
Menikmati hidangan dengan semangat sembari berbicara tentang hal hal lainnya
" Rahan , Rayhan sebenarnya setelah menikah nanti eyang pingin salah satu dari kalian tinggal di rumah eyang
Seketika semua menoleh dan saling pandang
" Maaf eyang sekarang kami belum bisa memutuskan nanti kami bicarakan dengan
bapak dan ibu ucap Rahan
Eyang panji tersenyum ," semoga ibu kalian menyetujui ucap eyang panji
Menyelesaikan makan dengan berbagai pertanyaan yang mengganjal
Sesampainya di ruko sudah hampir pukul tiga sore , masing masing masuk membawa belanjaan di tangannya ibu dan bapak yang melihatnya langsung melotot
" Twin Al tertunduk takut Rahan dan Rayhan hanya terduduk di sofa
Saat eyang sudah ada di atas , " ada apa kok jadi patung semua
" Galang , Rahael jangan marahi mereka aku yang memaksa ucap eyang panji
" sudah sudah malu tuh sama cucu mantu
Eyang Rahayu dan eyang uti yang kebetulan keluar dari kamar hanya tersenyum
"Jangan jangan keras keras dengan mereka lagian eyang panji dan widia adalah eyangnya
Mendengar itu Galang langsung menggaruk kepalanya
" maksud saya bukan memarahi mereka saya cuma berfikir andaikan saya jadi cucunya eyang panji, tuh....seluruh mall bisa kita borong bener kan , buk ucap Galang sembari menyikut lengan Rahael
Seketika semua tertawa hanya twin Al yang masih cemberut , " bapak gak lucu kalau ngeprank kami seperti itu ucap Aal
Berbeda dengan Al yang langsung mengeluarkan sesuatu dari tasnya
" Coba lihat bu kami dapat ini dari eyang panji
Yang tadinya tertawa dengan riuh kini jadi diam dan penasaran
" Al.....kalian
" Bukan kami saja tuh , kakak ipar juga dapat jawab Al lagi
" Waduh....pak tau gitu kita ikut ya ?
Eyang panji dan eyang widia tertawa dengan tergelak
" Sudah sudah kalian makan dulu
" Maaf ibuku yang cantik kami sudah makan sama eyang panji
" Lho....pak kita ketinggalan lagi ucap Rahael
" Naya , Ais coba lihat punya kalian dengan serentak mereka beranjak mendekat
" Hm....jadi ceritanya semuanya di belikan kembaran eyang tanya Rahael
__ADS_1
" Eyang panji hanya tersenyum , buat siapa lagi Ra kalau bukan buat mereka ucap eyang Widia
Sesaat semuanya terdiam , " maaf bukan maksud kami
Segera Galang memberi kode kepada Rahan dan Rayhan dan dengan tanggap mereka langsung datang memeluk eyang panji
Sedangkan twin Al dan cucu mantu langsung memeluk eyang widia , " Ah....kok jadi gembeng aku ucap eyang panji mendengar itu Rahan langsung mendongak maafkan kami eyang
Terdengar suara adzan magrib , " yang belum mandi lekas mandi yang sudah mandi lekas ambil wudhu , ayo jamaah ucap eyang Rahayu
Mereka segera berhambur ke tempatnya masing masing eyang uti tersenyum dan eyang panji dan widia ikut tersenyum
Sedikit menghela nafas panjang , " maaf kami ke dalam dulu ucap mereka bersamaan
Kini eyang panji menempati kamar Rayhan
Galang di bantu Rahael menggelar karpet
Tak berapa lama mereka sudah mengatur
posisi masing masing dan eyang Panji yang di daulat menjadi imam
Setelah salat magrib mereka masih berkumpul , " Naya , nanti enam bulan kedepan pingin pernikahan yang seperti apa ucap eyang Rahayu
Sejenak Naya menunduk , " bu....kalau bisa Naya ingin pestannya di rumah saja sederhana namun khidmat eyang
" Dan Ais ....seketika tersenyum , "sama eyang Ais ingin pernikahan sederhana mengumpulkan sanak saudara dan tetangga terdekat itu saja
Eyang Rahayu tersenyum , "Rahael dan Galang kau dengar keinginan calon mantumu
" Maaf pak panji dan bu widia bagaimana menurut anda , sejenak eyang panji termenung
" Ya mumpung kita di sini kita bahas sekalian saja gimana Lang ?
