
setelah ijab selesai acara di lanjutkan dengan resepsi sekalian
Sedari pagi tamu berdatangan dari tetangga terdekat maupun sanak saudara , berkali kali ku lirik Ais
Tampak cantik dan anggun , aku terkejut saat tiba tiba merangkul tanganku
" Jangan jauh jauh , aku gak rela kalau mas Rahan deket sama cewek lain
Aku tersenyum , setelah halal Ais lebih suka berkata terus terang tak segan segan mengandeng tanganku keringatku tiba tiba
membasahi tubuhku dan darahku kembali berdesir hangat
Rayhan yang tiba tiba muncul membuat aku sedikit lega
" Jangan di pantengin terus sudah gak bisa lari kak , sudah panten jadi milik kakak ucap Rayhan
Twin Al yang di belakang Rayhan tiba tiba berlari memelukku , " kakak ucap mereka serentak
Eyang Panji dan eyang Widia yang sejak tadi menemani ku kini memilih duduk
Tiba tiba teringat ibu , " Ray sudah kau kirim video nya
" Rayhan mengangkat jempolnya tanda beres
" Eyang Rahayu tak henti hentinya tersenyum menatapku dan Ais , kulihat sesekali mengikis
air matanya
Ku panggil mereka semua untuk foto bersama
" Ais ....kapan selesainya ini kini ku lirik sudah pukul tiga sore , kami istirahat sejenak untuk
shalat dan makan
Kedua mertuaku yang sedari tadi tebar senyum menerima tamu kini sudah menghilang , akhirnya ku tarik Ais saat sudah pukul lima sore
Aku segera mengganti bajuku karena sudah gerah sedari pagi
Aku segera ke kamar mandi ku lihat Ais masih duduk , " mas mandi dulu Ais mau di bantu ucapku lagi
Ais langsung tersenyum , aku duduk di depanya " Apa yang pingin di bantu
Dia berdiri lalu berbalik , " Ni resleting aku nyangkut tolong
Seperti mendapat godaan menjelang magrib pikirku setelah resletingnya dapat terbuka mataku langsung menatap pemandangan punggung yang bersih
" Ais mas mandi dulu , sebentar lagi magrib ucapku , hanya anggukan yang ku terima
Tak berapa lama aku keluar dari kamar mandi Ais sudah berganti baju dan kini sudah menguncir rambutnya
Seketika aku menatapnya tanpa bergeming
merasa ku tatap cukup lama , Ais langsung bersemu merah
" Mandi gih magrib pan sekalian nunggu isya
__ADS_1
Ais mengangguk dan langsung menuju kamar mandi
Hatiku sedikit lega , karena sedari pagi darahku sudah bergejolak kini mendapatkan istriku sudah berani menujukkan aurotnya di hadapanku
Ku dinginkan kepalaku dengan mandi agar hasrat di hatiku dan sudah di ubun ubun segera turun dan saat aku keluar dari kamar mandi kulihat dia melepas hijabnya
Melihat siluet tubuhnya dan rambutnya yang hitam subahu , meski diikat membuatku darahku kembali berdesir hebat
Kuputuskan menyuruhnya untuk mandi
Tak ingin melihat kenikmatan lainnya dari keindahan milik istriku ku putuskan untuk shalat dua rakaat dulu sebelum shalat magrib benar dugaanku kini dia keluar dari kamar mandi dengan menggerai rambutnya
Tanpa sadar mulutku mengucap kata sanjung untuknya , " Subhanallah itu yang keluar dari mulutku mendengar hal itu Ais langsung menunduk dan mengambil mukenanya
Shalat berdua untuk pertama kalinya membuatku sedikit terharu apalagi setelah salam Ais langsung meraih tanganku untuk di ciumnya , kembali hatiku berdesir hebat
Menunggu hingga shalat isya tiba aku dan Ais berbincang seadanya hingga terdengar pintu di ketuk
Seketika Ais berlari menahan tanganku
" Jangan buka dulu mas , Ais pakai hijab dulu ku tunggu ia selesai merapikan hijabnya
" Sudah katanya , aku tersenyum tak tahan juga akhirnya kukecup keningnya
Berjalan ke arah pintu , begitu pintu terbuka kulihat Twin Al , tanpa permisi langsung menerobos masuk
