
Setelah pemilik ruko pergi , aku masih melihat Rahael tersenyum , " kenapa ?
Berjalan mendekat padaku , " seneng ae punya mas gigih dan pinter ."
Sembari berjalan memutari ruko , " masih ada
beberapa yang harus di perbaiki mas , dan harus di cat ulang " , ucap rahael .
" Mas ....sepertinya daerah sini cocok deh untuk jual oleh oleh berupa makanan
semisal krepek ,minuman , cemilan cemilan
ringan yang lain atau seperti brownis brownis gitu mas " , ucapnya sembari menoleh ke kanan dan ke kiri .
Aku mendengar kan sembari manggut manggut , " boleh juga Ra idenya , oke kalau
gitu kita dil oleh oleh khusus makanan dan minuman ."
" Kalau gitu mas akan cari pemasok atau mencari pemasok dengan sistem konsinasi dulu sebagai awal , nanti kalau sudah jalan dan lancar baru kita pikirkan langkah selanjutnya terus untuk brownis nya? "
"Coba nanti Ra....akan ajak dua bibi untuk duet , gimana ?"
" Aduh....Ra , gimana twin kalau duo bibi kamu ajak duet ? ", seketika Rahael tersenyum .
" Ya sudah ibu jum aja yang aku ajak , nanti kalau memang rame Ra akan cari teman ."
Mendengar itu mas Galang langsung memitingku , " gak gak mending kamu cari orang lain untuk membantu ", mendengar ini aku langsung tertawa terbahak bahak .
Tak berapa lama telfonku berdering
" Assalammualaikum , ya bi ?
" Twin rewel pak, nangis terus.
__ADS_1
" Ya sudah bi , saya lekas pulang ", ucapku
sembari menutup telfon .
" Ra , pulang twin rewel orang rumah kewalahan ucapku ."
Setelah menutup pintu ruko aku dan Rahael segera bergegas pulang , sesampainya di rumah kulihat twin di teras sedang menangis hingga segugutan .
Bibi yang sedari tadi sibuk menenangkan tersenyum melihat kedatanganku .
" Eleh Ray siapa itu , bapak yang datang " , ucap bi Nina dan bi Narmi bersamaan .
Sejenak twin menoleh ke arahku dan terdiam .
" Sini bi , ucap Rahael sembari mengambil Rahan .
" Ayo ...Rayhan sama bapak , sambil menggendongnya .
" Bapak , bapak , " oh...kangen bapak kini
mas Galang sudah mengusel usel twin dan mencoba membuatnya tertawa .
Beberapa saat kemudian twin kembali menangis lagi . Duo nenek yang mendengar twin menangis kini sudah ikut keluar ke teras .
Tiba tiba bi Narmi datang membawa dua dot berisi air putih , awalnya twin menolak dot yang di berikan dengan telaten bi Narmi memberikan dot itu hingga mereka tertidur .
" Pak ....ingat keadaan seperti ini pernah terjadi kan ? " ingat waktu eyang mereka kecelakaan " , ucap bi Narmi mengingatkan . Secara tiba tiba aku teringat akan ibu mertuaku .
" Bu, sebaiknya ibu undur dulu kepergian ibu
Galang kok jadi khawatir ", sembari mas Galang menatap jauh kedepan .
" Bi...tolong tidurkan twin di kamar ", ucapku sembari menyerahkan twin .
__ADS_1
Setelahnya aku segera mengambil ponsel
mencari nama tuyul tengil , namun nomor yang aku hubungi taknkunjung berbalas .
"bSudah hampir isya , atau mungkin nanti aku hubungi lagi " , perasaan was was juga tak kunjung hilang hingga twin terbangun dan menangis lagi .
Kami serumah bergantian menenangkan twin tapi tetap saja , berhenti sebentar dan kembali menangis lagi .
Hingga pukul tiga dini hari twin baru tenang dan tertidur , perasaan lega langsung kurasakan .
Aku dan Rahael langsung tertidur di samping twin hingga pagi menjelang .
Kembali terbangun saat ku dengar twin mulai merengek lagi .
" Ra....panggilku saat melihat Rahael masih tidur " , bangun gih twin rewel lagi " , ucapku.
Mendengar panggilanku Rahael langsung bangun , " kenapa lagi mas ? kok tumben aku jadi ingin nangis juga .
" Ayo mandiin twin dulu , baru kita kasih ke bibi ucapku ."
Setelah twin mandi aku melihat Rahael masuk kamar mandi , aku bergegas mencari bi Narmi .
" Bi ...mumpung gak rewel kasih sarapan dulu supaya ke isi dari kemarin nangis terus .
Saat aku hendak berajak pergi tiba tiba Rayhan berceloteh " bapak ,bapak " sesaat aku mendekat sembari ku cium pipinya .
" Ya ....ada apa nak ? hem " , sembari ku gelitik perutnya " pak , pak ,pak , bapak "
" Sini " , sembari ku gendong , " gak boleh rewel ya , kasihan ibu , nenek ,kakek sama bibi "
yang ku ajak bicara hanya geleng geleng .
Ku lihat Rahan mulai memasang wajah memerahnya , " ayo...maem dulu , habis itu ke taman ya , usahaku untuk membujuknya .
__ADS_1