Rahael

Rahael
Bab 68. Aneh


__ADS_3

Bab 68. Aneh


Tidur bersama Twin membuat Rahael terbangun kesiangan yang Rahael rasakan tubuhnya menghangat,


menggerakkan tubuh yang terasa berat, sesaat Rahael mengerjapkan netranya, melihat ke arah tubuhnya, sesaat Rahael tersenyum saat melihat ada tangan yang memeluknya, kemudian Rahael mengedarkan pandangannya ke arah ranjang, kembali senyum Rahaael tersungging saat melihat Twin tidur dengan posisinya yang tidak beraturan, Rahan kepalanya di bawah sementara Rayhan kakinya berada di dekat kepala Rahael dan Mas Galang tidur sembari memeluk dari belakang. Menyadari posisinya yang tak nyaman sesaat Rahael kembali menggerakkan tubuhnya, "sudah tidur lagi, mumpung Twin masih tidur," ujar Mas Galang mengejutkan.


"Mas!" panggil Rahael lirih.


"Jangan gerak Rahael, nanti Twin bangun. siapa yang menyuruh kamu ninggalin Mas tidur sendirian, tidurlah sebentar lagi," pinta Mas Galang.


Rahael akhirnya mengalah dan memilih diam untuk menuruti keinginan suaminya, hingga pukul delapan pagi, Twin juga belum terbangun serasa ada kenyamanan yang Twin rasakan.


Mendengar suara ketukan di pintu membuat Rahael berusaha melepas pelukan suaminya.


"Mas," panggil Rahael sembari melepas tangan suaminya, Mas Galang hanya menggeliat sesaat kemudian terbangun.


"Ada yang mengetuk pintu," tutur Rahael dan beringsut turun dengan pelan mencegah Twin agar tak terbangun.


Belum juga kaki Rahael menjejak lsntai dsn madih berada di sisi ranjang, kembali Mas Galang meraih tubuh Rahael memeluknya dan mencium leher Rahael. "Aduh Mas, geli," ucap Rahael srmbari menggeliat.


"Sekali lagi ya?" tanya Galang manja dan tangannya sudah masuk dalam baju Rahael.


"Mas ... "panggil Rahael dengan suara serak dan berusaha menahan tangan suaminya.


"Ada yang mengetuk pintu, kasihan Mas," tutur Rahael sembari turun dan melepaskan tangan suaminya.


Rahael tersenyum lega katens akhirnya Galang melepaskan tubuhnya, berjalan sembari membetulkan bajunya yangbsedikit berantakan, hingga langkah Raharl terhrnti dan kembali menatap suaminya.

__ADS_1


"Mas, kunci pintunya, Mas menyimpannya?" tanya Rahael.


Mas Gakang hanya mengangguk sembari menunjuk saku celananya, "mana Mas, buruan," pinta Rahael lirih.


"Sini ambil sendiri," tutur Galang sembari tersenyum.


"Ih. Mas Galang mesum," tutur Rahael sembari mendekat.


"Buruan Mas!" pinta Rahael lirih sembari melirik Twin.


Kembali Galang merengkuh tubuh Rahael sembari berbisik, "ayo. Sekali lagi, mumpung Mas belum mandi," tutur Mas Galang.


"Argh ... buruan Mas!" seru Rahael geram.


Melihat Raharl geram akhirnya Gskang berdiri juga sembari merogoh saku celananya, "ini kuncinya, tetapi ingat Rahael punya satu hutang pada Mas," ucap Galang sembari melangkah dsn membuka pintu.


"Ada apa Bi?" tanya Galang saat tahu Bi Narmi sudah menunggunya sedari tadi.


Mendengar jawabsn Bi Narmi seketika Rahael dan Galang langsung saling menatap, " memangnya kenapa Bi?" tanya Galang dan Rahael bersamaan.


"Saya kurang tahu Pak, Bu."


"Ya, sudah. Biar sata nanti yang bilang pada Ibu, Bibi tunggu saja hingga Twin terbangun, Bibi tshu sendiri kan, kalau Tein di bangunkan biasanya rewel sekali," tutur Galang sambil berlalu pergi menuju kamarnya.


"Hiya Pak," jawab Bi Narmi sembari tersenyum.


Galang segera menuju kamar mandi saat memasuki kamarnya, tak perlu waktu lama bagi Galang untuk membersihakan tubuhnya.

__ADS_1


Hingga giliran Rahael yang masuk kamar mandi, "cepat Rahael, jangan lama-lama!" teriak Galang dari kamar.


"Ya. Sebentar Mas!" jawab Rahael.


Rahael keluar dari kamar mandi dengan bergelung handuk, seketika mas Galang yang menatap sembari tersenyum penuh arti.


Rahael yang menyadari tatapan dari suaminya segera menepis niat suaminya, " enggak lagi-lagi," tolak Rahael sembari melepas handuk di kepalanya.


Galang hanya tersenyum sembari menatap Rahael dalam hingga akhirnya, "ayo buruan sudah di tunggu Ibu, Twin juga sudah mandi," ujar Mas Galang sembari berdiri dan meraih handuk yang Rahael pegang dan Mas Galang langsung membantu mengeringkan rambut Rahael.


Rahael masih menatap Galang dengan eajah bingung. "Memang ada apa Mas? Sepertinya kok serius amat."


Tanpa menjawab Galang langsung membantu menyisir rambut Rahael, "biar cepat," ucap Mas Galang.


Rahael yang di perlakukan demikian manis jadi sedikit bertanya-tanya. "Rahael. Ayo, kok melamun," ajak Mas Galang sembari meraih tangan Rahael.


"Sabar Mas," jawab Rahael sembari mengekor langkah Galang.


Berjalan keluar kamar menuju ruang tengah kami melihat semuanya sudah berkumpul.


Kami langsung ikut duduk di tengah-tengah mereka. Bu Rahayu yang melihat ke arah kami yang bingung langsung tersenyum, "sarapan dulu siapa tahu kalian lapar," tutur Ibu pelan.


Melihat Bapak yang ikut senyum-senyum, membuat Galang dan Rahael makin bingung. "Memang ada apa Bu? Kok Twin dibangunkan?" tanya Galang heran.


"Sudah. Lekas sarapan dulu, "memang membangukan cucu harus ada apa-apa supaya terbiasa Lang. Biar kalau sudah besar terbiasa," ucap Bu Rahayu aneh.


Ibu yang sedari tadi diam nyletuk, "mangkannya jangan begadang terus Lang," ujar Ibu sembari menyesap tehnya.

__ADS_1


Seketika Galang melirik ke arah Rahael yang wajahnya kini sudah merona merah menahsn malu dengan rambutnya yang sedikit basah.


"Sudah. Sarapan dulu, senyum-senyumnya nanti saja di dalam kamar," ujar Bapak sembari menepuk pundakku dan berlalu pergi menuju teras depan.


__ADS_2