
BAB 16. Mang Udin dan Bi Jum
Melihat Rahael mulai tenang dan mau turun ke bawah Mang Udin dan Bi Jum tersenyum. Jum jadi teringat pembicaraan mereka semalam.
Flashback on
Mang Udin dan Bi jum sangat terkejut setelah mendengar cerita Bu Rahayu hatinya juga ikut terpukul saat itu, mengapa kedua pasang suami isteri ini sampai lalai menjaga nona kecilnya.
Di tengah kekalutan hati mereka tiba-tiba,
"Jum ... "panggil Mang Udin .
"Bagaimana jika Galang saja yang kita suruh menjadi suami Non Rahael," ujar Mang Udin tiba-tiba. Mendengar ucapan suaminya Bi jum hanya memandang tanpa bicara.
"Bagaimana Jum? Laki-lakinya juga pergi, terus bagaimana nasib anak itu? masih kecil Jum," ucap Mang Udin.
"Jum enggak bisa bicara Pak, tetapi ya ada baiknya Pak tetapi kira-kira Galang mau enggak Pak!"
__ADS_1
"Ya, nanti coba Bapak telepon Galang."
"Entah ini ide yang bagus atau sebaliknya tapi setidaknya kita sudah berusaha membantu dan beri jalan," ujar Mang Udin pelan sembari menatap keluar.
Bi jum hanya mengangguk tanda setuju.
Semalam setelah menelfon Galang dan menjelaskan semuanya pagi ini Mang Udin ke terminal untuk menjemput Galang.
Galang yang di telfon bapaknya pun secara mendadak terkejut untung saat itu ia ada di kos-kosan .
"Ada apa Pak. Kok tiba-tiba mendadak telfon?" tanya Galang curiga.
"Ada apa pak?"
"Semua ini tentang Rahael Nak,
dengarkan dulu bapak cerita Nak!" seruMsng Udin lagi.
__ADS_1
Mang Udin akhirnya dengan tekad bulat menceritakan semua tentang apa yang di alami Rahael. Galang yang mendengarkan Via telefon hanya terlihat manggut-manggut dan sesekali mrnyerngitkan dahinya, tetapi Galang tetap fokus dengan apa yang di dengarnya.
Hingga beberapa saat Kemudian, percakapan jarak jauh Galang tutup secara sepihak.
Galang berkali-kalu mengambil napas besarnya, saat ini hstinya juga sedang tak baik-baik saja hal yang harus Galang pertimbangkan. Hingga akhirnya Galang memilih menghubungi Bapaknya dan menyanggupi keiinginan Mang Udin dan Bi Jum.
Setelah melakukan persiapan dadakan Galang akhirnya memutuskan untuk pulang.
Sepanjang perjalanan pulang Galang mssih belum bisa mencerna semua kejadian yang di ceritakan oleh Bapaknya. Hingga Galang tiba di rumah dan mendengar suara Rahael yang muntah-muntah. Disinilah Galang sadar akan yang terjadi.
Hingga makan malam saat Galang melihat Rahaek yang pucat dan kurus, pergaulan bebas yang di lakukan Rahael atau ... argh.
semalam Galang tak bisa memejamkan matanya memikirkan esok, apa yang akan dilakukan dan rencana untuk Rahael.
Galang menekan perasaan dalam-dalam hingga dadanya terasa sakit akan semua kejadian ini, Galang hanya menatap sekikas ke arah kamar Rahael.
flashback of
__ADS_1
"Gimana Lang, apa yang akan kau lakukan setelah melihat keadaaan Rahael menolaknya atau menerima dengan ikhlas. Jujur Bapak dan Ibumu juga merasa berdosa jika memaksakan kehendak Bapak hanya karena hal ini, lihat Rahael dan kebaikan Bu Rahayu pada kita, semua keputusan ada di tangan Galang dan Bapak akan hargai itu," ujar Mang Udin lirih sembari menatap halaman rumah belakang. Galang sadar jika saat ini keadaan sedang tak baik-baik saja harus ada satu pengorbanan yang harus di lakukan Galang dengan ikhlas.
Galang ikut berdiri dan memeluk Bapaknya, "Galang akan memikirkan ini Pak. Sekarang Bapak istirahat dan kita lihat besok," jawab Galang sembari memeluk Bapaknya erat dan setelah itu Galang masuk dalam kamarnya.