
Begitu masuk kamar aku langsung mengajak Rahael ke ranjang sini sembari ku tepuk tempat di sisiku .
Melihat Rahael ragu , " gak ngapa ngapain Ra lagian mas capek cuma mau cerita
Rahael bergegas duduk di sisiku
" Mau cerita apa coba ? ini tentang silvi , Mawan dan juga ibunya .
Seketika Rahael menatapku , " memangnya
" Parah Ra , mobilnya depannya ringsek untung mereka masih selamat meski dengan luka parah tengoklah silvi sekali kali lain waktu kasian kakinya di gips dan banyak luka lecetnya Mawan lebih parah beberapa selang yang masuk di tubuhnya , kata silvi sudah melewati masa kritisnya tinggal pemulihan.
Dan beruntung sekali pak panji dan bu widia hanya mengalami luka luka ringan karena mereka duduk di belakang .
Mendengar ceritaku Rahael hanya mengambil nafas panjang .
" Ra .... silvi memintaku untuk mengajak twin saat menjenguk mereka nanti gimana menurutmu , sebenarnya aku keberatan mas
nanti tunggu mereka pulih dulu paling tidak
Dulu saja waktu ibu opname mas gak ngijini lama lama di rumah sakit , biar mereka pulang dulu dan pulih jawab Rahael
Aku hanya mengangguk saja.
" Ayo tidur Ra mumpung twin tidur
Aku langsung merebahkan tubuhku dan menarik tubuh Rahael lebih mendekat
terasa hangat dan tenang .
Aku terbangun saat tubuhku merasa kedinginan kuraba di sisiku ternyata rahael sudah bangun dan tengah shalat tahajut
Saat salam usai Rahael sekilas menatapku
__ADS_1
" Tahajud mas , ayo Ra sudah selesai
Bergegas ke kamar mandi mengambil air wudhu tak beberapa lama akhirnya selesai juga .
Sembari menunggu shalat subuh aku dan ra sengaja hanya tiduran sembari membahas
hal hal sepele kadang menceritakan masa kecil kami .
Tak berapa terdengar adzan subuh bergegas
mengambil air wudhu dan melakukan salat berjamaah bersama Rahael .
Setelahnya aku bergegas kembali ke ranjang
" mas mau tidur lagi ucap ku , mas Galang hanya mengangguk , Ra lihat Twin dulu mas
sembari melangkah keluar kamar .
Belum lagi langkahku sampai di kamar twin
" Ra.... cepet ganti baju ucapku , " aku beritahu ibu dulu biarkan twin di rumah saja sama bibi ucapku lagi .
ku tahan tangannya sabar mas , ada apa ?
" ayo ...Ra cepat kasian silvi ucapku lagi .
Mas......tenang , ucapku .
ku tahan langkahnya , " tarik nafas mas
masih ku tahan langkahnya .
" Lagi mas ....
__ADS_1
sekarang cerita ada apa tanyaku
Belum selesai bicaraku tiba tiba , ibu sudah berteriak " Lang.....ayo kerumah sakit sekarang darurat ucap ibu .
Kali ini tanpa ba , bi , bu aku menggeret Rahael bentar mas , lihat bajuku
Seperti sadar akan keadaan mas Galang menatapku dan sedikit tenang " Gantilah dulu Ra mas tunggu di mobil .
Sedikit lega melihat mas Galang tenang kembali .
Setelah berganti pakaian aku menemui bi Nina di dapur , berpesan sesuatu padanya dan kemudian berjalan keluar ku lihat
ibu sudah menunggu di depan bersama mas Galang .
Begitu masuk dan menutup pintu , " mas jangan ngebut ucapku .
Ku lihat mas Galang mengangguk tapi jelas nampak gelisah .
Sembari menyetir ku genggam tanganya
entah apa yang membuatnya begitu khawatir
Ibu yang sedari tadi juga duduk terdiam sesekali ku lihat mulutnya komat kamit
perjalanan cukup lama hampir satu jam
terasa lambat karena sedikit macet .
Pikiranku mulai teringat akan kata kata mas Galang kasian silvi , memangnya.....
Tiba tiba dadaku berdegub kencang dan tangan ku sedikit berkeringat , kuambil air putih yang ada di depanku kemudian mengambil nafas panjang berulangkali .
Melihat kegiatanku ibu dan mas Galang secara bersamaan .
__ADS_1
Untuk menutupinya aku tersenyum , ikutan tegang mas .