Rahael

Rahael
BAB 122 .


__ADS_3

Galang sepagi ini di buat pusing oleh Rahael Anak anaknya pun tak habis pikir dengan sikap ibunya


Begitu memasuki kamar , " Mas jangan lupa


belum selesai Rahael berbicara , Galang langsung menangkup wajah Rahael dengan dua tangannya , cup , cup bawelnya dan kini berganti tidak hanya mengecupnya tetapi sedikit memberi *******


Setelah beberapa detik dengan nafas yang sedikit terengah engah , " ih....mas Galang mesti gitu sembari mengusap bibirnya


" Tuh kan lipstikku berantakan


" Itu hukumannya kalau kamu masih bawel


kepalaku jadi pusing Ra , ucap Galang


Mendengar seperti itu Rahael langsung tersenyum , " maaf Ra juga gak sadar sembari sesaat memberi kecupan lagi


" Ra...jangan menggoda ucap Galang


" Ih....mas dulu yang mulai , ayo mas kasian anak anak sembari membetulkan lipstiknya yang belepotan


Keluar kamar berdua dengan senyum mengembang , " Eyang kok gak ikut tanya Rahael


" Eyang di ruko saja , capek


Setelah bersiap siap mereka berangkat semua sudah memasuki mobil saat Rin dan No datang


" Rin , ayo ikut ajak Rahael


" Sudah biar nitip Ais saja bu , sembari masuk ke ruko


setelah sampai di pondok , Mereka langsung turun dan mengantar anak anak , Naya sedikit terkejut dengan keadaan pondok


" Tau begini bang , Nay ikut mondok


Rayhan langsung menjitak kening Naya


" Jangan macam macam Nay , bisa bisa kulanggar janji ni , biar besok langsung di halalkan sama bapak


Mendengar itu Naya langsung tersenyum


" Nay , cuma satu macam sama bang Ray saja


kemudian mereka tertawa , ibu dan bapak yang melihat itu langsung melotot


" Ray ini di pondok dengan suara sedikit pelan , tak berapa lama ibu sudah terlihat dari kamar twin


Sedang kak Rahan masih berdiri di gerbang pondok bersama Ais , tak berapa lama kak Rahan menjauh dari gerbang dan menuju ke arah kami


Perjalanan ke ruko di lewati dengan lancar hingga sampai di ruko keadaan masih sepi


Memasuki ruko dan langsung ke atas


" Eyang panji nampak semangat melihat kesibukan di bawah melalui kaca pembatas


dan kadang kadang senyumnya tersimpul


Melihat itu Rahan mendekat dan tersenyum


Eyang panji yang merasa ada seseorang di sampingnya tersenyum , " kamu kerasan Ra di sini tanya eyang panji


" Kerasanlah , Rahan ketemu jodoh di sini dan ini adalah ruko rintisan bapak eyang


" Rahan hanya ingin menjaganya dan membuatnya semakin maju

__ADS_1


" Eyang bangga padamu , Rahan


" Apa rencanamu setelah menikah


" Aku hanya ingin tinggal di sini bersama Ais eyang


Perbincangan antara cucu dan Eyang yang semakin lama semakin serius membuat Galang yang berada di ruang tengah sedikit menoleh dan sedikit mendekat


" Sama saja dengan Mawan ucap batinya dan beranjak ke dapur membuat kopi


" Ra....melihat istrinya sedang makan dengan porsi jumbo


" Aku kok geli Ra , liat kamu makan


Rahael hanya tersenyum sembari menyuap sesendok penuh nasi dan sayur


" Pulang besok pagi ya mas dengan mulut penuhnya


" Telan dulu Ra , duh ....mas kok jadi aneh liat kamu begini , ke dokter yuk ajak Galang


Menelan makanannya sebentar , " Di rumah saja mas , Ra gak pingin disini


Galang hanya memandang sembari menyesap kopinya sesaat kemudian mendekati istrinya , " Ra....kamu gak hamil kan tanya Galang


Rahael berhenti sejenak , " perasaan Ra gak pernah telat minum pilnya mas


" Inget inget Ra ....ucap Galang lagi


" Waduh.... Ra juga gak inget mas , pernah dua kali Ra lupa gak minum mas tapi sekarang Ra masih minum


