
setelah puas tertawa bidan sumi kembali fokus , " Memangnya kenapa tanya bidan Sumi
" Begini tante saya pernah dua kali terlambat minum pil kb , tapi setelahnya saya minum lagi seperti biasa tante
" Apa itu bisa menyebabkan hamil ?
" Mungkin resiko hamilnya sangat kecil Ra , tapi semua tergantung sama Allah kan ucap bi Sumi lagi
" Sekarang usiamu berapa Ra tanya bidan Sumi lagi
" Hampir tiga delapan tant ucap Rahael
Jadi dulu pertama punya bayi umur delapan belas Ra , twin umur berapa Ra sekarang
" Dua puluh taun
" Betarti kembar kedua sekarang tujuh belas taun , jarak yang jauh diam sejenak
" Ayo sini Ra , ucap bidan Sumi
Setelah Rahael siap bidan Sumi mengoleskan gel ke perut Rahael sejenak bidan Sumi tersenyum sembari memutar alat nya
Kemudian mengusapnya , Rahael segera turun
" Sini tante tensi dulu takutnya tinggi , terus timbang badan Ra
Setelah semua selesai , " Ra ...selamat ya , sudah empat minggu ibunya sehat bayinnya juga
" Tapi di usiamu yang sudah di bilang resiko tinggi Ra , gimana mau di teruskan dan harus siap lahir batin atau ...
Aku dan mas Galang saling berpandangan
kami siap , ucap mas Galang
" Ya..sudah jika itu tekad kalian
" Ra...di kehamilan mu di usia bukan muda lagi ini rentan komplikasi kehamilan , harus dalam pengawasan saya dan perawatan saya dan konsultasikan setiap ada keluhan
" Sudah tips dari saya
Harus rutin memeriksakan kandungan , konsumsi suplemen untuk ibu hamil yang mengandung asam folat dan zat besi , jaga berat badan yang ideal , hindari kebiasaan
yang membahayakan janin , nanti jika usia kandungan sudah cukup lakukan deteksi kelainan kromosom pada janin biasanya ini melalui USG , pemeriksaan cairan ketuban dan pemerikasaan darah janin melalui plasenta
" Apa kalian siap ucap bidan Sumi
" Galang dan Rahael mengangguk
" Ya , sudah ini resepnya di tebus Lang
ingat ini juga masih rentan keguguran harus hati hati dan banyak istirahat
" Ada yang mau di tanyakan
__ADS_1
" Tante porsi makanku jumbo banget apa ini juga tak berpengaruh
" Gak apa apa Ra asal jangan berlebih
itu vitamin , suplemen dan susunya juga di minum , hati hati ucap bidan Sumi
Kami kemudian salim dan pamit , dalam perjalanan pulang Rahael masih diam
" Mas ....bantu aku ya menjaga anak kita
seketika mas Galang menghentikan mobilnya
" Tentu mas akan bantu Ra , ingat pesan bidan Sumi ucap Galang
Nanti mas akan minta bi Nani dan eyang juga ikut mengawasimu saat mas sibuk
" Aku kok malu mas , seperti apa reaksi anak anak nanti apalagi kepada dua mantuku
sekilas mas Galang tertawa , " kenapa malu toh itu aku bapaknya
Mas Galang mendekat dan membisikkan sesuatu ," duh....konsul sama bidan Sumi dulu boleh enggak
Pasti boleh ucap mas Galang sembari melajukan mobilnya lagi
" Ih....kok senyum senyum mas , geli saja Ra kita masih di percaya Allah dengan rejeki ini
" Entalah , mas ucap Rahael
" E....mampir apotik mas
Tak berapa lama Galang sudah keluar lagi
dan membawa sekresek vitamin dan sejenisnya , diawal kehamilan yang tidak begitu merepotkan
Galang melajukan mobilnya dengan tenang
Begitu sampai di rumah Rahael langsung menuju kamar dan istirahat mengingat pesan bidan Sumi
Galang masih sibuk memasukkan mobilnya di garasi dan langsung menyusul istrinya
Hanya terlihat eyang uti di ruang tengah ddn kemudian mertuanya kemudian keluar
Melihat eyang masih belum istirahat Galang menghentikan langkahnya , " kok belum istirahat bu , sudah jam sembilan
