Rahael

Rahael
BAB 112 . PERKENALAN EYANG PANJI


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siang dengan heboh , akhirnya Rahan dan yang lainnya mengunjungi rumah eyang panji


Eyang Rahayu dan eyang uti memilih tinggal di rumah menggunakan dua mobil akhirnya mereka tiba juga di rumah eyang saat itu selepas maghrib


setelah melakukan shalat maghrib secara berjamaah kini mereka berkumpul di ruang tengah memeluk satu persatu cucu kesayangan mereka


Ais memundurkan diri saat eyang panji ingin memeluknya dan lebih memilih eyang widia dan memeluknya lebih dulu melihat itu eyang panji hanya tersenyum dan semakin memeluk Rahan erat , " aku suka dengan calon cucu mantuku ini sembari berbisik


Tak banyak yang bapak dan ibu ucapkan yang pada intinya mereka mengenalkan dua cucu mantu mereka dan rencana mereka dan ini hanya pembicaraan antar orang tua


" Lang apa ini berlaku untuk Rayhan juga ucap kakek seketika


" Gak masalah eyang toh umur mereka juga sudah sama sama dewasa , kalau Rayhan siap ayo ucap mas Galang


" Toh ...toko itu juga bisa mencukupi kehidupan mereka


" Maaf eyang ini tentang amplop yang eyang berikan waktu itu apa bisa kami buka


Seketika wajah eyang Panji terkejut , " Lho kenapa belum di buka Lang tanya eyang panji


" Kata mereka nunggu mereka siap


Rencana sih besok eyang , ucap Galang dan Rahael bersamaan


" Ya sudah besok saya akan datang dan sebagai saksi dan memperkuatnya akan saya bawa pengacara Lang ucap eyang Panji lagi


" Jadi ...


" Maaf saya belum membukannya sama sekali dan yang dari silvi juga ucap Rahael


Mendengar itu eyang panji hanya tersenyum


" Di sini yang seharusnya minta maaf kami Lang Rahael


Sesekali melihat jam , " maaf eyang sudah malam bawa anak orang biar Rayhan nganter Naya dan yang lainnya dengan kami ucap Galang


" Kami pamit sampai ketemu besok ucap Galang


Berjalan hingga ruang tengah anak anak masih ramai


" Twin dan kalian pamit dan salim ucapku


saat itu


Dengan berbaris mereka berpamitan satu persatu


Bu Widia tersenyum tiada henti melihat ini


dan pak panji kini memandang dengan haru


" Hati hati ucapnya saat kami memasuki mobil dan melajunya dengan tenang


Menempuh perjalan sekitar dua puluh menit akhirnya sampai di rumah


Menuju kamar masing masing twin Al langsung mengajak kak Ais


" Kakak tidur di kamarku saja sembari menggandeng tangannya sementara Rahan tersenyum kecut


Tak berapa lama Rayhan juga sudah datang


Berjalan bersama menuju kamar , hampir setahun jarang bertemu

__ADS_1


Merebahkan diri di kasur dengan menatap langit langit , " Ray gimana hubunganmu dengan Naya dan melihat Rayhan


Yang di lihat kini sudah memiringkan badanya , " Maksud kakak


" Serius atau gimana Ray tanya Rahan


" Masih sama sama kuliah mas


" Terus , mau kau bawa kemana hubungan kalian , kulihat gaya pacaranmu Ray


" Cewek itu juga anak orang kamu main peluk peluk gitu saja , ingat twin Ray adikmu juga cewek ucap ku lagi


Ku lihat Rayhan hanya terdiam


" Terus kalau kakak


" Aku memang dari awal serius sama Ais


Ray , tak ingin mempermain kan nya


" Memang gaya pacaran kakak


" Sejak awal aku dan Ais sudah setuju tak ada sentuhan , pelukan apalagi ciuman aku menerimanya dan menghormati keputusannya


" Terus .... aku hanya menatapnya dengan cinta dan perbuatanku


" yakin gak pernah pegang


kulihat mas Rahan menggeleng


" Ray...jika kau sudah mantap buruan halalin takut jika nanti terjadi sesuatu yang orang tua kita tidak inginkan


