
Setelah keluar kamar senyum eyang Panji tak pernah surut hingga istrinya bu widia heran
" Kok senyum terus pa tanya bu widia
" Cucu kita udah dewasa , Rahan katanya di sana udah punya pacar dan lagi mondok sekarang
" Wah...semoga saja sampai halal pa , nggak sabar nunggun kita jadi buyut ucap b widia
"Perasaan baru kemarin mereka masih pakai seragam abu abu
Seketika bu widia terdiam , " andaikan Mawan ada betapa bahagiannya pa , ucap bu widia
" Sudah ma itu semua takdir kita sudah mendapat gantinya dua sekaligus
sekilas melihat jam , " ayo ma kita punya janji dengan sentot nanti di tunggu lo
" Sekalian panggil Rayhan untuk ikut ma
Tak berapa lama mereka sudah bersiap
hanya membutuhkan waktu sepuluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai
Setelah memarkir mobilnya di halaman pak joko segera menuju teras dan mengetuk pintu tak berapa lama nampak sosok keluar dari dalam rumah berperawakan tinggi dengan senyumnya
Rayhan melihat sosok itu dengan sedikit terkejut " om...sapa Ray
Kedua eyang langsung menoleh , " kok sudah kenal Ray ucap eyang
" hhhhhh......ini cucumu panji ? pantesan sekilas wajahnya seperti pernah liat sembari berjabat tangan
" Ayo masuk , sebentar kupanggil Maya
Ray....tuh Naya di teras belakang ucap pak sentot
" Sudah om di sini saja sembari ikut duduk
Begitu melihat istrinya Maya datang
" Ma , ternyata Ray ini cucunya panji loh pantesan kok kayak pernah liat wajah familiar ini
" Yo mesti , bibitku pasti unggul ucap panji sedikit meninggi yang penting ganteng toh
" hhhhhh....mereka tertawa bersamaan
" Ma panggil Naya gih suruh nemenin Ray
Tak berapa lama nampak Naya dari teras belakang , " Hai Ray , wah kebetulan ni
ayo ke teras belakang yuk , ajaknya
" E....main selonong saja , Nay salim dulu
ucap bu Maya
Ternyata ibu dan tante Maya itu sama saja pikirku
Berjalan ke teras belakang nampak asri dengan banyaknya bunga warna warni
" Sedang apa di sini Nay tanyaku
" Biasa kalau gak nanem nanem ya kadang cuma duduk saja
" Asal jangan pake nglamun Nay
Sesaat menoleh ke arahku dan tersenyum
" Kira kira aku ada nggak di lamunanmu
" Ih .... kamu ngaco Ray
Setelahnya menunduk sambil tersenyum
__ADS_1
" Permisi non ini minumnya suara bibi mengejutkan kami
" Ayo di minum mas ucap Nay berubah seketika cara memanggilnya
Percakapan sederhana tapi mampu membuat kami sama sama terkikik , serasa menemukan hal yang pas dan cocok hingga tante Maya memanggil
" Nay tunggu telfon aku ya saat beranjak pulang hanya tersenyum sebagai jawaban
Ternyata ikut dengan kakek aku sudah menemukan apa yang ku mau
gadis yang ku ingat saat jatuh di depanku
" Terimakasih Aal sembari tersenyum
Eyang yang sedari tadi diam kini tersenyum
" Coba lihat cucu kita , senyum senyum sendiri dari tadi
Seketika eyang uti menoleh dan tersenyum
Sudah hampir sore sesuai janjiku pada bapak aku segera berpamitan saat tiba di rumah eyang , " Ray pulang eyang terimakasih sembari salim
Tak berapa lama ojek online yang ku pesan datang juga kulihat eyang dari kejauhan tersenyum menatapku
Saat ini mungkin tiga dari saudaraku ada jauh di sana tapi sekarang aku sudah menemukan teman baruku ya , gadis yang sedikit banyak telah mencuri hatiku
Sesampainya di rumah dengan senyum sumringah , eyang uti dan eyang Rahayu
hanya menatapku sedikit bingung saat aku salim pada mereka
Bapak dan ibu sekilas menatapku
" Bapak kira nginep le ?
