Rahael

Rahael
BAB 113 . AMPLOP WASIAT


__ADS_3

keberangkatan twi Al dan kak Ais mendapat tatapan tak henti dari Rahan


Tak berselang lama ada mobil masuk halaman tak lain dan tak bukan mobil eyang panji beserta eyang widia


Melihat kedatangan mereka ibu segera bergegas ke kamar dan memanggil suaminya dan dua eyang yang duduk di ruang tengah


Dengan membawa dua amplop , ya amplop yang di berikan tante silvi dan yang satunya entah apa itu


Aku dan Rayhan di panggil untuk ikut duduk


setelah semuanya berkumpul ibu mulai membuka pembicaraan dan setelahnya menyerahkan amplop itu


" Bukalah ini milik kalian dan ibu juga belum melihatnya sama sekali


Dengan sedikit gemetar kami mulai membuka amplop itu


Eyang panji dan eyang widia hanya tersenyum menatap kegugupan kami


Saat kami mengeluarkan isinya , aku ,ibu dan juga lainnya ikut terkejut ada dua buku tabungan atas nama ayah kami dan dua surat serfitikat tanah atas nama kami dan ada surat kuasa dari ayah kami atas buku tabungan itu


Yang membuat kami lebih terkejut ketika membuka amplop dari tante silvi ada dua kotak kecil tipis yang berisi perhiasan dan dua surat mobil atas nama kami


Hari ini serasa mendapat begitu banyak nikmat melihat itu eyang panji tersenyum


" Itu milik kalian dan hak kalian , ini bukti tanggung jawab ayah kalian ucap eyang panji


" Berhubung eyang bawa pengacara biar di urus semuanya di sini juga ucap eyang panji


Seketika kami berhambur memeluk eyang Panji dan eyang Widia terima kasih ucap kami


Setelah semuanya selesai di urus dengan pengacara kami mengembalikan semuannya pada kami


" Bu...tolong simpan ini untuk kami


Sebelum eyang pamit bapak menarik eyang panji sedikit mundur ke belakang dan membisikkan sesuatu


Setelahnya ku lihat eyang tersenyum dan menepuk bahu ayah


" Aku pamit Lang ucapnya sambil berlalu


Setelah eyang mereka berlalu kini Rahan dan Rayhan bergegas keluar , " mau kemana ucap ibu seketika


" Jemput Ais bu dan twin ucap Rahan


" Kau Rayhan seperti yang ibu bilang tadi pagi sembari masuk ke dalam mobil


Keduanya memasuki mobil tanpa banyak bicara , " Ray cepet ucap Rahan


" Ni udah nyampe berhenti di depan rumah


yang lumayan besar


Turun mengikuti langkah Rayhan di dalam nampak sepi hanya terlihat mang juned


" E...aden


" Mana twin mang ,di dalam den ucap mang juned


Mengetuk beberapa kali hingga pintu terbuka , " Masuk Ray ucap tante Maya


setelah duduk beberapa saat

__ADS_1


" Tante kenalkan ini kakak saya Rahan


" Loh...ini nak Rahan to , kapan datangnya


" kemarin tan


" Twin Al ?


" Sebentar , " Nay ni ada bang Ray kau panggil tante Maya


Tak berapa lama terlihat Naya , Twin dan Ais keluar dari pintu belakang


Begitu melihat mereka Rahan langsung tersenyum lebar tatapannya langsung jatuh


pada Ais dan twin


Setelah duduk beberapa saat , " Twin , Ais pulang yuk


Ais sudah mengangguk lebih dulu dan di susul oleh twin


" Nay panggil tante gih , mau pamit ucap mereka serentak


setelah berpamitan Rahan mengajak Ais dan Twin , " Jalan jalan yuk


Mendengar itu twin Al , tersenyum ceria


" wuih ...ini yang aku tunggu ayo kak lama kita di pondok serasa balas dendam ini


