak Sentot


Semua karyawan di ijinkan pulang setelah acara pinangan ini


Memasuki ruko dengan suasana yang rame


gelak tawa terlihat dari wajah mereka Rahan dan Rayhan merupakan artis untuk dua hari ini , yang sukses membuat ibu mereka kerja ekstra cepat dan alhasil banyak omelan yang di dengar keempat anaknya


Eyang uti dan eyang Rahayu memasuki kamar lebih dulu setelah menemui dan ngobrol dengan bu widia dan bu Maya


Di mana twin Al dan twin Ra sudah bergerombol di tambah dengan Naya juga


Sedang para laki laki sudah sudah membentuk kelompok sendiri , duo bibik adalah orang yang paling sibuk di rumah


menyiapkan ini dan itu


" Bi....selesai itu istirahat saja nanti kalau perlu sesuatu saya panggil ucap Rahael


Ibu sendiri juga sangat lelah , memasuki kamar dan langsung berbaring di tempat tidur


Eyang panji dan yang lainya juga sudah kembali ke hotel


Sudah hampir magrib tapi ibu belum terbangun , " pak ibu kok belum bangun hampir magrib ucapku


Bapak segera ke kamar melihat ibu dan beberapa saat kemudian bapak sudah keluar kamar dengan tersenyum


kini bapak duduk di sisiku , " mungkin bapak di sini dua atau tiga hari pingin ngajak eyang jalan jalan Ra


" Gimana mau ikut jalan jalan atau buka toko ucap bapak


" Ikutlah pak mumpung Ais juga libur ucap Rahan , dua hari lagi baru masuk ucap Rahan


Bapak tersenyum sembari melihatku


" Rahan , jaga baik baik Ais


Sambil beranjak berdiri shalat magrib dulu habis itu kita ngajak eyang ke alun alun yuk bagus kan kalo malam gini ucap bapak


ku lihat ibu sudah siap dengan mukenanya


" Pak...ayo ucapnya


Melihat istrinya sudah siap Galang langsung


merapat menggelar sajadah , begitu juga dengan eyang uti dan eyang Rahayu


Setelah salat magrib bapak mengajak kami untuk bersiap , " Rahan ...ajak juga duo bibi ucap eyang


Menghubungi Rayhan di hotel dan berjanji bertemu di alun alun

__ADS_1


Suasana begitu ramai banyak muda mudi nongkrong , para eyang berjalan santai menikmati udara yang sedikit lembab


Akhirnya kami sepakat berpencar , eyang widia sudah memilih tempatnya sendiri begitu juga dengan Rayhan sudah dengan Naya twin Al dengan eyang Rahayu


Aku dengan senangnya menggandeng eyang uti dan di depanku bapak dan ibu


" Ayo , eyang pacaran dengan Rahan saja mumpung Ais gak ada


Mendengar itu eyang tertawa terkikik ," nakal koe nghudo eyang


Bapak dan ibu yang mendengar celotehku ikut tertawa , " kemana Ra , makan yuk


Dua bibi yang di belakangku ikut tersenyum bibi gak marahkan aku pacaran sama eyang uti , kini eyang lebih memilih mengelus kepala Rahan


" Sudah terserah mas Galang , ucap Rahael


" Memilih angkringan yang merupakan makanan yang mudah di cari


" Ayo Ra....Rahan Eyang utinya di jaga bi ayo ucap Galang dan Rahael


Memilih makanan sesuai keinginan masing dan untuk mrnghangatkan tubuh kami memilih wedang ronde


Sembari makan eyang uti tersenyum "makanannya enak enak Ra , apalagi sate kulitnya juara enaknya ucap eyang


Rahael tersenyum dan mengangguk , "eyang mau di bungkus buat di rumah sate kulitnya


" Nggak Ra cukup ini saja , ucap eyang


Setelahnya menikmati dengan diam dan menyeruput wedang rondenya , " lama ya ibu gak kesini ucapnya lagi


" Maaf bu , kalau Ra dan mas Galang gak pernah ngajak ibu kalau kesini


" M....ora ngunu Ra , muk ibu kelingan eyang kung saja , kalau kesini mesti minum wedang ini


( M....nggak gitu Ra , ibu hanya keinget eyang kung saja )


Seketika mas Galang merangkul eyang , " maaf bu


" Ibumu ki ira opo opo cen ibu seng ra gelem nag endi endi wes tuwo Lang , luweh becik ning omah ngibadah sembari mengusap kepala anaknya


( ibumu ini gak apa apa memang ibu sudah gak mau kemana mana sudah tuwa Lang ,


lebih baik di rumah ibadah )


Selesai makan kami ingin mengajak ibu jalan jalan lagi namun di tolak ," wes Lang ibu wes kesel soyo suweh hawane adem


( Sudah Lang ibu sudah capek semakin lama udaranya dingin )


Sembari merapatkan jaketnya , " Ra masih mau kemana tanya Galang


" pulang mas , kasian ibu ucap Rahael

__ADS_1


" Rahan hubungi eyang Rahayu dan tolong beritahu yang lainnya kita pulang dulu ucap Galang


__ADS_2