
Bab 83. Berita Bahagia
Setelah melalui drama saat akan berangkat ke Dokter Sumi akhirnya Galang menurut saja saat Rahael memaksa membawa atasan baju yang bekas Galang pakai.
Berpamitan ke ibu dengan wajah sedikit cemberut membuat ibu sedikit tersenyum,
"hati-hati, ini baru awal Lang," ucap ibu.
Di dalam mobil Galang melihat Rahael sibuk mencium baju yang di bawanya dan sesekali di lepaskan, melihat hal itu Galang hanya bisa menghela napas.
Rahael yang melihat hanya sedikit tersenyum.
"Maaf, kalau Rahael tadi, melotot dan sedikit marah, tetapi kalau sudah mencium baju Mas, ini enak Mas buat Rahael enggak pusing," ucap Rahael menjelaskan.
Galang yang mendengar ucapan Rahael, jadi sedikit merasa bersalah, "enggak apa-apa asal Rahael senang," ujar Galang sembari
melihat mencium baju yang di bawanya lagi.
Hampir sepuluh menit perjalanan akhirnya sampai juga, melihat ruang praktek Dokter Sumi masih buka, "ayo, Rahael," ajak Galang, "tetapi boleh kan Rahael bawa ini?" tanya Rahael ragu. Galang hanya mengangguk paham sudah atas keinginan Rahael.
__ADS_1
Mengambil nomor antrean dan mengisi data, Rahael dan Galang duduk sejenak. "Mendapat nomer urut dua," ucap Galang saat Rahael menatap. Duduk di samping Rahael membuat Galang berpikiran jernih, "hm. Akhirnya Galang tersenyum, saat sadar akan kondisi Rahael.
"Ih. Kok senyum-senyum," ujar Rahael ngegas. Mendengar ocehan Rahael Galang hanya berguman, "kumat deh sensinya."
Beberapa menit kemudian nama Rahael di panggil, begitu melihat kedatangan kami Dokter Sumi langsung tersenyum dan nemeluk Rahael, "bagaimana sehat? Ada yang bisa di bantu?" tanya Dokter Sumi.
Seketika Galang menjawab, "alhamdulillah sehat Bu," jawab Galang, "mau kontrol Bu," jawab Rahael.
"Sudah tes urine?" tanya Dokter Sumi, sementara Rahael hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Ya, sudah sini berbaring," ucap Dokter Sumi sembari tersenyum membetulkan kaca matanya, "sebentar!" ujar Dokter Sumi, lalu mengoles gel di perut Rahael.
"Enggak ada Bu, tiba-tiba saya pingsan begitu saja, terus saya kok suka nyium baju suami saya," cerita Rahael apa adanya. Seketika Dokter Sumi tersenyum terkekeh sembari melihat layar.
"Ternyata ini penyebabnya. Sini Lang!" panggil Dokter Sumi agar Galang mendekat,
sembari menujukkan bentuk yang lumayan besar, "hampir tiga bulan, hebat tidak menimbulkan gejala hamil," tutur Dokter Sumi.
"Ngidam?" tanya Dokter Sumi, Rahael hanya menggeleng sebagai jawaban. "Alhamdulillah sehat, bayi kuat dan harus sabar, jaga emosi nanti pengaruh pada janinya," tutur Dokter Sumi. Rahael hanya mengangguk lagi.
__ADS_1
Mendengar Rahael hamil hati Galang berbunga tersenyum lebar, "ternyata berhasil juga," tutur Rahael lirih. Dokter Sumi langsung tersenyum sembari mengusap gel di perut Rahael.
"Bagaimana Twin Rahael?" tanya Dokter Sumi. "Alhamdulillah sehat Bu," jawab Rahael sembari membetulkan bajunya
dan setelahnya seperti mencari sesuatu, kemudian tersenyum saat melihat benda yang di maksud.
Dokter Sumi tersenyum, "tuh tandanya sayang sama Mas Galang enggak mau ketinggalan baunya," tutur Dokter Sumi bahagia.
Setelah beberapa saat, "ini resep harus di tebus jangan lupa di minum dan juga susu hamilnya di jaga baik-baik, dapat dua lagi Lang!" ucap Dokter Sumi.
Mendengar berita ini, Galang seketika langsung menciumi wajah Rahael, "terima kasih," tutur Galang lirih.
Kami pun keluar dari ruang praktek dan menuju parkiran mobil dengan senyum yang mengembang di sudut bibir, kami mengucap syukur yang tiada terkira atas kehamilan yang ke dua, kehamilan yang penuh drama. Rahael menjadi sosok yang cengeng dan sedikit suka berdandan dan berpose di depan kaca dan itupun berlangsung hingga kehamilan tujuh bulan.
Saat ini keluarga kami berkumpul begitu juga dengan Silvia dan suaminya serta Pak Panji dan Bu Widia yang sangat semangat dengan kehamilan Rahael yang kedua ini.
Merayakan acara tujuh bulanan dengan acara sederhana mengundang pengajian dan anak-anak panti demi mengharap doa-doa terbaik untuk anak kedua kami yang lagi-lagi di beri kepercayaan untuk memomong Twin lagi.
Acara demi acara telah selesai dan hingga akhir acara, duduk lesehan menikmati hidangan yang ada setelah para tamu pergi.
__ADS_1
Melihat semua tersenyum gembira, saat melihat Twin dengan lucunya yang sudah pandai berbicara dan bertingkah.