Rahael

Rahael
BAB 121 . ANEH


__ADS_3

Melihat istrinya belum bangun juga akhirnya Galang mengganti baju isterinya


Aneh , biasanya suka cepet bangunnya di pegang tubuhnya lagi , " masih panas


Mengambil hp dan mengulirnya mencari dokter praktek yang masih buka , di lihatnya sudah pukul sembilan malam


Begitu menemukan dokter praktek yang masih buka Galang menghubungi Rahan dan Rayhan


Dengan diam bapak dan anak itu membawa turun dengan tenang karena tak ingin membangunkan yang lainnya


Rayhan yang sudah menunggu di mobil pun


juga sudah siap , melajukan mobilnya menuju dokter praktek terdekat


Dengan demam tinggi dan tak segera bangun membuat Galang semakin bingung


" Ray , begitu sampai menghentikan mobil dan membuka pintu dan setelahnya mengikuti bapak dan kakaknya


Begitu memasuki ruang praktek dokter itu sedikit terkejut , " Lho mas , gimana sehat


kenapa mbaknya


Segera memeriksa dan kemudian tersenyum


" istri anda Rahael hanya terserang demam biasa mungkin terlalu kelelahan dan sedikit mengalami radang di tenggorokannya


Setelah itu memberikan resep untuk di tebus "sebentar lagi dingin setelah minum obat itu


mas


" Ini anaknya yang rewel waktu kecil dulu ucap sang dokter


Rahan dan Rayhan hanya saling pandang


sedangkan Galang langsung tersenyum


" Maaf saya tidak mengenali anda dok


" Rahan , Rayhan salim mereka berdua kemudian mendekat dan salim dokter hanya tersenyum setelahnya bersamaan ibu yang bangun


Kemudian sang dokter memeriksa lagi lebih teliti kemudian memandang kami bertiga dengan senyuman


Bapak langsung menghampiri ibu , " pusing mas ucapnya sembari berusaha duduk


" Apa perlu rawat inap dok tanya bapak


" sebenarnya gak perlu seperti itu , tapi jika mas menginginkan kami juga akan merawatnya


" Gimana Ra , mau ya ?


Ku lihat ibu hanya menggeleng pulang aja kasian anak anak mas , ucapnya lagi


Pak Dokter kembali tersenyum , Rahan dan Rayhan tolong ibu bapak mau menyelesaikan pembayaran


Tak berapa lama mereka pun sudah berada dalam mobil , " Ray sekalian mampir apotik


mobil berhenti sejenak saat Ray melihat apotik yang masih buka


" Ray sini saja , biar aku yang beli obatnya


tak beberapa lama sudah kembali dengan kresek dan beberapa obat di dalamnya


Bapak menyerngitkan keningnya saat mengetauhi obatnya


"Ayo Ray , melajukan kembali mobilnya


begitu sampai di halaman ruko terlihat dua sosok tubuh wanita sedang berdiri , begitu melihat mobil datang mereka langsung berhambur mendekat


" Dari mana kak ? " kok Twin gak di ajak


Rahan berhenti sejenak , " ibu sakit , jangan ramai nanti yang lainnya bangun


" Ayo , masuk

__ADS_1


" Terus besok siapa yang nganter kak ucap twin


" Ih.....besok kak Rahan , Rayhan Naya dan eyang panji , gimana ? " mau kan bujuk Rahan


Setelahnya twin tersenyum , " ayo sembari menutup pintu ruko


Setibanya di atas keadaan sudah sepi langsung menuju kamar ibu , Rayhan masih di sana bapak mengisyaratkan untuk diam


" Kalian tidur gih, ibu sudah minum obat


" Twin dengan pelan besok di antar kakak ya sembari mengusap kepala dua anak gadisnya


" Sudah tidur , ucap bapaknya lagi


Menutup pintu kamar dan naik ke ranjang merebahkan diri di sisi isterinya dan memegang dahi istrinya ," masih anget ucap


batinnya


Terbangun saat mendengar suara benda jatuh , di lihatnya Rahael sudah terduduk di lantai dengan tergopoh Galang menghampiri


" kok gak bangunin mas Ra ....