" Lagian nanti kalau sudah halal mau ngapain saja juga boleh dan lagi gak resiko


Setelah percakapannya dengan kakaknya pagi ini Rayhan banyak termenung dan diam


Melihat kak Rahan sudah keluar lebih dulu membuatnya sedikit tenang


Berjalan menuju kamar bapak dan ibunya mengetuk beberapa saat , begitu pintu di buka Rayhan langsung menerobos masuk


Melihat bapaknya masih belum bangun Rayhan langsung tidur di sebelahnya


Sang ibu yang masih berdiri kebingungan


segera di tariknya untuk tidur juga


" Eh...ada apa Ray tanya ibu


" Sebentar biar bapak bangun dulu ucapku


" Tak berapa lama akhirnya bapak terbangun juga


" Kok tumben Ray ucap bapak , Ray hanya diam dan memeluk bapaknya


" Eh....ada apa Ray kini sang ibu yang bingung


" Pak , bapak gak marah kan ?


" Memangnya


" Ray... Ray sudah mantap dan ingin menghalalkan Naya ucapnya sembari memeluk bapaknya

__ADS_1


" hhhhhhhhh seketika bapak dan ibu tertawa tergelak , " O....ala le pingin nikah to !


" Ayo mau kapan pun siap ucap bapak


" Liat bu anakmu ngrangkul ngrankul ngene iki tibane onok karep pe


( Lihat bu anakmu merangkul seperti ini ternyata ada maunya )


Seketika ibu berganti memelukku dan mengusap rambutku , " sampaikan kabar bahagia ini ke keluarga Naya mumpung adek dan kakakmu datang nanti kita gantian yang ke kota S


Sesaat ibu mengecup pucuk kepalaku


" Sudah sana mandi , jangan buka toko Ray di rumah saja untuk sehari ini jangan kemana mana


sebelum mencapai pintu tolong kakakmu suruh ke sini sekalian Ray


Aku hanya mengangguk dan tersenyum


Selepas Rayhan keluar mas Galang duduk bersila di atas ranjang , " Ray , Ray cara yang unik untuk menyampaikan maksudnya dan setelahnya turun dan masuk kamar mandi


Setelah beberapa saat mas Galang sudah berganti baju terdengar pintu di ketuk lagi


" Masuk Rahan ucap ibu


" Ra...nanti jangan ke mana mana untuk sehari ini saja ada urusan yang harus di selesaikan ucap ibu dan bapak


" penting kah bu ?


" Hm...nanti Rahan tau sendiri jawabanya


" Ayo ayo sarapan kasian eyang dan yang lainnya ucap ibu


Selesai sarapan aku dan Rayhan hanya duduk di ruang tengah


" Twin...ajak kak Ais jalan jalan gih biar di anter mang juned ucap ibu


Mendengar itu Rahan langsung berdiri


" Biar aku saja bu yang nganter ucap Rahan


" Sudah biar mang Juned ada hal yang lebih penting yang harus di selesaikan


Tak berapa lama mereka sudah siap


ku tatap Ais dan sadar akan tatapanku


" cuma sebentar mas di suruh ibu , janji gak bakal nakal


" Twin jaga kakak kalian nanti jika urusan kakak selasai kakak susul


" Twin jaga kak Ais dia masih belum tahu kota ini


Mendengar itu ibu tertawa , " Rahan ...mereka itu main ke rumah Naya ucap ibu seketika


" iya bu tetep nanti aku yang susul , Ais nanti di kursi belakang jangan dekat mang juned


Melihat percakapan ini Rayhan sadar hanya dengan menatap nya saja kak Ais sudah paham akan maksud kak Rahan


Dan Rayhan sadar tanpa menyentuh kak Rahan sudah bisa membuat kak Ais menurut


" Ayo kak berangkat ucap Twin sembari berpamitan pada ibu mereka

__ADS_1


" Kak Ais berangkat ucapnya sembari menunduk


__ADS_2