" Kak Ais , twin boleh kan nginep sini
seketika aku mendelik , tak berapa lama Ray juga ikut masuk , " Nay ayo ajaknya
Aku hanya geleng geleng melihat tingkah mereka , begitu adzan isya berkumandang ku usir mereka keluar kamar
" Yang ku suruh keluar malah mengeluarkan mukena dan sajadahnya
" Ayo...jamaah yuk
Aku menggaruk kepalaku , akhirnya aku tersenyum dan sadar keadaan ini
mereka mengerjaiku
Ya dengan adanya mereka sedikit meredakan desiran di dadaku
Selepas shalat isya , kami di panggil untuk makan malam , aku menjawil Rayhan
" Mana eyang ucapku
" Sudah pulang jawabnya enteng terus kalian
" Ngineplah jawab Ray enteng
Aku kembali menikmati makanku setelah mendengar jawaban Rayhan
Tak berapa lama setelah kami makan mereka masih mengikutiku ke kamar , Ais yang dari tadi melirikku kini tersenyum
Aku hanya menatapnya sembari menaikkan alisku , ku lihat dia tambah tersenyum lebar
__ADS_1
Saat aku sedang asyik menatap Ais
" Kak....seketika aku menoleh twin langsung memelukku dengan erat , selamat ya sembari menyerahkan sesuatu padaku , aku menatapnya dengan tanya
" Hem....kado , dari kami ucapnya lagi
Rayhan yang langsung memelukku juga menyerahkan sesuatu padaku sembari tersenyum , simpan ini pasti berguna ucapnya sembari berlalu
" Nay , twin ayo pamit , jangan ganggu nganten ucapnya
Ku lirik Ais sudah merah wajahnya , begitu mereka keluar langsung ku kunci pintu kamarku sudah hampir pukul delapan
" Mas mandi Ais gerah , ucapku
Menggunakan air hangat supaya tak kedinginan , begitu melihatku keluar Ais langsung masuk kamar mandi juga
Tak butuh lama bagi Ais untuk mandi
" Ais shalat sunah yuk dua rakaat ucapku
anggukan yang ku terima membuatku mengartikan tanda setuju
" Bolehkan kita mengikuti sunah rasul
kini Ais tersenyum , aku langsung memberi salam pada istriku dan mengulurkan tanganku dan berdoa untuknya
Entalah masih melakukan itu saja aku sudah panas dingin kulipat sajadahku begitu juga dengan Ais
Sama sama menuju ranjang , berbaring saling bersisihan ku lihat Ais sedikit berkeringat padahal sudah mandi pikirku
Aku sedikit mendekat , " Ais panggil ku dan mengubah posisiku menghadap ke arahnya
Ais langsung tersenyum tapi kini wajahnya sudah merona , ku pandang wajahnya
aku sedikit mendekat lagi hanya nafas kami yang saling berhembus saling menerpa wajah kami masing masing
Aku yang sedari tadi siang sudah menahan hasratku kini tak dapat ku tahan lagi , ku raih tubuhnya agar semakin dekat , begini dulu pikirku , kuusap wajahnya secara perlahan kucium keningnya matanya dan turun lagi
" Eh....mas sebentar kemudian membisikkan sesuatu padaku aku hanya tersenyum saja
Kulanjutkan kegiatanku yang tertunda tadi
dengan lembut aku mulai melancarkan aksiku kurasakan tubuhnya sudah bergetar karena sentuhanku
" Ais ...kini dia menatapku boleh di lanjutkan
Ais mengangguk , aku masih masih menyentuhnya belum yang lainnya
Bibirku mulai menyatu dengan bibirnya satu kecupan ku berikan , kurasakan tubuhnya masih bergetar aku ragu untuk melanjutkannya
Aku berhenti sejenak tiba tiba Ais menatapku
aku ikhlas mas , lakukan ucapnya
Mendapat lampu hijau aku langsung memberikan serangan , mulai kusesap bibirnya pelan dan semakin menuntut walau aku sadar Ais belum bisa membalas ciumanku tanganku yang sudah menjamah semua anggota tubuhnya hingga Ais menghentikannku saat aku akan melakukan serangan terakhir
__ADS_1
" mas....dengan suaranya yang mulai berat matikan lampunya kok Ais jadi malu ucapnya pelan
Seketika Rahan merangkak turun untuk mematikan lampu dan.......