" Bagaimana kalo ngundu mantunya yang kita bareng saja ucap eyang widia
" Setuju ucap mereka serentak ya sudah kalau begitu sebulan lagi kita berkumpul untuk membahas ini
" Bu....ini , ibu yang pegang ya ? kata eyang boleh makainya kalo kita udah nikah ucap twin Al
" Hhhhhhhh pakai saja twin nanti kalau kalian nikah eyang belikan lagi , tapi janji nanti kasih cucu yang cantik buat eyang
" papa.....ucap bu widia sembari tersenyum
" Hi....masih kecil eyang masih lama , tuh kakak Rahan dan Rayhan saja yang eyang mintai cucu catat itu kak ucap Aal
" Eyang Panji tersenyum geli , " ternyata Aal ni judes juga
Ada kesenganan sendiri bisa menggoda twin Al " Ayo isak an dulu nanti kita sambung lagi
" Twin Al sudah bersiap untuk esok , seketika Rahan menoleh sembari menaikkan alisnya
" Pondok bang Rahan , anter ya !
Rahan hanya mengangguk dan sedikit mundur ke belakang , " ih....aku masih punya wudhu bang sembari beringsut ke belakang calon mertuanya
Seketika semua menoleh , " Rahan jangan ganggu biar selesai isya an dulu ucap bapak
__ADS_1
Tiba tiba Rayhan mendekat , " kan , ikutan juga ucap Naya
Kini eyang panji sudah menjewer keduanya
" Ampun eyang , kita cuma mau lihat calon istri kita saat pakai mukena
kemudian eyang memeluk mereka berdua dan setelahnya tertawa terbahak
Saat selesai shalat isya duo bibi memanggil
untuk makan malam , " bi makam lesehan saja di sini enak kata Rahan
" Ya , sudah kalian beresin dulu sajadahnya dan ibu naruh ini dulu
Eyang uti mau duduk di atas ucap Rahael
" Gak Ra , ibu di sini saja
" Duh...kalo gini eyang jadi enggan balik sembari selonjoran di karpet
Sementara para cewek sudah membawa satu persatu makanan dan di atur di bawah
" Bang ini seraya memberikan sambal teri
Tangan Rahan langsung menerima mangkuk yang di berikan oleh Ais dan tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan
Ada getaran aneh yang menjalar di tubuh keduannya
" Bu...abang Rahan , ucap Ais seketika
Eyang panji tersenyum melihat mereka berdua
" Latihan Ais , " belum halal bang ucap Ais
" Ayo , halalin sekarang ucap Rahan sembari menggoda Ais
" Bang , jangan coba coba melanggar perjanjian kita ucap Ais sembari berlalu
Hari ini adalah hari yang menyenangkan keluarga besar , makan bersama dengan tenang tak ada lagi canda
setelah semua selesai duo bibi yang juga ikut makan bersama mulai beraksi membersihkan sisa makanan dan membawanya kembali ke dapur
setelah semua di rasa beres dan bersih mereka turun ke bawah beristirahat
" Malam pak ucap mereka saat melihat Galang masih di toko keadaan mulai sepi
twin Al sejak tadi masuk kamar setelah selesai makan
Masih mengecek barang barang di toko setelah dua hari tak buka , " tersenyum sesaat
kemudian kembali naik ke atas
Memasuki kamar di lihat isterinya tidur dengan gelisah dan berkeringat sedikit mendekat di sentuh nya tubuh Rahael
demam ucap batinnya
Menuju kotak obat namun obat yang di carinya tak di temukan
__ADS_1
" Ra....bangun gih , ganti baju ucap Galang
karena melihat baju yang di pakai telah basah dengan keringat