
BAB 7. Diamnya Rahael
Pukul sembilan malam, saat Bi Jum melihat jam di kamarnya, namun tak ada tanda-tanda dari Nona kecilnya turun dan makan.
Bi Jum bergegas melangkah ke kamar Nona kecilnya, dengan perlahan membuka pintu kamar dan melongokkan kepalanya sedikit ke dalam.
"Non, sudah bangun?" tanya Bi Jum.
"Sudah tadi Bi, tetapi Rahael malas ke luar kamar," jawab Rahael pelan.
"Ya, sudah Non. Non, mau makan apa?" tanya Bi Jum lagi. "Enggak Bi, Rahael enggak lapar, cuma pingin rebahan saja."
"Mau di buatkan sesuatu Non?" tanya Bi Jum lagi. Rahael hanya menggelengan sebagai jawaban dan hanya itu yang di lihat Bi Jum.
__ADS_1
"Bi, maafkan Rahael ya? Sudah bikin Bi Jum cemas, maaf Rahael enggak bilang kalau Rahael menginap di rumah Silvi," jelas Rahael lirih.
Bi Jum, hanya tersenyum saat mendengar ucapan Rahael.
"Ya, sudah. Enggak apa-apa! Yakin. Non, tidak menginginkan sesuatu?" tanya Bi Jum menyakinkan Nona kecilnya sekali lagi.
"Enggak. Bi!" jawab Rahael sembari menarik selimutnya kembali.
Tanpa bertanya lagi Bi Jum memilih keluar dari kamar Nona kecilnya sembari menatap sekilas wajah Nona kecilnya dan menutup pintu kamar Rahael lagi. Bi Jum hanya menghela napasnya heran, Bi Jum kini memilih untuk tidur di sofa agar bisa dengan mudah naik ke kamar Nona kecilnya.
Melihatnya Rahael tertidur, Bi Jum memilih berjalan perlahan, mendekat keranjang Nona kecilnya, mengusap kening Rahael, sesaat kemudian Bi Jum sudah menarik tangannya, "panas!" ucap Bi Jum lirih sembari kembali memegang kening Nona kecilnya untuk memastikan.
Merasa ada yang tak beres dengan badan Nina kecilnya, tanpa menunggu lama, Bi Jum bergegas ke kamar mandi mengambil air dan handuk kecil untuk mengompres Rahael dan tak lupa membawa obat penurun panas.
__ADS_1
Sudah dini hari mendekat ke subuh Rahael baru membuka mata. Rahael terkejut saat melihat Bi Jum tertidur di sisi ranjang sembari memegang dahinya. Bi Jum yang merasakan gerakan dari tubuh Rahael, akhirnya terbangun. Senyum Bi Jum langsung tersungging saat melihat Nona kecilnya sudah bangun dan tersenyum.
"Bibi dari semalam disini?" tanya Rahael tiba-tiba sembari melepas handuk kecil yang menempel di dahinya.
Bi Jum hanya tersenyum menghiyakan kemudian berdiri. " Non. Mau makan? Setelah itu minum obat. Badan Nona Rahael panas semalam," ujar Bi Jum memberi tahu. Mendengar ucapan Bi Jum Rahael hanya mengangguk setuju.
"Syukurlah, sebentar Non, Bibi ambil dulu," ujar Bi Jum sembari keluar dari kamar dan tak berapa lama Bi Jum sudah datang lagi dengan makanan seadanya dan segelas air putih, yang penting Rahael segara meminum obatnya. Tanpa banyak bicara Rahael menghabiskan separuh nasi yang di bawakan Bi Jum.
"Hm .... kok nggak di habiskan Non?" ucap Bi Jum sembari meletakkan piring dan menyodorkan obat ke Rahael. "Minum obatnya Non, supaya lekas sembuh," tutur Bi Jum dan kembali Rahael hanya mengangguk menghiyakan.
"Non. Istirahat saja. Bibi akan ke bawah," ujar Bi Jum sembari membawa piring dan gelas kotor. "Non, Bibi bersih-bersih dulu! Nanti Non, mau di masakin apa?" tanya Bi Jum sebelum benar-benar ke luar dari kamar.
"Sudah terserah Bibi," ucap Rahael.
__ADS_1
"Bi!" panggil Rahael sebelum Bi Jum menutup pintu, "jangan bilang ke Ibu, Bi!" pinta Rahael lagi.
Mendengar nada khawatir dari bibir Nona kecilnya, Bi jum hanya mengangguk sambil berlalu keluar kamar dan menutup lagi pintunya.