
Bab 78. Senang
"Bi. Biar mereka dengan saya saja, begitu Twin dalam gendongan Galang."
"Oh. Ya, Bi. Apa Ibu baik-baik saja?" tanya Galang pelan.
"Maaf, Pak. Ibu bilang, kepalanya sedikit pusing, jadi Ibu pinhin istirahat," tutur Bi Narmi. "Oh, enggak apa-apa Bi, biarkan Ibu istirahat hingga terbsngun drngan sendirinya, bilang saja Bapak ada di rumah belakang jika Ibu nanti mencari," ujar Galang sembari menggendong Twin.
Menggendong dua jagoan ini. Serasa lucu yang satu sibuk menciumi pipi yang satu lagi sibuk bermain dengan rambut. Setelah sampai di rumah belakang Galang melihat Bapak tengah minum kopi dan makan pisang goreng. "Bu, ada Twin!" panggil Bapak saat melihat Galang menurunkan Twin.
Bapak dengan gayangnya mulai mrnggoda Twin, "ayo, kemari sini-sini!" panggil Bapak sembari tersenyum. Twin dengan patuh menghampiri Bapak. "Ayo, Kakek yang nyanyi, Twin yang joget," tutur Bapak sembari memukul kaleng bekas sembari bernyanyi, "Tak, dut. Tak dut, dut, dut," hingga berulang kali, Mendrngar tabuhan dari Baoak Twin langsung menggerakkan tubuhnya berjoget dengan gayanya sendiri ke kiri, ke kanan. Melihat ini Galang langsung merekam ulah Twin yang makin lama makin menggemaskan. Sejetika Galang tertawa tergelak, sementara Ibu yang baru datang dari dapur langsung ikut menyemangati dengan menepuk tangannya menyesuaikan irama tabuhan Bapak.
Hingga beberapa lama, "sudah Pak! Kasihan capek!" ujar Ibu sembari duduk.
"Kemana ibunya Galang?" tanya Ibu.
"Tadi waktu Galang kemari masih tidur, kata Bi Narmi kepalanya pusing."
"Oh. Ya, biarkan Rahael berisitirahat, kasihan!"
"Kopi Nak?" tanya Ibu. "Enggak, Bu!" Bu tolak Galang pelan sembari menaikkan Twin di sisi Ibunya.
__ADS_1
"Pak. Galang sudah beli Ruko yang ada di depan jalan raya, rencananya mau di buat untuk menjual pusat oleh-oleh. Bagaimana menurut Bapak?" tanya Galang sembari melihat Twin yang sedang di suapi pisang goreng oleh Ibu.
"Ya, bagus-bagus saja Nak, tetapi ya harus di bersihkan dulu Galang!" tutur Bapak pelan. "Benar Pak. saya dan Rahael sudah membicarakan ini," ujar Galang.
"Mohon doa restunya saja Pak, Ibu. Semoga usaha kedepannya lancar," ucap Galang.
"Hiya Nak, Bapak dan Ibu, cuma bisa mendoakan, terus Ruko yang ada di sana?" tanya Ibu pelan. "Alhamdulillah semuanya lancar Pak, Bu."
" Alhamdulillah!" ucap Bapak lega.
Galang melihat ke arah Twin, karena mereka terdengar diam, "loh, kok sudah tidur Bu?" tanya Galang heran.
"Ya, mungkin mengantuk Lang, lah dua hari rewel terus," jawab Ibu lirih.
"Twin, masih tidur. Ayo, sini naik temani mereka," ucap Ibu sembari beringsut turun.
"Enggak Bu, Rahael mau pisang goreng lagi," ujar Rahael sembari mengambil pusang goreng. Bapak hanya tersenyum mendengar ucapan Rahael. "Sepertinya dulu enggak suka pisang goreng Rahael?" tanya Bapak tiba-tiba. "Ih! Bapak kan mesti begitu," balas Rahael. Mas Galang yang mendengar
celoteh Rahael tersenyum sembari mendekat, "manja," ucap Mas Galang sembari mengusap kepala Rahael.
Rahael langsung memeluk lengan suaminya, melihat sikap isterinya yang seperti ini sesaat Galang tersenyum, sifat jailnya kini kembali, Galang srmbari menatap Rahael, "Pak. Bapak mau tahu enggak?" tanya Galang tiba-tiba.
__ADS_1
Ibu yang sudah berjalan sedikit jauh kini kembali mendekat, "apa?" tanya Ibu dan Bapak bersamaan.
"Bapak tahu enggak, ternyata dari kecil Galang sudah di pilih untuk menjadi pawangnya gadis cantik ini pak," tutur Galang dan lsngsung mendapat reaksi dari Rahael.
"Eits, enggak kena," ujar Galang sembari menghindar saat Rahael ingin mencubit perut Galang.
Rahael yang merasa malu, akhirnya mengadu juga pada Bu Jum, "Bu, jewerin Mas Galang. Ih, Mas kalau begini Rahael kan jadi malu," tutur Rahael merajuk.
Ibu yang sangat menyanyangi Rahael langsung mendekat, "Galang, jangan begitu," ujar Ibu srmvari menjewer telinga Galang.
"Akh. Ibu, selalu begitu," turur Galang pura-pura tak terima. "Itu hukuman karena sudah menggoda anak perempuan Ibu," ujar Ibu sembari melepaskan jewerannya dan langsung memeluk Rahael.
Bapak yang sedari tadi melihat, akhirnya ikut tertawa, "ada-ada saja," guman Bapak.
Galang masih saja suka menggoda Rahael, hingga Galang mengeluarkan ponselnya, "lihat gaya Twin," tutur Galang sembari menyerahkan ponselnya pada Rahael. Raharl seketika tertawa saat melihat Video yang Galang tunjukkan dan tawa Rahael membuat Twin terbangun.
Melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, "Pak. Bu, Galang ke depan dulu, capek. Ibu dan Bapak segera istirahat juga," pamit Galang sembari menggendong Rahan dan Rayhan.
Berjalan beriringan, membuat Galang berguman, "buih jam segini baru bangun, alamat melekan lagi Rahael." Rahael hanya tersenyum dan menjawab, "ya, nanti kita gantian Mas, enggak usah bangunkan Bibi, kasihan mereka," ujar Rahael sembari menutup pintu.
"Mas, tidur dulu, tetapi Mas Galang shilat dulu, biar Twin sama Rahael."
__ADS_1
Tak menunggu waktu lama setekah shalat Mas Galang merebagkan diri di ranjang, Twin yang Rahael beri susu formula akhirnya ikut berbaring juga di sisi Mas Galang sembari memegang botolnya sendiri-sendiri.
Tak lama kemudian Raharl melihat Tein sudah tertidur kembali, melihat ini akhitnya Raharl bisa bernapas lega, "terima kasih Twin, kalian anak-anak yang baik," ucap Rahael sembari mencium pipi mereka bergantian.