Rahael

Rahael
BAB 69. MASIH DI MALL


__ADS_3

Mas....belum sempat aku menjawab Rahael sudah berlari langsung melepaskan genggaman tanganya .


Aku yang masih kebingungan dengan sikapnya , mendadak Rahael menarik lenganku .


Menurut saat ini karena banyak orang ysng melihat kehebohan Rahael .


Masuk ke toko baju bayi beraneka ragam pernak pernik yang di tata rapi , kembali menyeretku ke sudut ruangan terdapat stand khusus untuk model baju berpasangan dengan model beraneka ragam .


Menatapku sembari tersenyum , " boleh membelikan twin ini tiga pasang ?


Ku acak rambutnya , "pilihlah sesukamu Ra


" Gak mas , aku cuma mau tiga baju saja yang model popeye , " boleh kan yang model ini , menunjukkan padaku baju dengan model kaos lengan panjang dengan penutup berkepala singa serasa indentitas diri ni dan yang satu kaos garis garis dengan celana levis biru tua .


Menaruhnya di kantong belanja dan kembali merangkul lenganku , " sudah hanya itu Ra


Hanya mengangguk , " yok ke kasir mas


Setelahnya dari kasir kami langsung keluar toko baju .


Berjalan bersama mengitari mall dengan bergandengan tangan .


Tiba tiba genggaman tanganya di lepas


" Kenapa ? " ih , malu di liatin orang


Aku memindai kanan dan kiriku ternyata benar , tapi masa bodoh isteri isterku sendiri pikirku .


Kembali ku raih tangan nya , " Ayo ,


mengajaknya kembali berjalan

__ADS_1


Melihat ada toko perhiasan aku langsung mengajaknya berbelok


" Kok kesini mas , Ra gak perlu ini


" Tolong mbak yang gambar hati yang bingkainya ada permatanya


Pemilik toko langsung mengeluarkan barang yang ku maksud , " coba Ra kubantu memasangkannya .


" Coba lihat di cermin , sejenak mendongak aku tersenyum simpul , cocok dengan lehernya yang jenjang , "cantik ucapku


Eh.... yang ku puji cantik malah tersenyum malu , untung di mall andai di rumah sudah aku ajak duel ni , ucapku dalam hati .


Seketika aku terkejut saat , " gimana pak cocok ya mbak , berapa ? " sekian pak kata sang pemilik toko .


Setelah melakukan pembayaran dengan kartu sakti .


" apa perlu di bungkus pak ? Gak usah mbak


" Terimakasih mas ,ucap Rahael di telingaku serasa mak ser...


" Jangan pernah di lepas bisikku itu tanda....


belum selesai aku berbisik


" Mas.....baju twin , mendapat teriakan mendadak membuat aku tersentak


" Aduh ...Ra , ini apa ,ucapku .


Setelah berputar putar , " ayo makan laper Ra , masih jauh mas gepreknya ucap ku .


" Habis makan nonton yuk , mumpung kita keluar habis itu kita pulang .

__ADS_1


" Gak mas , kasian twin ! Lagi pula juga hampir sore , " belum makan terus nonton ih


" gak gak bisa bisa sehari penuh kita di luar


belum lagi .... "cup kebanyakan bicara ucapku


Yang kukecup secara mendadak akhirnya diam dan salah tingkah .


" Mesti aku kan jadi malu , di depan orang lagi sembari memukul lenganku


" sudah mas , bungkus saja sekalian untuk orang di rumah kasian bibi biar gak masak untuk makan malam , ucapku .


setelah berapa lama akhirnya pesanan selesai .


Sudah sore memang hampir jam tiga sore


Begitu berjalan di area parkir , "Mas terus cari ruko nya ? " Mas Galang hanya tersenyum nanti kita keluar lagi berdua buat cari ruko , jawab ku.


" kok , gitu mas .


Aku hanya menoleh , kalau masih omong aku cium lagi kayak tadi menoleh ke area parkir


mumpung sepi Ra.....


Mendengar aku berbicara seperti itu Rahael langsung menutup mulutnya , " kalau mau gitu gitu itu di rumah mas , malu maluin saja


Aku yang mendengarnya langsung tertawa terkekeh .


Hari yang sangat menyenangkan batinku tunggu Ra aku pasti bisa mengajakmu keluar lagi cuma berdua tanpa twin , mengganti masa pacaran kita yang terlewat .


Sembari melajukan mobilku dari area parkir

__ADS_1


__ADS_2