Tak menjawab pertanyaan Galang malah balik bertanya dari mana ,Lang kok banyak bawaan sekresek
" Oh...ini , obatnya Rahael dan susu hamilnya
" Bu....ya , Rahael hamil lagi seketika eyang Rahayu tersenyum , " gak apa apa Lang
" Di kehamilan ini Rahael ber resiko tinggi karena umurnya sudah di atas tiga puluh tahun , jadi Galang juga minta tolong untuk ikut menjaganya kalau Lang sibuk
Duduk di sidi kedua orang tua nya , " bidan Sumi juga bilang masih rentan keguguran jadi aku kok jadi semakin kasian , apalagi enam bulan kedepan kan mau repot bu
__ADS_1
Aku juga gak tega kalau mau ninggal ninggal bu , " ya nanti kita bantu sebisanya toh ada eyang panji juga , ngunduh mantunya semua pesan saja Lang , gak usah ngundang tamu banyak banyak yang penting sanak saudara dan tetangga kita sekalian mengenalkan anak anak mantu kita ke tetangga
" Galang kamar dulu biar Ra bisa minum vitamin dan susunya , bu tolong beritahu bi Nina juga , anak anak biar nanti Galang saja
waktu berjalan dengan pasti acara pernikahan dua anaknya dengan sikap over protect nya Galang dengan kehamilannya
Semua yang berhubungan dengan pernikahan twin Ra kini sudah beralih menjadi tugas Galang eyang Rahayu dan eyang panji
Kini perutnya sudah nampak membuncit setelah di bulan pertama diawali dengan muntah dan pusing
Galang tersenyum setiap kali melihat istrinya
" Terima kasih Ra , mau menjaganya ucapnya sembari sesekali mengusap perut istrinya
Rayhan awalnya sangat terkejut mendengar ibunya hamil lagi , tapi toh itu bukan masalah
malah wajahnya tersenyum ceria
Semua persiapan pernikahan sudah selesai meski Rahael yang memiliki ide dan Galang yang melaksanakan , " Mas nanti di pernikahan Rahan aku gak bisa ikut mas gimana , gak apa apa anak anak kita juga tahu kondisi ibunya Ra
Kan mereka juga nanti bakal kita buat resepsi di sini , ucap Galang
" Sudah jangan banyak pikiran kini di usiannya kandungan Rahael yang ketiga bulannya , Ra...
" Hem...
" Belum tidur kan ?
" Boleh .....
" He , e tapi pelan pelan ya
Galang langsung tersenyum sembari mengelus perut istrinya , bapak tengokin ya
sembari memberikan sentuhan sentuhan menggairahkan
Dengan hati hati Galang melakukan kunjungan di sore hari
Hari berganti dengan cepat , kehamilan Rahael sudah memasuki bulan ke lima
meskipun bayi dan ibunya sehat tapi Galang masih over protec , Rahan dan twin pun sudah datang karena sudah ujian begitu juga dengan Ais tinggal menunggu pengumuman mendapati ibunya hamil lagi twin Al senang sekali begitu juga dengan Rahan
Kehamilan yang menginjak di bulan kelima Rayhan ingin memajukan pernikahannya dengan Naya meskipun sudah di sepakati bersama , semua kesibukan kini sudah di tangani oleh Galang dan eyang panji
Rahael di temani uti dan bi Nina datang ke resepsi Rayhan , tangisnya turun saat melihat putranya memaksi baju pengantin adat jawa saat melakukan ijab qobul
Rahan dan twin Al tersenyum bahagia
" Ih...yang bulan depan yang ikut nyusul kak Ray ucap twin bersamaan yang di goda
senyum senyum saja , bapak yang melihat ke tiganya tersenyum berjalan mendekat mendekati istrinya , capek .... ayo kita cari duduk yang nyaman bi tolong eyang uti ucap Galang
berpindah tempat ke tempat yang agak sepi
__ADS_1
Eyang panji masih berdiri mendampingi Rayhan karena acara di resepsi di laksanakan sekalian untuk menghemat waktu
Memandang dari kejauhan seketika senyum Rahael terkembang sembari mengusap perutnya