Rahael

Rahael
BAB 127 . MP NYA RAHAN


__ADS_3

setelah ijab selesai acara di lanjutkan dengan resepsi sekalian


Sedari pagi tamu berdatangan dari tetangga terdekat maupun sanak saudara , berkali kali ku lirik Ais


Tampak cantik dan anggun , aku terkejut saat tiba tiba merangkul tanganku


" Jangan jauh jauh , aku gak rela kalau mas Rahan deket sama cewek lain


Aku tersenyum , setelah halal Ais lebih suka berkata terus terang tak segan segan mengandeng tanganku keringatku tiba tiba


membasahi tubuhku dan darahku kembali berdesir hangat


Rayhan yang tiba tiba muncul membuat aku sedikit lega


" Jangan di pantengin terus sudah gak bisa lari kak , sudah panten jadi milik kakak ucap Rayhan


Twin Al yang di belakang Rayhan tiba tiba berlari memelukku , " kakak ucap mereka serentak


Eyang Panji dan eyang Widia yang sejak tadi menemani ku kini memilih duduk


Tiba tiba teringat ibu , " Ray sudah kau kirim video nya


" Rayhan mengangkat jempolnya tanda beres


" Eyang Rahayu tak henti hentinya tersenyum menatapku dan Ais , kulihat sesekali mengikis


air matanya


Ku panggil mereka semua untuk foto bersama


" Ais ....kapan selesainya ini kini ku lirik sudah pukul tiga sore , kami istirahat sejenak untuk


shalat dan makan


Kedua mertuaku yang sedari tadi tebar senyum menerima tamu kini sudah menghilang , akhirnya ku tarik Ais saat sudah pukul lima sore


Aku segera mengganti bajuku karena sudah gerah sedari pagi


Aku segera ke kamar mandi ku lihat Ais masih duduk , " mas mandi dulu Ais mau di bantu ucapku lagi


Ais langsung tersenyum , aku duduk di depanya " Apa yang pingin di bantu


Dia berdiri lalu berbalik , " Ni resleting aku nyangkut tolong


Seperti mendapat godaan menjelang magrib pikirku setelah resletingnya dapat terbuka mataku langsung menatap pemandangan punggung yang bersih


" Ais mas mandi dulu , sebentar lagi magrib ucapku , hanya anggukan yang ku terima


Tak berapa lama aku keluar dari kamar mandi Ais sudah berganti baju dan kini sudah menguncir rambutnya


Seketika aku menatapnya tanpa bergeming


merasa ku tatap cukup lama , Ais langsung bersemu merah


" Mandi gih magrib pan sekalian nunggu isya

__ADS_1


Ais mengangguk dan langsung menuju kamar mandi


Hatiku sedikit lega , karena sedari pagi darahku sudah bergejolak kini mendapatkan istriku sudah berani menujukkan aurotnya di hadapanku


Ku dinginkan kepalaku dengan mandi agar hasrat di hatiku dan sudah di ubun ubun segera turun dan saat aku keluar dari kamar mandi kulihat dia melepas hijabnya


Melihat siluet tubuhnya dan rambutnya yang hitam subahu , meski diikat membuatku darahku kembali berdesir hebat


Kuputuskan menyuruhnya untuk mandi


Tak ingin melihat kenikmatan lainnya dari keindahan milik istriku ku putuskan untuk shalat dua rakaat dulu sebelum shalat magrib benar dugaanku kini dia keluar dari kamar mandi dengan menggerai rambutnya


Tanpa sadar mulutku mengucap kata sanjung untuknya , " Subhanallah itu yang keluar dari mulutku mendengar hal itu Ais langsung menunduk dan mengambil mukenanya


Shalat berdua untuk pertama kalinya membuatku sedikit terharu apalagi setelah salam Ais langsung meraih tanganku untuk di ciumnya , kembali hatiku berdesir hebat


Menunggu hingga shalat isya tiba aku dan Ais berbincang seadanya hingga terdengar pintu di ketuk


Seketika Ais berlari menahan tanganku


" Jangan buka dulu mas , Ais pakai hijab dulu ku tunggu ia selesai merapikan hijabnya


" Sudah katanya , aku tersenyum tak tahan juga akhirnya kukecup keningnya


Berjalan ke arah pintu , begitu pintu terbuka kulihat Twin Al , tanpa permisi langsung menerobos masuk


