Rahael

Rahael
BAB 110 . KETEMU YANG DI MAU


__ADS_3

Setelah keluar kamar senyum eyang Panji tak pernah surut hingga istrinya bu widia heran


" Kok senyum terus pa tanya bu widia


" Cucu kita udah dewasa , Rahan katanya di sana udah punya pacar dan lagi mondok sekarang


" Wah...semoga saja sampai halal pa , nggak sabar nunggun kita jadi buyut ucap b widia


"Perasaan baru kemarin mereka masih pakai seragam abu abu


Seketika bu widia terdiam , " andaikan Mawan ada betapa bahagiannya pa , ucap bu widia


" Sudah ma itu semua takdir kita sudah mendapat gantinya dua sekaligus


sekilas melihat jam , " ayo ma kita punya janji dengan sentot nanti di tunggu lo


" Sekalian panggil Rayhan untuk ikut ma


Tak berapa lama mereka sudah bersiap


hanya membutuhkan waktu sepuluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai


Setelah memarkir mobilnya di halaman pak joko segera menuju teras dan mengetuk pintu tak berapa lama nampak sosok keluar dari dalam rumah berperawakan tinggi dengan senyumnya


Rayhan melihat sosok itu dengan sedikit terkejut " om...sapa Ray


Kedua eyang langsung menoleh , " kok sudah kenal Ray ucap eyang


" hhhhhh......ini cucumu panji ? pantesan sekilas wajahnya seperti pernah liat sembari berjabat tangan


" Ayo masuk , sebentar kupanggil Maya


Ray....tuh Naya di teras belakang ucap pak sentot


" Sudah om di sini saja sembari ikut duduk


Begitu melihat istrinya Maya datang


" Ma , ternyata Ray ini cucunya panji loh pantesan kok kayak pernah liat wajah familiar ini


" Yo mesti , bibitku pasti unggul ucap panji sedikit meninggi yang penting ganteng toh


" hhhhhh....mereka tertawa bersamaan


" Ma panggil Naya gih suruh nemenin Ray


Tak berapa lama nampak Naya dari teras belakang , " Hai Ray , wah kebetulan ni


ayo ke teras belakang yuk , ajaknya


" E....main selonong saja , Nay salim dulu


ucap bu Maya


Ternyata ibu dan tante Maya itu sama saja pikirku


Berjalan ke teras belakang nampak asri dengan banyaknya bunga warna warni


" Sedang apa di sini Nay tanyaku


" Biasa kalau gak nanem nanem ya kadang cuma duduk saja


" Asal jangan pake nglamun Nay


Sesaat menoleh ke arahku dan tersenyum


" Kira kira aku ada nggak di lamunanmu


" Ih .... kamu ngaco Ray


Setelahnya menunduk sambil tersenyum

__ADS_1


" Permisi non ini minumnya suara bibi mengejutkan kami


" Ayo di minum mas ucap Nay berubah seketika cara memanggilnya


Percakapan sederhana tapi mampu membuat kami sama sama terkikik , serasa menemukan hal yang pas dan cocok hingga tante Maya memanggil


" Nay tunggu telfon aku ya saat beranjak pulang hanya tersenyum sebagai jawaban


Ternyata ikut dengan kakek aku sudah menemukan apa yang ku mau


gadis yang ku ingat saat jatuh di depanku


" Terimakasih Aal sembari tersenyum


Eyang yang sedari tadi diam kini tersenyum


" Coba lihat cucu kita , senyum senyum sendiri dari tadi


Seketika eyang uti menoleh dan tersenyum


Sudah hampir sore sesuai janjiku pada bapak aku segera berpamitan saat tiba di rumah eyang , " Ray pulang eyang terimakasih sembari salim


Tak berapa lama ojek online yang ku pesan datang juga kulihat eyang dari kejauhan tersenyum menatapku


Saat ini mungkin tiga dari saudaraku ada jauh di sana tapi sekarang aku sudah menemukan teman baruku ya , gadis yang sedikit banyak telah mencuri hatiku


Sesampainya di rumah dengan senyum sumringah , eyang uti dan eyang Rahayu


hanya menatapku sedikit bingung saat aku salim pada mereka


Bapak dan ibu sekilas menatapku


" Bapak kira nginep le ?


