Rahael

Rahael
Bab 50. Kabar Gembira


__ADS_3

Bab 50. Kabar Gembira


Pagi ini semua terlihat baik-baik saja,


Rahael membangunkan Galang saat adzan subuh mengajak shalat bersama.


Setelah salam terakhir di raihnya tangan Galang dan mencium nya.


"Mas," panggil Rahael sembari melepas mukenanya.


"Ada yang ingin Rahael sampaikan."


Mendengar ucapan Rahael seketika Galang memutar tubuhnya.


"Mas, mungkin benar kata Mas, Rahael memang belum bisa me maafkan Mawan tapi bagaimana pun juga, mereka adalah anaknya. Rahael akan membiarkan mereka bertemu dengan cucu mereka.


Sejenak Galang tertengun mendengar ucapan Rahael, semalam menangis dalam dekapanku hingga mengungkapkan rasa bencinya.


"Kini ... "


Belum hilang rasa terkejut Galang.


"Kenapa? Mas terkejut!!"


"Rahael ... jangan memaksakan dirimu jika itu memberatkan hatimu," ucap Galang.


"Semalam Rahael berpikir banyak Mas, setelah shalat tahajud. Tapi untuk Mawan Rahael masih belum bisa membiarkannya bertemu dengan Twin dan seperti ucapan dan syarat Mas sepertinya bagus untuknya, semoga saja dia jomblo terus jadi nggak bisa ketemu dengan Twin jawabnya saat itu.


Galang tak tahu ini kabar gembira atau akan menyulitkan di kemudian hari .


Mentatap wajahnya melihat matanya semakin sembab, pasti terlalu banyak menangis lagi semalam. Merengkuh tubuhnya. mencium keningnya.


"Terima kasih, ternyata kau masih Rahael ku yang dulu sembari berkali kali ku kecup kening dan matanya yang sembab .


"Maafkan mas ... "

__ADS_1


Saat aku akan beranjak berdiri dan melipat sajadahku.


"Jangan berdiri dulu Rahael belum selesai bicara sembari menarik tanganku untuk duduk."


"Jangan mulai Rahael, masih pagi," ucap Galang.


" Mas Galang kok mesum, setelahnya tersenyum menatapku .


"Hm, apa Rahael, jangan menggoda . Awas ni sangkuriang mas sudah seminggu puasa jawab Galang.


"Bukan itu Mas. Rahael pingin lepas kB dan memang sudah sebulan ini, Rahael nggak minum pil KB Mas, maaf," ucapnya sembari menunduk.


"Ish ... kau itu Rahael, kenapa memang sudah pingin punya dedek lagi? Twin masih umur 18 bulan Rahael, timpal Galang.


"Nggak papa, biar nanti kalau anak-anak kita sudah gede-gede kita masih keliatan muda Mas."


Kurengkuh tubuhnya. 'Kamu bikin gemes Rahael, batin Galang.'


"Ya, sudah nggak apa-apa lagian ini yang mau jadi bumilnya siap-siap saja.


Serasa mendapat lampu hijau Galang langsung tersenyum sumringah, lega karena masalahnya beres dan yang paling menyenangkan kini sangkuriang kecilnya boleh melenggang dengan sempurna layaknya jalan tol bebas hambatan.


Sudah jam tujuh pagi saat kami keluar kamar Bi Narmi sudah menyiapkan sarapan dan hendak ke kamar Twin.


"Tumben Bi sudah datang? Bi Narmi hanya tersenyum.


"Silakan Pak, Bu jika mau sarapan."


Aku hanya mengangguk.


"Terima kasih Bi."


Duduk di meja makan menatap Rahael menyiapkan sarapan dengan rambut basahnya yang masih tergerai sebahu membuat sangkuriang Galang kembali on.


"Rahael, pingin lagi, kuucapkan dengan pelan."

__ADS_1


"Nggak boleh Mas,waktunya kerja, sarapan dan lekas kebawah," ucapnya bertepatan dengan Bi Narmi yang keluar mengajak twin untuk sarapan setelah beres mandi.


"Eee, sini gantengnya ibu sama bapak ucap kami serentak."


"Mas sarapan dulu, baru itu pegang Rahan.


keburu dingin," sembari membenarkan duduk Twin di stoler dan memberikan biskuit khusus bayi.


"Bi Narmi sarapan juga gih," pinta Rahael.


"Sudah Bu, Bibi sarapan di dapur saja."


"Panggil Bibi Mas, suruh sarapan di sini."


"Bi, dengar nggak yang di bilang ibu!"


"Tapi ... Pak."


"Ayo Bi. Jangan buat ibu marah."


Dengan segera Bi Narmi berjalan ke meja makan.


"Mas, jadi kangen sama ibu, jadi pingin pulang kampung Mas."


"Bi jika sewaktu-waktu kami mudik bibi ikut ya?"


Bi Narmi hanya tersenyum.


Setelah sarapan Galang menuju ke bawah, toko hari ini sangat ramai hingga pukul satu siang menyuruh karyawan bergantian beristirahat yang biasanya satu jam waktu istirahat kini mereka ku beri waktu lima belas menit dan sisa waktunya nanti ku ganti dengan uang lembur.


Hingga jam lima sore masih terlihat satu dua orang masih di toko aku segera naik ke atas.


"No, setelah dua pelanggan itu tutup tokonya dan kalian boleh pulang," ucap Galang.


"Baik Pak."

__ADS_1


Hanya itu yang Galang dengar sebelum berlalu keatas.


__ADS_2