" Kak Ais , twin boleh kan nginep sini


seketika aku mendelik , tak berapa lama Ray juga ikut masuk , " Nay ayo ajaknya


Aku hanya geleng geleng melihat tingkah mereka , begitu adzan isya berkumandang ku usir mereka keluar kamar


" Yang ku suruh keluar malah mengeluarkan mukena dan sajadahnya


" Ayo...jamaah yuk


Aku menggaruk kepalaku , akhirnya aku tersenyum dan sadar keadaan ini


mereka mengerjaiku


Ya dengan adanya mereka sedikit meredakan desiran di dadaku


Selepas shalat isya , kami di panggil untuk makan malam , aku menjawil Rayhan


" Mana eyang ucapku


" Sudah pulang jawabnya enteng terus kalian


" Ngineplah jawab Ray enteng


Aku kembali menikmati makanku setelah mendengar jawaban Rayhan


Tak berapa lama setelah kami makan mereka masih mengikutiku ke kamar , Ais yang dari tadi melirikku kini tersenyum


Aku hanya menatapnya sembari menaikkan alisku , ku lihat dia tambah tersenyum lebar

__ADS_1


Saat aku sedang asyik menatap Ais


" Kak....seketika aku menoleh twin langsung memelukku dengan erat , selamat ya sembari menyerahkan sesuatu padaku , aku menatapnya dengan tanya


" Hem....kado , dari kami ucapnya lagi


Rayhan yang langsung memelukku juga menyerahkan sesuatu padaku sembari tersenyum , simpan ini pasti berguna ucapnya sembari berlalu


" Nay , twin ayo pamit , jangan ganggu nganten ucapnya


Ku lirik Ais sudah merah wajahnya , begitu mereka keluar langsung ku kunci pintu kamarku sudah hampir pukul delapan


" Mas mandi Ais gerah , ucapku


Menggunakan air hangat supaya tak kedinginan , begitu melihatku keluar Ais langsung masuk kamar mandi juga


Tak butuh lama bagi Ais untuk mandi


" Ais shalat sunah yuk dua rakaat ucapku


anggukan yang ku terima membuatku mengartikan tanda setuju


" Bolehkan kita mengikuti sunah rasul


kini Ais tersenyum , aku langsung memberi salam pada istriku dan mengulurkan tanganku dan berdoa untuknya


Entalah masih melakukan itu saja aku sudah panas dingin kulipat sajadahku begitu juga dengan Ais


Sama sama menuju ranjang , berbaring saling bersisihan ku lihat Ais sedikit berkeringat padahal sudah mandi pikirku


Aku sedikit mendekat , " Ais panggil ku dan mengubah posisiku menghadap ke arahnya


Ais langsung tersenyum tapi kini wajahnya sudah merona , ku pandang wajahnya


aku sedikit mendekat lagi hanya nafas kami yang saling berhembus saling menerpa wajah kami masing masing


Aku yang sedari tadi siang sudah menahan hasratku kini tak dapat ku tahan lagi , ku raih tubuhnya agar semakin dekat , begini dulu pikirku , kuusap wajahnya secara perlahan kucium keningnya matanya dan turun lagi


" Eh....mas sebentar kemudian membisikkan sesuatu padaku aku hanya tersenyum saja


Kulanjutkan kegiatanku yang tertunda tadi


dengan lembut aku mulai melancarkan aksiku kurasakan tubuhnya sudah bergetar karena sentuhanku


" Ais ...kini dia menatapku boleh di lanjutkan


Ais mengangguk , aku masih masih menyentuhnya belum yang lainnya


Bibirku mulai menyatu dengan bibirnya satu kecupan ku berikan , kurasakan tubuhnya masih bergetar aku ragu untuk melanjutkannya


Aku berhenti sejenak tiba tiba Ais menatapku


aku ikhlas mas , lakukan ucapnya


Mendapat lampu hijau aku langsung memberikan serangan , mulai kusesap bibirnya pelan dan semakin menuntut walau aku sadar Ais belum bisa membalas ciumanku tanganku yang sudah menjamah semua anggota tubuhnya hingga Ais menghentikannku saat aku akan melakukan serangan terakhir

__ADS_1


" mas....dengan suaranya yang mulai berat matikan lampunya kok Ais jadi malu ucapnya pelan


Seketika Rahan merangkak turun untuk mematikan lampu dan.......


__ADS_2