" Nggak pak kasian ibu tambah kesepian nanti kalau aku nginep


Melangkahkan kaki kekamar sembari bersiul


Merebahkan diri sesampainya di kamar ku ambil ponselku , mencari nama Naya


Tak berapa terdengar nada sambung saat ku lakukan panggilan


" Assalammualaiku wr wb , sahutan yang di ujung sana


Sesaat aku tersenyum sebelum menjawab ulang ku bayangkan wajahnya aduh.....


" Halo.....


" Nay , video call yuk pintaku dan langsung menekan tombol nya


Saat sama sama terhubung , " gini mantap ucapku


" ku lihat yang di ujung sana senyum senyum


" ngapain


" Di teras belakang


" kok belum pindah menunjukkan sesuatu


" Hm....sampai jam segini , pasti belum shalat


" Dia hanya tersenyum malu


Menatap wajahnya dalam tiba tiba , " hayo....


ngapain


Ku lihat wajah tante Maya , " petang tante sapaku


Tante Maya hanya tersenyum melihatku dan berlalu pergi

__ADS_1


Naya yang melihatku kikuk tertawa terkikik


" Hm....puas sekali Nay ngerjain aku


sudah shalat dulu , bay cup


Ku matikan panggilan karena terdengar adzan magrib


Setelah shalat magrib menuju ruang tengah kulihat hanya ada eyang uti


" kok sendirian eyang mana bi Nina sembari ku rangkul


Mendapat perlakuan seperti itu eyang putri tersenyum sembari mengusap kepalaku


" Hm....putune eyang wes gedhe


( Hm.... cucunya eyang sudah besar )


Melakukan perbincangan perbincangan kecil hingga eyang menceritakan masa kecil bapak dengan seksama aku mendengarkan


Dan akhirnya dari ceritanya dapat ku simpulkan bahwa bapak dan ibu tumbuh besar bersama dan akhirnya menikah


satu kata so sweet dan sedikit banyak anganku melayang membayangkan Naya


sesaat aku tersenyum , edan.......


Eyang uti yang melihatku senyum senyum sendiri menepuk bahuku , " hayo ...kok mesam mesem ojok mikir seng aneh aneh


( Hayo kok senyum senyum jangan mikir yang aneh aneh )


Sesaat ku sadar bapak ibu sudah duduk di depanku tanpa bicara bapak hanya menyergitkan dahinya


" Sajake anakmu ki kesemsem cah wadon Lang ucap simbah


( Sepertinya anakmu ini sudah suka sama anak perempuan Lang )


Tak berapa lama eyang Rahayu juga keluar


" Ada berita apa eyang kok gak di beri tau sembari duduk di sisi ibu


" Ih....kok Ray merasa di sidang , lagi pula bapak ih... bu lihat bapak wajahnya


Seketika semua tertawa sembari melihatku


" Memang Ray suka sama cewek , kok jadi penasaran eyang ?


" Eh....kok itu lagi , pd kate eyang doakan saja Nay juga suka sama Ray


" Oh...Nay to namanya


" Nah...tuh kan Ray keceplosan lagi


Bapak yang sedari tadi diam kini berdiri


merangkulku , " sudah besar wes ngerti tresno tapi ingat pesan bapak seperti dengan mas Rahan juga , aku hanya mengangguk setelahnya , " matur nuhun pak sembari merangkulnya juga


Ibu melihatku drngan tatapan yang sedikit dalam


" Hm...ternyata anak anak sudah pada gede


gede ya mas ? bisa bisa kita ntar punya cucu serasa anak bontot ni


Seketika bapak melihat ke arah ibu , " hehehe


gak gak lagi cukup mereka saja ya mas ucap ibu sembari berlalu ke dapur


" Ra....teriak bapak


" Ih....bapak gak malu sama aku dan eyang sembari menyusul ibu kedapur


Mendengar itu eyang dan bapak tertawa lebar

__ADS_1


Meskipun tiga anak ada nun jauh di sana tapi Rayhan bisa menutup rasa sepi dengan mulut nya yang kadang kadang lemes


__ADS_2