
Mendengar ucapanku mas Rahan semakin mengeratkan pelukanku terimakasih ucapnya
" Ayo mas tidur , besok pasti sibuk dengan anak anak
Meskipun mataku terpejam tapi pikiranku melayang jauh mengembara memikirkan seperti apa nanti jadinya
pagi menjelang meja makan sudah ramai dengan celoteh saat aku turun ke bawah
" twin biasa kalau di meja makan rame seketika mereka menoleh sembari menunjuk diri mereka
" Ya kalian semua ucapku
seketika mereka diam dan makan dengan cepat , " Ayo Aal cepat , kakak tinggal lo sementara Al dan Rayhan masih mengunyah
" Tunggu kak , ih....mesti buru buru
menghabiskan dengan segera makannya
" Al gantian kamu yang bareng sama kak Ra
pasti seru bujuknya .
" nggak aku lebih suka sama kak Ray
Mendekat sejenak lalu membisikkan sesuatu
" Sungguh ? yakin , ucapnya
Rahan seketika mendelik , " Aal .....
" Is ....kakak berisik , ayo
Rayhan yang sudah mengetauhi ulah kakaknya hanya tersenyum , " enakkan
" Ayo al sambil berpamitan
" Aal besok saja aku bareng kak Ra jadi penasaran
__ADS_1
Merasa terpojokkan Ra langsung memiting adiknya , "hi.... kakak ni bajuku bau keteknya
sembari tertawa Rahan makin memitingnya lagi
" Bapak.....mas Rahan
seketika pitingannya langsung di lepas
Kakek yang di depan terkejut saat aku dan Aal salim , " lah tadi kayaknya sudah salim
" Eh ....kakek itu Rayhan
" Assalammualaikum wr wb dan langsung melajukan sepeda ku
Berselang beberapa menit aku dan Al hampir datang bebarengan .
" Aal yakin dengan ucapanmu ?
" Masih gak percaya tanya saja kak Ray Al
" Ayo Al buruan sudah bel sembari sedikit berlari
Sedang di tempat lain Rahan sedang uring uringan karena gara gara Aal semuanya pelan pelan pasti kebongkar
Rayhan yang melihat itu hanya tersenyum
" masih kecil juga coba coba pacaran sekolah mas , cibir Rayhan
Mendegar itu Rahan langsung melempar bulfen yang sedari tadi di pegangnya
" Biar bapak tau dan dada ....uang bulanan ucap Rayhan .
setelah itu , " Rahan dan kau juga Rayhan fokus teriak bu martina seketika keduannya
terdiam
Pelajaran yang tidak menguras otak membuatnya pusing , rencana ingin menyembunyikan pacaran sembunyi sembunyinya akhirnya terbongkar juga
__ADS_1
Membayangkan amarah bapak dan ibu
berarti ia sudah melanggar poin ketiga dari orang tuanya
Seketika badannya bergidik membayangkan uang bulanannya hangus
Raihan yang duduk di sampingnya hanya tersenyum , " gimana kak sudah siap ?
sembari berbisik .
Bu Martina yang mendapati kedua Ra berbisik langsung melempar kapur
" Hei...kalian maju , ucap bu martina
Maju kedepan sembari menggaruk kepalanya
" berdiri hingga mapel selasai
dan setelah itu catat pelajaran yang ibu terangkan hari ini
Apes bener gerutunya , ya..hampir dua jam akhirnya mereka berdiri
Kini pandangannya tertuju pada Rayhan
" ini pelajaran untuk kalian jika saya menerangkan kalian gak fokus ini contohnya
pelajaran ibu akhiri sampai di sini
" ingat tugas kalian , kumpulkan nanti di jam istirahat terakhir
Pelajaran demi pelajaran telah terlewati hingga jam pelajaran usai Rahan masih saja merasa jengkel dan itu ia bawah sampai datang ke rumah mendiamkan Aal
Aal yang di diamkan merasa bersalah dan akhirnya menangis semua itu tak luput dari perhatian bapaknya dan ibunya
Hingga selama dua hari mereka diam diaman
Seperti akan melakukan sidang akhirnya Sang bapak memanggil mereka untuk berkumpul di ruang tengah sementara para eyang lebih memilih memasuki kamar mereka tak ingin menganggu dan hanya ingin mengetauhi hasil akhirnya
__ADS_1