
Bab 69. Pergi Berdua
Akhirnya Galang sadar jika Ibu dan kedua orang tuanya hanya ingin menggoda Rahael dan Galang. Setelah selesai sarapan, masih pukul sebelas pagi menjelang tengah hari, "Rahael. Ayo, kita keluar dan ganti bajunya," ujar Galang sembari mendekat.
"Mau, kemana Mas?" tanya Rahael lirih.
"Sudah. Ganti baju saja," ujar Galang memaksa.
"Enggak, ah!" tolak Rahael sembari duduk.
Sejenak Galang mendekat dan berbisik pada Rahael. Mendengar bisikan suaminya Rahael langsung berdiri dan masuk dalam kamar.
Melihat ukah Rahael sesaat Galang tersenyum, ada hal yang membuat angannya mundur beberapa waktu yang lalu.
Semenjak menikah baru sekali Galang mengajak pergi hanya berdua, waktu itupun saat Rahael hamil tiga bulan.
Saat ini aku hanya ingin pergi berdua dengan Rahael tanpa Twin, awalnya Rahael menolak tetapi mendengar penjelasan Galang akhirnya Rahael menyetujui juga.
Melihat aku sudah bersiap-siap Bapak akhirnya bertanya juga, "kemana Lang?" tanya Bapak pada akhirnya. Aku tak menjawab hanya membisikkan sesuatu yang membuat Bapak tertawa terpingkal.
Melihat itu ibu juga ikut mendekat, "mau kemana?" tanya Ibu ingin tahu, tetapi belum sempat aku menjawab Bapak segera menarik Ibu untuk mendekat dan membisikkan sesuatu, Ibu melihatku sekilas dan kemudian menjewer telingaku, "hm. Kok jadi nakal kamu," ujar Ibu sembari tersenyum.
Melihat Rahael sudah berjalan mendekat, Galang sedikit terkejut saat melihat isterinya begitu cantik, hanya menaburkan sedikit bedak dan memakai pakaian sederhana kemeja lengan panjang dan celana kain membuat aku terpesona akan kecantikan istriku.
Ibu yang melihat ulahku langsung menepuk bahu Galang, "enggak bakalan kemana-mana Lang, Rahael sudah menjadi hak paten milikmu," ujar Ibu tegas.
"Bu. Rahael dan Mas Galang pergi dulu, Rahael titip Twin," ujar Rahael sembari mencium punggung tangan Ibu dan Bapak.
__ADS_1
"Sebentar, Rahael pamit ibu dulu. Kasihan nanti nyariin," ujar Rahael sembari masuk ke kamar ibu, Rahael sedikit tersenyum saat melihat ibu sedang duduk menatap laptopnya.
"Bu. Rahael sama Mas Galang pergi dulu," pamit Rahael sembari mencium pipi.
"Twin ikut Rahael?" tanya Ibu. Sesaat Rahael menatap sembari menggeleng, "ya. Sudah! Enggak apa-apa, lagipula di rumah ada Bi Narmi dan Bi Nina."
Merasa tak enak akhirnya Rahael menjelaskan pada ibu, maksud Mas Galang mengajak Rahael pergi. Ibu kembali tersenyum, "hati-hati," ucap Ibu.
Pergi berdua dengan Mas Galang merasa seperti orang yang sedang pacaran, perasaan yang Rahael simpan sejak SMP, tiba- tiba muncul kembali andaikan pergi dengan Twin mungkin Rahael bisa mengalihkannya dengan bercanda dengan Twin.
"Rahael. Kira-kira, untuk Ruko cocoknya di daerah mana, ya? Apa kita lihat-lihat dulu?" tanya Galang sembari melirik ke arah Rahael.
Rahael yang Galang tanya masih diam, hingga sesaat kemudian, "ya, cari yang daerahnya cocok buat usaha Mas yang memang betul betul tempat strategis pinggir jalan raya atau memang tempat khusus untuk menjual oleh-oleh, kenapa enggak mencari di tempat yang persis kita keluar tadi Mas," tutur Rahael sembari berpikir.
