Rahael

Rahael
Bab 84. Kelahiran dan tamat


__ADS_3

Bab 84. Kelahiran dan tamat


Melihat Twin mendekat ke Rahael kami masih melihatnya dengan gemas saat mereka bergantian mencium perut ibunya sambil mengelus," adik, adik, adik," seru Twin sambil sesekali bergojet, seketika tawa kami terus terdengar saat melihat ulah Twin.


"Buih," bener kudangan Bapak sudah melekat melihat itu membuat kami semua tertawa


terpingkal.


Waktu berlalu dengan cepat kini kehamilan Rahael sudah mendekati seminggu hari yang di tentukan belajar dari pengalaman sebelumnya kami sangat berhati-hati menyiapkan semuanya dengan baik.


Selama mendekati hari h persalinan Twin di minta untuk tinggal sementara di rumah Pak Panji dan Bu Widia, tetapi Rahael menolaknya dengan alasan tak biasa di tinggal oleh Twin.


Bu Widia hanya tersenyum saat Rahael menolak keinginan Bu Widia, selepas kepergian Mawan, orang tua Mawan lebih memilih tinggal di tempat rumah lamanya dengan alasan ingin dekat dengan cucu- cucunya.


Ini masih hari ke lima tetapi Rahael sudah merasakan mulas, Galang bergegas menyiapkan segala keperluan dan meminta tolong Bapak untuk mengantar karena Rahael minta lahiran di Dokter Sumi jadi cukup dekat.


Setelah sampai di Dokter Sumi semua sudah di siapkan dan memang kini Rahael sudah lebih pengalaman jadi dia semakin cermat dan tidak ingin menunggu lama pembukaan


saat tiba di sana memang benar tinggal menunggu pembukaan lengkap.


Galang yang sedari tadi menunggu ikut merasakan begitu besar perjuangannya demi darah daging dan anak yang tengah di kandung Rahael.

__ADS_1


Setelah pembukaan lengkap seperti biasa sesuai arahan Dokter Sumi akhirnya lahirlah dua bidadari cantikku , kuadzani mereka satu persatu dan menyerahkan kembali pada Dokter Sumi.


Rahael tampak tersenyum lebar begitu juga dengan Galang, rasa syukur terucap dengan tulus dalam hati, mendapat dua bidadari kecil dan dua jagoanku yang akan meramaikan rumah kecilku nanti nya.


"Siapa namanya Rahael?" tanya Dokter Sumi.


"AALYAH yang artinya wanita yang di tinggikan dan ALIA adalah wanita mulia," jawab Rahael.


Di luar nampak kedua orang tuaku dan ibu mertua, beberapa saat nampak orang tua Mawan serta Silvi juga ikut datang.


Galang berpamitan pada mereka semua karena ingin mengubur ari-ari dedek Twin.


Sesampainya di rumah Galang melihat Twin sedang bermain dengan Bi Nina sedang Bi Narmi, sedang mencuci ari-ari.


"Bibi mau ikut atau nunggu besok lihat dedek Twinnya?" tanya Galang saat melihat Twin sudah tertidur.


"Besok saja Pak, lagian besok juga sudah pulang," ucap Bibi


"Ya, sudah titip Twin, paling nanti Eyangnya juga sudah pulang. Bi, Galang berangkat dulu," pamit Galang sambil menutup pintu.


Twin yang tadinya tidur kini terbangun mendengar suara pintu yang Galang tutup.

__ADS_1


Galang bergegas kembali masuk, "eh. kaget ya?" tanya Galang sembari mencium pipi mereka.


"Ibu, Pak. Mau ibu!" tangis Twin secara serempak. Sesaat Galang terdiam, "betul juga jika Rahael tak mengijinkan mereka untuk menginap di rumah eyangnya, jadi ini yang membuat Rahael takut," guman Galang sendiri.


"Bi, ganti bajunya Twin, kasian Twin mencari ibunya! Mereka berdua lekas masuk dan berganti pakaian tak berapa lama, "ayo, pak," ucap mereka, sembari menuntun kakak Twin dan Bi Nina mengunci pintu dan pagar.


Tak butuh waktu lama untuk menuju Dokter Sumi, semua berkumpul perasaan bahagia menyelimuti semua yang ada, apalagi kakak Twin tertawa lepas saat bertemu dengan ibunya. Galang yang melihatnya dari luar ruangan tak urung bibir Galang tersenyum, "apalagi yang akan Galang cari semua sudah ada di depan mata kebahagiaan dan masa depan sudah terlihat jelas tinggal menjalaninya saja," guman Galang sendiri.


Ya kehidupan ku sangatlah lengkap saat ini


terima kasih Ya Allah hanya itu yang terus kupanjatkan di tiap tiap doaku selesai shalat


TAMAT


NB . TERIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH


MEMBERIKAN DUKUNGAN VOTE LIKE


DAN HADIAH DI TUNGGU KOMENTAR


YANG MEMBANGUN DAN BIJAK

__ADS_1


MAAF JIKA MASIH BANYAK SALAH TULIS DI SANA SINI


__ADS_2