" Kalau begini mas cuma bisa pasrah Ra


Tapi gak apa apa mas seneng


" Mas , kalau bener Ra kan malu sama anak anak ucapnya sembari berdiri


" Kok gak di habiskan Ra tinggal sesendok


sini, kini Galang sudah siap menyuapi


Kembali duduk dan menerima suapan suaminya " kalau gitu besok pulang mas


Setelahnya berdiri dan ke kamar


Sesuai dengan kesepakatan masih pagi mereka sudah bersiap , mobil yang tadinya penuh kini tinggal di isi oleh lima orang


Sementara mobil eyang panji hanya berempat , " Bu nanti Rayhan langsung nginep di rumah eyang , ucapnya sebelum berangkat


Perjalanan pulang di lalui dengan tenang


Rahael hanya diam saja sepanjang perjalanan hingga tiba di rumah


Memasuki halaman rumah pak Juned segera membuka pintu pagar , Satu persatu mereka turun nampak wajah kelelahan dari mereka semua , " Bi jika masih capek besok saja bersih bersih istirahat dulu ucap eyang Rahayu


" Uti , ayo sembari menuntun tangan nya


Memasuki kamar masing masing , Rahael langsung merebahkan tubuhnya di ranjang


pikiran nya kini tertuju pada pertanyaan suaminya , kini perlahan mengingat nya


" Ia hanya dua kali aku terlambat minum pilnya ucap batinnya


Tubuhnya terjingkat saat suaminya menyentuhnya , " kok kaget Ra

__ADS_1


" Mas....Ra takut kalau beneran hamil ucapnya lagi


" Kenapa bingung Ra , aku bapaknya saja mau dan siap juga tambah seneng


Seketika Rahael memeluk suaminya , " Maaf ya mas


" Hm...gak apa apa Ra , kita masih di percaya untuk di beri rejeki lagi ucap Galang sembari mencium lembut bibir istrinya


" Mandi , nanti sore ke bidan kita tercinta ucap Galang sembari menuju kamar mandi


Rahael belum beranjak juga dari ranjang


Melihat suaminya keluar dari kamar mandi Rahael langsung tersenyum , " kok males mas ucapnya sembari bangun


" Atau kita beli test pack dulu mas , ucap Rahael


" Sudah kita ke bidan Sumi saja , sembari mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu


" Nanti selepas isya Ra ,kita berangkat sekarang bidan Sumi masih nangani orang lahiran


" Mandi gih terus istirahat ucap suaminya


Kini bergegas ke kamar mandi tak berapa lama sudah keluar lagi , " ih.....dingin ucapnya sembari naik ke ranjang


" Ra mau tidur dulu mas , sembari menarik selimut nya


Galang yang tadinya duduk kini ikut berbaring lalu memeluk Rahael


Merasa mendapat pelukan Rahael sedikit bergerak dan kemudian tenang dalam pelukan


Sama sama tertidur , tak terasa adzan maghrib membangunkan mereka


Rasanya kok masih ngantuk mas , ucap Rahael


" Bangun Ra , magriban dulu yuk


Entah kenapa kini Rahael lebih suka di suruh biasanya semuanya tanpa perintah


Setelah berwudhu mereka shalat bersama dengan khusuk


Bersiap siap ke bidan tercinta , itu kata mas Galang sih


Hanya berdandan seperti biasa saat di rumah tanpa bedak dan lipstik


Meligat itu Galang tersenyum , " Tumben gak pakai riasan


" Males mas , ucapnya lagi


Berpamitan pada bi Nina karena kedua eyang masih di dalam kamar


Berjalan ke halaman menuju mobil yang kami parkir , hanya lima belas menit perjalanan


masih pukul tujuh kurang sepuluh


Seperti pengunjung yang lainnya kami pun ikut duduk mengantri , tak berapa lama pintu sudah terbuka


Karena sudah menelpon lebih dulu , kami pun di panggil


Menjabat tangan dan setelahnya mempersilahkan kami duduk


" Tumben kalian berdua kemari jangan bilang , Ra....kamu hamil lagi


" is...tante Sumi mangkanya kami kesini ingin tahu tante , ucap Rahael

__ADS_1


Hanya tawa tante Sumi yang kami dengar


__ADS_2