Rahael

Rahael
Bab 26. Keberangkatan


__ADS_3

BAB 26. Keberangkatan


Pagi ini. Setelah sarapan pagi, semua masih duduk di meja makan dan enggan beranjak.


"Rahael," panggil Galang. "Rahael, mau ikut, Mas. Galang ke kota S?" tanya Galang pelan.


Mendengar ucapan Galang, Rahael langsung tersenyum. "Sungguh!" jawab Rahael senang.


"Apa Ibu sekalian menyetujui?" tanya Rahael sembari menatap kedua orang tuanya.


"Jika Rahael ingin ikut Mas Galang ikut saja, biar Rahael ganti suasan dan dekat sama pawangnya," tutur Bu Jum, menggoda Rahael.


Galang hanya tersenyum saat menyadari Ibunya tengah menggoda Rahael dan itu membuat Rahael langsung menunduk dengan wajah merona.


"Jangan goda Rahael terus Bu, nanti Rahael ngambek dan yang repot Galang," ujar Galang sembari tersenyum.


Rahael hanya tersenyum sembari menunduk malu saat suami dan ibu mertuanya terus menggoda, "Ya. Sudah, kalau begitu besok kita berangkat Rahael," ujar Galang.


Rahael yang sedari tadi hanya diam kini seakan mendapat semangat baru.

__ADS_1


"Wah! Kalau begitu, Rahael harus segera siap-siap, Bu Jum, bantu Rahael bersiap ya?"


Mendengar jawaban Rahael Galang langsung berdiri dan meraih tangan Rahael. "Ayo, Mas saja yang bantu," ujar Galang sembari membantu Rahael berdiri dan berjalan beriringan menaiki tangga. "Jangan tergesa-gesa Rahael," omel Galang.


Sementara ke dua orang tua yang duduk di bawah hanya tersenyum bahagia mendengar dan melihat ulah kami.


Untuk pertama kalinya Galang masuk ke kamar Rahael, Galang memindai sejenak kamar Rahael, kamar yang bercat pink, rapi, bersih dan kamar yang sangat khas untuk seorang perempuan.


"Duduk Mas," ujar Rahael saat melihat Galang hanya berdiri. Melihat Rahael menarik koper dari dalam lemari pakaian seketika Galang mendekat. "Biar Mas saja yang angkat, ini berat," ujar Galang sembari menarik kopernya.


"Bawa secukupnya saja dan yang penting-penting saja Rahael," tutur Galang.


Galang hanya melihat saja, saat Rahael sibuk berkemas, "besok, kita berangkat, bawa mobil saja biar enggak capai. Beda kalau kita naik Bus capek, apalagi Rahael sedang mengandung," tutur Galang.


Rahael hanya mengangguk saat mendengarkan semua ucapan Galang, melihat ini membuat Galang semakin gemas.


"Kok. mengangguk-angguk saja Rahael," ujar Galang sembari mengusap kepala Rahael.


Rahael tak menjawab, tangannya masih saja sibuk membereskan ini dan itu. Galang yang sejak tadi gemas akhirnya menangkup wajah Rahael menatapnya lekat. Sesaat Rahael terkejut, "ah. Mas Galang menganggu saja, terus kapan selesainya," ujar Rahael sembari menatap ke arah Galang.

__ADS_1


Rahael seketika memasang wajah cemberut, "nah. kan, Rahael jadi capek, sini Mas bantuin," ujar Rahael cemberut. Galang semakin iseng ingin menggoda Rahael, "Rahael lucu," ujar Galang sembari menoel hidung Rahael dan itu makin membuat Rahael


marah, "ih. kalau Mas terus menggoda, Rahael enggak jadi ikut," ancam Rahael.


Galang langsung terdiam, menggeser tangan Rahael sejenak, "boleh Mas, memegang perut Rahael?" tanya Galang penasaran. Sesaat Rahael menatap bingung, "boleh kan!" pinta Galang.


"Jangan macam-macam Mas, nanti Mas ketagihan pingin megang terus, enggak usah Mas, Rahael belum siap," jawab Rahael yang tiba-tiba jadi canggung.


Melihat Rahael yang canggung Galang langsung tersenyum, "Rahael, Mas akan turun, Rahael ikut atau Rahael mau istirahat?" tanya Galang.


"Rahael istirahat saja Mas," ujar Rahael sembari duduk di sisi ranjang.


Melihat Rahael yang masih canggung Galang mengurungkan niatnya untuk turun kini Galang duduk jongkok di hadapan Rahael, menatap netra Rahael yang sendu.


"Rahael, boleh Mas berbicara sesuatu? Tolong nanti jika kita sudah di kota S, Mas minta tolong, Rahael jangan bersikap canggung seperti ini untuk meminta tolong apapun itu atau yang lainnya," ujar Galang lirih.


"Dan satu hal lagi, tolong rahasiakan keberangkatan kita, rahasiakan pada teman sekalipun itu sahabat Rahael, Rahael bisa berjanji!"


Setelah mengatakan semua yang di anggap penting, Galang kembali berdiri mencium kening Rahael dan kembali menoel hidung Rahael. "Nah, kan! Mas Galang," ujar Rahael sembari memukul lengan Galang.

__ADS_1


"Argh ... Mas Galang," ujar Rahael sembari mendorong tubuh Galang keluar dari kamar dengan wajah malu. Melihat sikap Rahael seketika Galang tertawa puas.


__ADS_2