
Galang sepagi ini di buat pusing oleh Rahael Anak anaknya pun tak habis pikir dengan sikap ibunya
Begitu memasuki kamar , " Mas jangan lupa
belum selesai Rahael berbicara , Galang langsung menangkup wajah Rahael dengan dua tangannya , cup , cup bawelnya dan kini berganti tidak hanya mengecupnya tetapi sedikit memberi *******
Setelah beberapa detik dengan nafas yang sedikit terengah engah , " ih....mas Galang mesti gitu sembari mengusap bibirnya
" Tuh kan lipstikku berantakan
" Itu hukumannya kalau kamu masih bawel
kepalaku jadi pusing Ra , ucap Galang
Mendengar seperti itu Rahael langsung tersenyum , " maaf Ra juga gak sadar sembari sesaat memberi kecupan lagi
" Ra...jangan menggoda ucap Galang
" Ih....mas dulu yang mulai , ayo mas kasian anak anak sembari membetulkan lipstiknya yang belepotan
Keluar kamar berdua dengan senyum mengembang , " Eyang kok gak ikut tanya Rahael
" Eyang di ruko saja , capek
Setelah bersiap siap mereka berangkat semua sudah memasuki mobil saat Rin dan No datang
" Rin , ayo ikut ajak Rahael
" Sudah biar nitip Ais saja bu , sembari masuk ke ruko
setelah sampai di pondok , Mereka langsung turun dan mengantar anak anak , Naya sedikit terkejut dengan keadaan pondok
" Tau begini bang , Nay ikut mondok
Rayhan langsung menjitak kening Naya
" Jangan macam macam Nay , bisa bisa kulanggar janji ni , biar besok langsung di halalkan sama bapak
Mendengar itu Naya langsung tersenyum
" Nay , cuma satu macam sama bang Ray saja
kemudian mereka tertawa , ibu dan bapak yang melihat itu langsung melotot
" Ray ini di pondok dengan suara sedikit pelan , tak berapa lama ibu sudah terlihat dari kamar twin
Sedang kak Rahan masih berdiri di gerbang pondok bersama Ais , tak berapa lama kak Rahan menjauh dari gerbang dan menuju ke arah kami
Perjalanan ke ruko di lewati dengan lancar hingga sampai di ruko keadaan masih sepi
Memasuki ruko dan langsung ke atas
" Eyang panji nampak semangat melihat kesibukan di bawah melalui kaca pembatas
dan kadang kadang senyumnya tersimpul
Melihat itu Rahan mendekat dan tersenyum
Eyang panji yang merasa ada seseorang di sampingnya tersenyum , " kamu kerasan Ra di sini tanya eyang panji
" Kerasanlah , Rahan ketemu jodoh di sini dan ini adalah ruko rintisan bapak eyang
" Rahan hanya ingin menjaganya dan membuatnya semakin maju
__ADS_1
" Eyang bangga padamu , Rahan
" Apa rencanamu setelah menikah
" Aku hanya ingin tinggal di sini bersama Ais eyang
Perbincangan antara cucu dan Eyang yang semakin lama semakin serius membuat Galang yang berada di ruang tengah sedikit menoleh dan sedikit mendekat
" Sama saja dengan Mawan ucap batinya dan beranjak ke dapur membuat kopi
" Ra....melihat istrinya sedang makan dengan porsi jumbo
" Aku kok geli Ra , liat kamu makan
Rahael hanya tersenyum sembari menyuap sesendok penuh nasi dan sayur
" Pulang besok pagi ya mas dengan mulut penuhnya
" Telan dulu Ra , duh ....mas kok jadi aneh liat kamu begini , ke dokter yuk ajak Galang
Menelan makanannya sebentar , " Di rumah saja mas , Ra gak pingin disini
Galang hanya memandang sembari menyesap kopinya sesaat kemudian mendekati istrinya , " Ra....kamu gak hamil kan tanya Galang
Rahael berhenti sejenak , " perasaan Ra gak pernah telat minum pilnya mas
" Inget inget Ra ....ucap Galang lagi
" Waduh.... Ra juga gak inget mas , pernah dua kali Ra lupa gak minum mas tapi sekarang Ra masih minum
" Kalau begini mas cuma bisa pasrah Ra