"Ide bagus!" jawab Galang, "mumpung kita keluar pingin sekalian mengajak Rahael jalan- jalan sekalian, masak mulai nikah kok ngurus Twin saja, sekali-kali pacaran yuk!" tutur Mas Galang lucu.
Rahael hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya, "Mas-mas! Mas ini aneh, enggak usah pacaran kita itu tiap hari juga sudah duel terus," jawab Rahael malu. Mas Galang yang mendengar jawaban Rahael seketika tertawa tergelak.
Rahael tak menjawab tetapi hanya menyandarkan tubuhnya saja di sandaran kursi mobil. Melihat ini Galang seakan ingin mengorek sedikit tentang percakapan Rahael dan Silvi, tak urung ada rasa penasaran yang menggelitik batin Galang.
"Rahael, waktu silvi datang. Mas sempat menguping omongan kalian. Maaf, jika sejak kemarin Mas sebenarnya penasaran siapa yang di maksud oleh Silvi, apa Mas boleh tahu?" tanya Galang hati- hati.
Rahael langsung menoleh ke arah suaminya dengan wajah merona, "ih.Mas jahat! Tuh, kan. Rahasia Rahael jadi ke buka!" tutur Rahael malu.
"Boleh tau enggak Rahael? Biar enggak penasaran takutnya nanti .... "
Belum selesai Galang bicara, "ya nanti di rumah saja!" jawab Rahael sembari menunduk.
__ADS_1
Mendengar jawaban Rahael Galang langsung menghentikan laju mobilnya dan langsung menatap ke arah Rahael. "Pulang, yuk!" ajak Mas Galang.
Rahaek seketika menatap lekat wajah suaminya seakan mencari jawab atas ucapan suaminya, "Hash Mas Galang makin kesini makin aneh dan enggak jelas," ucap Rahael.
Galang kini melihat Rahael dengan tatapan menuntut sebuah jawaban.
"Ya, sudah, Mas tanya silvi saja," putus Galang sembari tersenyum menggoda.
"Eh. Kenapa, Silvi di bawa-bawa jug!" protes Rahael.
Kemudian mereka sama-sama terdiam.
"Mas. Mas, ingat tempat ayam geprek di Mall waktu itu?" tanya Rahael mengalihkan pertanyaan suaminya.
Galang seketika tersenyum saat Rahael mengelak untuk menjawab dan akhirnya Galang memilih menyetujui permintaan Rahael, "ayo!" jawab Galang sembari menyalakan mobilnya lagi.
Tak berapa lama kami sudah sampai di Mall tempat Rahael, menginginkan ayam geprek waktu hamil Twin, mencari tempat parkir dan keluar menuju area Mall.
Berjalan beriringan tiba-tiba Mas Galang menggenggam tangan Rahael persis saat Rahael pertama kali datang ke Mall ini dengan Mas Galang, Rahael langsung mengeratkan genggaman tangannya.
"Mau bekeliling dulu atau langsung makan?" tanya Mas Galang.
Kita berkeliling dulu Mas, biar nanti pas makan Rahael benar-benar lapar dan rencana Rahael mau morotin suami," tutur Rahael sembari memandang Galang lekat.
Mas Galang hanya tersenyum saat mendengar ucapan Rahael sembari makin menggenggam erat tangan Rahael.
"Rahael, nanti pulang jangan lupa beli sesuatu untuk orang di rumah dan sesuatu untuk Twin," ujar Galang.
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan suaminya Rahael tiba-tiba berhenti, "ada apa?" tanya Galang sembari melihat wajah Rahael yang tersenyum dan senyum Rahael membuat Galang tenang.
"Mas!" panggil Rahael tiba- tiba dan belum sempat Galang menjawab.