" Mas tidur , kasian aku


Kemudian Galang memegang dahi Rahael masih anget , " Mau kemana


" Kamar mandi , tapi kok tiba tiba pusing mas


" Nanti ke dokter lagi ya ? " Nggak ngabisin obat itu saja dulu ucap , Rahael sembari ku bantu berdiri dan masuk ke kamar mandi


" Mas keluar gih , Ra nggak nyaman


Aku keluar dan sengaja pintu kamar mandi ku buka sedikit , ku lihat begitu selesai dengan hajatnya Rahael berdiri tapi belum sejengkal melangkah dia sudah oleng


Aku sedikit berlari meraih tubuhnya , nanti kita ke dokter lagi Ra , ucapku sembari memapahnya


" Mas mau teh anget sama makan sayur yang kemarin


"ayo kedapur sekalian mas temenin


" Mendudukkan di kursi meja makan , " sabar mas bikinin teh anget , sayurnya mas angetin dulu


Dengan cekatan Galang melakukan semuanya , " Ayo buruan makan ucapnya lagi


Melihat Rahael makan dengan lahap membuatnya sedikit tenang , habis ini minum obat ucap sang suami


" Sudah tuntun saja sudah makan banyak juga


Mendengar keributan di dapur membuat eyang uti terbangun , " ono opo Lang


tumben tumbenan wes tangi ?


( ada apa Lang , kok sudah bangun ? )


Galang hanya tersenyum , " Ra...pingin makan dan minum teh anget


Seketika ibu mendekat dan menyentuh dahi Rahael , " kok anget Lang ?


Kemudian membisikkan sesuatu , " gak bu usia kami juga sudah hampir kepala empat


" Piye Ra , se bulanan to tanya ibu


Tiba tiba Rahael mengangguk dan terkejut


" Mas ......gimana ini


" Kenapa ? kok jadi takut


"Jangan aneh aneh Ra !


" Yo wes sesuk di priksone neng dokter ucap eyang uti


( Ya , sudah di periksakan ke dokter )

__ADS_1


" Ayo Lang , di jak ngaso bojone iku


( Ayo Lang , di ajak istirahat istrinya itu )


Begitu masuk kamar Rahael langsung membaringkan tubuhnya di ranjang


" Kenyang mas , kok mendadak pingin makan


malam hari mas


" Itu karena kamu habis sakit Ra


" Masih pusing ? hanya gelengan yang di dapat


" Ayo minum obat ucap Galang dan tidur


sembari mengecup dahi Rahael


Tak berapa lama terlihat Rahael tertidur


pikirannya kini beralih pada bisikan ibunya


" Ah....andaikan itu benar , duh...malu sama anak anak nantinya


Dan akhirnya tersenyum sendiri sebelum terlelap


Pagi menjelang mendengar suara ribut di dapur " Bi....sayur yang kemarin mana sembari memegang teh hangatnya


Anak anak yang di meja makan saling pandang dengan heran


" Loh....bibi simpan di kulkas bu , mau di angetin tanya bi Narmi


" Hiya bi buruan laper


" ibu tunggu di depan , biar nanti saya antar


" Gak bi , mau makan di sini saja


langsung mengambil piring dan mencentong nasi , sayurnya bi , ucapnya gak sabar


" Melihat majikannya makan dengan lahap bibi hanya terbengong , " ayo bi , sarapan juga


Dengan penasaran twin menuju dapur


" Eh....cantiknya ibu ayo makan sembari menambah sayurnya


Kini tatapan twin mengarah ke duo bibinya


mereka hanya menggunakan bahasa isyarat tanda tak mengerti


Tak berapa lama sudah menyelesaikan makannya , " bi sayur ini jangan di buang dan jangan ada yang boleh makan termasuk bibi


Mendengar itu mereka sedikit terkejut , tak seperti biasanya


Bapak yang berdiri di ujung pintu hanya menggaruk kepalanya melihat istrinya berulah aneh


" Ra....panggil suaminya , sarapan mas ucapnya


" Tumben makan di sini ?


" Sepertinya enak saja


" Twin mandi gih habis ini ibu anter ke pondok kak Ais juga suruh siap siap


" Tanya para eyang apa mau ikut


" Ra...habis sakit kok tambah cerewet ucap Galang sembari mendekati duo bibi


" Maafkan ibu , tapi tolong apa yang ibu pinta jangan di langgar ya


" Goreng apa bi melihat sebentar lalu mengambil tempe goreng


" Bi , kalau ada sayur tanya ibu dulu masih mau apa nggak sambil berlalu

__ADS_1


__ADS_2