Tapi gak apa apa mas seneng
" Mas , kalau bener Ra kan malu sama anak anak ucapnya sembari berdiri
" Kok gak di habiskan Ra tinggal sesendok
sini, kini Galang sudah siap menyuapi
Kembali duduk dan menerima suapan suaminya " kalau gitu besok pulang mas
Setelahnya berdiri dan ke kamar
Sesuai dengan kesepakatan masih pagi mereka sudah bersiap , mobil yang tadinya penuh kini tinggal di isi oleh lima orang
Sementara mobil eyang panji hanya berempat , " Bu nanti Rayhan langsung nginep di rumah eyang , ucapnya sebelum berangkat
Perjalanan pulang di lalui dengan tenang
Rahael hanya diam saja sepanjang perjalanan hingga tiba di rumah
Memasuki halaman rumah pak Juned segera membuka pintu pagar , Satu persatu mereka turun nampak wajah kelelahan dari mereka semua , " Bi jika masih capek besok saja bersih bersih istirahat dulu ucap eyang Rahayu
" Uti , ayo sembari menuntun tangan nya
Memasuki kamar masing masing , Rahael langsung merebahkan tubuhnya di ranjang
pikiran nya kini tertuju pada pertanyaan suaminya , kini perlahan mengingat nya
" Ia hanya dua kali aku terlambat minum pilnya ucap batinnya
Tubuhnya terjingkat saat suaminya menyentuhnya , " kok kaget Ra
__ADS_1
" Mas....Ra takut kalau beneran hamil ucapnya lagi
" Kenapa bingung Ra , aku bapaknya saja mau dan siap juga tambah seneng
Seketika Rahael memeluk suaminya , " Maaf ya mas
" Hm...gak apa apa Ra , kita masih di percaya untuk di beri rejeki lagi ucap Galang sembari mencium lembut bibir istrinya
" Mandi , nanti sore ke bidan kita tercinta ucap Galang sembari menuju kamar mandi
Rahael belum beranjak juga dari ranjang
Melihat suaminya keluar dari kamar mandi Rahael langsung tersenyum , " kok males mas ucapnya sembari bangun
" Atau kita beli test pack dulu mas , ucap Rahael
" Sudah kita ke bidan Sumi saja , sembari mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu
" Nanti selepas isya Ra ,kita berangkat sekarang bidan Sumi masih nangani orang lahiran
" Mandi gih terus istirahat ucap suaminya
Kini bergegas ke kamar mandi tak berapa lama sudah keluar lagi , " ih.....dingin ucapnya sembari naik ke ranjang
" Ra mau tidur dulu mas , sembari menarik selimut nya
Galang yang tadinya duduk kini ikut berbaring lalu memeluk Rahael
Merasa mendapat pelukan Rahael sedikit bergerak dan kemudian tenang dalam pelukan
Sama sama tertidur , tak terasa adzan maghrib membangunkan mereka
Rasanya kok masih ngantuk mas , ucap Rahael
" Bangun Ra , magriban dulu yuk
Entah kenapa kini Rahael lebih suka di suruh biasanya semuanya tanpa perintah
Setelah berwudhu mereka shalat bersama dengan khusuk
Bersiap siap ke bidan tercinta , itu kata mas Galang sih
Hanya berdandan seperti biasa saat di rumah tanpa bedak dan lipstik
Meligat itu Galang tersenyum , " Tumben gak pakai riasan
" Males mas , ucapnya lagi
Berpamitan pada bi Nina karena kedua eyang masih di dalam kamar
Berjalan ke halaman menuju mobil yang kami parkir , hanya lima belas menit perjalanan
masih pukul tujuh kurang sepuluh
Seperti pengunjung yang lainnya kami pun ikut duduk mengantri , tak berapa lama pintu sudah terbuka
Karena sudah menelpon lebih dulu , kami pun di panggil
Menjabat tangan dan setelahnya mempersilahkan kami duduk
" Tumben kalian berdua kemari jangan bilang , Ra....kamu hamil lagi
" is...tante Sumi mangkanya kami kesini ingin tahu tante , ucap Rahael
__ADS_1
Hanya tawa tante Sumi yang kami dengar