" Twin suara Ais memanggil


" Damai kak bercanda bercanda ucap twin


Rahan hanya tersenyum sesekali sambil melirik Ais


Keheranan dengan maksud yang di sampaikan secara tiba tiba oleh Rayhan


" Enggak om , memang Ray sudah siap secara batin dan materi serta ingin menjalin hubungan halal dengan Naya om dan menjaga fitnah nantinya


" Ray tapi Naya masih kuliah


Dengan menggaruk kepalanya , " ya sudah saya siap menerima Naya om , saya juga masih kuliah dan insya Allah besok malam bapak dan ibu akan datang kesini


" Gimana Nay , kau siap


Naya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum


Sebenarnya berbicara begini tubuh Ray gemetar namun tekad bulatnya hingga keberaniannya muncul


" ya sudah om tunggu kedatangan orang tuamu ucapnya sembari masuk ke dalam di ikuti bu Maya


Meninggalkan Rayhan dan Naya di Ruang tamu Sentot dan Maya menuju kamar mereka


Mengambil ponsel dan menghubungi sahabatnya Panji


Melakukan panggilan beberapa saat kemudian tersambung


" Assalammualaikum wr wb


"Waalaikum salam wr wb


" Ih...formal sekali sentot ucap pak panji

__ADS_1


" Tumben tumbenan kamu nelfon tanya pak panji


" M.....itu panji tentang cucumu


" Memang kenapa dengan cucuku yang mana , cucuku empat sentot


" Ray , Rayhan


" Kenapa memang


" cucumu dengan beraninya datang sendiri melamar Naya


"Hahaha ....kapan itu


" Barusan nji , ni cucumu masih di sini juga


" Sudah terima saja , lagian dia sudah mapan materinya mangkannya dia pingin buru buru nikah


" Tot , sebenarnya bapaknya tadi juga sudah memberi tahuku tapi gak nyangka kalau secepat ini , sudah lurusin saja kok gak sabar pingin punya buyut aku


Terdengar di ujung sana terbahak keras


" Ya..buyut muda kelakar Sentot


Sebelum menutup telfon Sentot sedikit berbicara , sebelum besok malam bisakah bertemu ucap Sentot pelan


" Maaf untuk besok gak bisa mau mempersiapkan pinangan cucu mantu


" Andaikan sore ini bisa kan ? , " jangan di rumah ada Rayhan ucap Sentot


" Sentot .....jangan menutupi apapun pada cucuku , aku tak mau kejadian anakku terulang sudah aku kerumahmu sekarang ucap pak Panji


Dan tak berselang lama sudah menutup telfonnya


Banyak pikiran berkecamuk di hati pak panji


Bu widia yang sedari tadi memperhatikan


akhirnya bertanya juga


" Ada apa pa ? " kok wajahnya muram


" Hatiku gak enak ma , saat Sentot telpon tadi rasanya ...


" kalau bisa bicarakan di luar saja kasian cucu kita sudah menaruh harapan penuh akan pinangan ini


" Telfon balik lah sebelum kita berangkat


Akhirnya menurut akan nasehat sang istri pak panji menghubungi Sentot dan janji bertemu di rumah pak panji karena suasana yang sepi


Hampir tiga puluh menit akhirnya yang di tunggu datang juga


Setelah masuk serta duduk dan berbasa basi sebentar akhirnya , " sebentar ada baiknya orang tua dari cucuku di beri tahu juga biar tak menimbulkan masalah nantinya


Dengan persetujuan dari kedua belah pihak akhirnya Galang dan Rahael di minta untuk datang


Menunggu hampir dua puluh menit akhirnya Galang dan Rahael datang


Setelah berkenalan satu dan lainnya akhirnya pak sentot menceritakan semuanya


" Naya adalah anak angkat karena saya dan Maya hingga kini belum juga punya momongan akhirnya saya mengangkat Naya sebagai anak dan memang orang tuannya pun sudah meninggal karena kecelakaan

__ADS_1


Dan seperti yang anda lihat saat ini dia tumbuh dan besar bersama kami dari bayi ucap Sentot dan di benarkan oleh Maya


__ADS_2