Rahael

Rahael
BAB 74 . GELISAH


__ADS_3

Meski ku bujuk ku ajak main ke taman ternyata tak membuat twin tenang , semakin kesini semakin gelisah masih menangis dan terus merengek .


Hampir dua hari twin rewel tanpa tahu penyebabnya hingga akhirnya aku teringat belum menghubungi Mawan sejak terakhir kemarin sebelum isya .


Saat mencoba melakukan panggilan lagi tak ada sahutan sama sekali hingga akhirnya ku putuskan untuk menelfon silvi namun hasilnya sama , semoga saja tak ada apa apa mengingat perjalanan yang di lalui cukup jauh , ke kota B lalu ke Bali .


Tiba tiba hatiku berdesir nyeri , "Ya Allah ....


semoga tak terjadi apapun ", ucapku dalam hati .


Ku lihat Twin sudah tidak menangis setelah makan tadi tapi tinggal rengekan rengekan


merasa semunya tidak sesuai dengan hatinya .


Ku lihat ibu mertuaku mengurungkan niatnya untuk berangkat ke kota B , ibu dan bapak ada di rumah belakang , Rahael ada dengan twin dan bi Narmi entah ...bi nina gak ada di dapur .


" Ra...mas kekamar dulu nanti kalau ada apa apa mas ada di kamar" , ucapku .


Setelah masuk kamar aku kembali mengambil hp ku dan mencoba menghubungi dua nomor tadi .


Tapi masih tetap sama masih tidak bisa di hubungi .


Aku melihat laptopku , aku segera membuka mungkin ada email dari Rin .


Saat ku buka laptop kulihat ada email baru

__ADS_1


melihat foto yang di kirim ini adalah foto yang kemarin di ambil di rumah dikirim saat pukul tujuh belas dengan kespien lope lope dengan kata kata ( titip mereka dan aku percaya mas Galang bisa menjaga mereka dengan baik maafkan aku , akan aku ingat kebaikan mas hingga akhir hayatku sekali lagi terimakasih )


Aku lalu mencoba menghubunginya lagi


tapi selalu tak terjawab , hatiku semakin gusar dan gelisah .


Bergegas ke ruang tengah menujukkan pada ibu dan Rahael .


Tak ada jawaban apapun dari ibu mertuaku dan Rahael , " wes...le pasrahno ae kabeh nang gusti Allah mugo mugo kedadean seng apik ae ."


Aku hanya terdiam saat itu .


Dan terkejut saat telefonku berdering


" Assalammualaikum wr wb ."


" ya , betul saya sendiri ."


" maaf saya dari pihak kepolisian , ingin mengabarkan bahwa mobil yang di tumpangi pak panji sekeluarga mengalami kecelakaan beruntun kemarin ."


" apa ....!"


Tiba tiba hp mas Galang terjatuh , kami yang melihatnya semakin bingung .


" Lang..... bapak berjalan mendekat padaku ."

__ADS_1


terdengar suara hp Mas Galang masih menyala


bapak langsung memungutnya dan kembali menjawab sambungan telfon yang terputus sesaat tadi .


" Ya...."


" Maaf , untuk lebih jelasnya silakan anda datang ke kantor polisi dan maaf jika nanti ada kabar yang kurang berkenan jelas suara di ujung sana .


" Ya , siap kami akan segera kesana " , itu yang aku dengar , sebelum bapak mengakhiri panggilannya .


Bapak segera menyadarkan mas Galang dari keterkejutannya , " bu sebaiknya siap siap , Rahael di rumah sama ibu Jum dan kamu Lang ayo " , ajak bapak


Aku dan bu Jum masih bingung dengan keadaan yang terjadi , " ono opo pak tanya bu jum ."


" Mawan bu kecelakaan dan.....bapak membisikkan sesuatu pada ibu , " ya Allah " terdegar suara ibu terkejut .


"Omongi Rahael alon alon ben gak kaget " , ucap bapak .


Sesaat kemudian ibu Rahayu sudah siap


" Mari bu , Lang , biar bapak saja yang menyetir .


Mungkin rumah ku dengan tempat kejadian lumayan jauh masih kira kira satu jam perjalanan .


Bapak menyetir dengan berhati hati walau tahu perasaannya tak kalah terguncang .

__ADS_1


Ibu Rahayu yang tadi diam akhirnya bertanya juga , "kemana Lang ada apa ?"


__ADS_2