" Nggak pak kasian ibu tambah kesepian nanti kalau aku nginep
Melangkahkan kaki kekamar sembari bersiul
Merebahkan diri sesampainya di kamar ku ambil ponselku , mencari nama Naya
Tak berapa terdengar nada sambung saat ku lakukan panggilan
" Assalammualaiku wr wb , sahutan yang di ujung sana
Sesaat aku tersenyum sebelum menjawab ulang ku bayangkan wajahnya aduh.....
" Halo.....
" Nay , video call yuk pintaku dan langsung menekan tombol nya
Saat sama sama terhubung , " gini mantap ucapku
" ku lihat yang di ujung sana senyum senyum
" ngapain
" Di teras belakang
" kok belum pindah menunjukkan sesuatu
" Hm....sampai jam segini , pasti belum shalat
" Dia hanya tersenyum malu
Menatap wajahnya dalam tiba tiba , " hayo....
ngapain
Ku lihat wajah tante Maya , " petang tante sapaku
Tante Maya hanya tersenyum melihatku dan berlalu pergi
__ADS_1
Naya yang melihatku kikuk tertawa terkikik
" Hm....puas sekali Nay ngerjain aku
sudah shalat dulu , bay cup
Ku matikan panggilan karena terdengar adzan magrib
Setelah shalat magrib menuju ruang tengah kulihat hanya ada eyang uti
" kok sendirian eyang mana bi Nina sembari ku rangkul
Mendapat perlakuan seperti itu eyang putri tersenyum sembari mengusap kepalaku
" Hm....putune eyang wes gedhe
( Hm.... cucunya eyang sudah besar )
Melakukan perbincangan perbincangan kecil hingga eyang menceritakan masa kecil bapak dengan seksama aku mendengarkan
Dan akhirnya dari ceritanya dapat ku simpulkan bahwa bapak dan ibu tumbuh besar bersama dan akhirnya menikah
satu kata so sweet dan sedikit banyak anganku melayang membayangkan Naya
sesaat aku tersenyum , edan.......
Eyang uti yang melihatku senyum senyum sendiri menepuk bahuku , " hayo ...kok mesam mesem ojok mikir seng aneh aneh
( Hayo kok senyum senyum jangan mikir yang aneh aneh )
Sesaat ku sadar bapak ibu sudah duduk di depanku tanpa bicara bapak hanya menyergitkan dahinya
" Sajake anakmu ki kesemsem cah wadon Lang ucap simbah
( Sepertinya anakmu ini sudah suka sama anak perempuan Lang )
Tak berapa lama eyang Rahayu juga keluar
" Ada berita apa eyang kok gak di beri tau sembari duduk di sisi ibu
" Ih....kok Ray merasa di sidang , lagi pula bapak ih... bu lihat bapak wajahnya
Seketika semua tertawa sembari melihatku
" Memang Ray suka sama cewek , kok jadi penasaran eyang ?
" Eh....kok itu lagi , pd kate eyang doakan saja Nay juga suka sama Ray
" Oh...Nay to namanya
" Nah...tuh kan Ray keceplosan lagi
Bapak yang sedari tadi diam kini berdiri
merangkulku , " sudah besar wes ngerti tresno tapi ingat pesan bapak seperti dengan mas Rahan juga , aku hanya mengangguk setelahnya , " matur nuhun pak sembari merangkulnya juga
Ibu melihatku drngan tatapan yang sedikit dalam
" Hm...ternyata anak anak sudah pada gede
gede ya mas ? bisa bisa kita ntar punya cucu serasa anak bontot ni
Seketika bapak melihat ke arah ibu , " hehehe
gak gak lagi cukup mereka saja ya mas ucap ibu sembari berlalu ke dapur
" Ra....teriak bapak
" Ih....bapak gak malu sama aku dan eyang sembari menyusul ibu kedapur
Mendengar itu eyang dan bapak tertawa lebar
__ADS_1
Meskipun tiga anak ada nun jauh di sana tapi Rayhan bisa menutup rasa sepi dengan mulut nya yang kadang kadang lemes