
Setelah berbicara dua laki laki beda generasi masuk kekamar masing masing Galang menghembuskan nafas panjangnya melihat istrinya belum tidur , duduk di samping nya
" Ra ternyata anak kita sudah pada gede gede sambil memandang lurus
" Memangnya ...
" Rahan sudah mulai naksir cewek lalu memandang istrinya sejenak
" Sini , meraih tubuh istrinya untuk mendekat
Aku hanya takut jika Rahan meniru ayahnya
" terus.....aku seperti dejavu Ra mendengar ceritanya , cinta bertepuk sebelah tangan
Mengambil nafas berat , " ternyata kita harus lebih dekat dengan anak anak Ra , maukan
berjuang untuk mereka .
sementara di kamar sebelah Rahan tak bisa memejamkan matanya dia terus saja teringat cerita bapaknya , " ah....akhirnya itu yang terucap , mungkin ada benarnya tapi setidaknya akhirnya .....
" Tidur mas sudah malam , kalau gak nemu jalan keluar nanti malam shalat tahajud
lalu Rayhan beralih posisi untuk duduk
" Lagian mas cinta itu tak harus memiliki cukup melihat orang yang kita sukai bahagia sudah cukup , apalagi kalau yang cinta itu hanya mas sendiri
" Memang apa yang bapak bicarakan
sembari menelentangkan tubuhnya di kasur
__ADS_1
" Bapak marah ...
" Gak , cuma bapak bilang jika cinta itu hanya sepihak bapak gak setuju , akhirnya mereka bercerita hingga pukul sebelas malam dengan sesekali menguap Rayhan
mendengarkan
Entah sampai mana ceritanya hingga Rahan melihatnya , " dasar kampret sudah tidur jadi aku kan ngomong sendiri
Menerawang jauh , menyukai cintia teman sekelasnya sejak awal masuk sekolah gadis yang selalu cuek dan acuh tak acuh membuatku penasaran dua kali aku menyatakan sukaku tapi , benar kata bapak mungkin sedikit sakit lebih baik dari pada kecewa berkepanjangan
Tertidur dengan sendirinya berharap esok bertemu bidadari yang lebih cantik dan mulai besok akan belajar melupakan perasaanku , aku tersenyum dalam hati cinta pertama yang kandas
pagi hari yang ceria Aal sudah seperti hari hari biasanya bapak dan ibu melihatku dengan tersenyum
Melihat semua menatapku hatiku sedikit jumawa merasa menjadi pusat perhatian
Kulihat keluarga lengkap sudah berkumpul
Di tengah asyiknya makan tiba tiba bapak
berbicara selayaknya memberi pengumuman
"Minggu depan bapak mau mengunjungi toko di kota S kalian mau ikut ?
serentak mereka semangat , " mau....
mendengar suara mereka para eyang tersenyum , " memang kau tak pernah mengajak mereka Lang !
" Ya ...karena waktu itu mereka masih kecil kecil bu , meskipun aku ajak pas mereka gede pasti lupa , mending sudah gede gini jadi punya memori indah nantinya
__ADS_1
" Aku jadi gak sabar pak , gimana kalau minggu depan ucap mereka serentak
" Oke ...gimana para eyang juga mau ikut seru bapak .
" wes bapak ro ibumu di umah ae , gampang keselan
( sudah bapak dan ibumu di rumah saja mudah capek an )
" Bagaimana dengan eyang Rahayu
" Gak bisa Lang , mahasiswaku ujian
kasian kalo ibu tinggal
Tiba tiba ku lihat ibuku tersenyum malu
" eh....kenapa kamu yang senyum senyum malu Ra ucap eyang kakung
" Gak papa kung jadi inget waktu hamil Rahan dan Rayhan
Seketika para eyang tertawa aku dan yang lainnya melihat dengan bingung
" Sudah sudah jangan di bahas malu sama anak anak ucap Rahael
sesaat ku lihat ibu dan bapak saling berpandangan dengan mata berbinar
sesaat aku sadar bahwa cinta akan seperti ini
jika bersambut
__ADS_1
Akupun mulai membulatkan tekadku untuk melupakan cinta pertamaku dan memang aku harus berusaha untuk itu