Rahael

Rahael
BAB 114 . PERSIAPAN PINANGAN


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Sentot pak Panji tertawa tergelak dan keras


" Kau itu sudah bikin aku penasaran Tot , aku kira akan seperti apa rahasiamu itu


Menatap Galang dan Rahael , " Gimana Lang masih mau lanjut ?


Sejenak aku dan Rahael bertatapan dan tersenyum , " Lanjut lah pak semua orang toh punya masa lalu dan ini juga bukan hal buruk


" Biarkan ini tertutup , biar kita saja yang tahu


saya hanya tak tega melihatnya , sedari pagi Rayhan sudah merayu kami


Mendengar itu pak Panji tertawa hingga bu Widia mencubit pahanya ," aduh ma....cucu kita ternyata benar benar nekat


Setelah beberapa saat berhenti tertawa


" Tot , ingat jangan pernah kau tolak lamaran kami besok ucap pak panji


Aku hanya tertunduk membayangkan reaksi Rayhan esok belum lagi ledekan dari tiga saudaranya


" kenapa mas ucap Rahael saat hampir di depan rumah lalu menatapku, " apa salah jika kita bicarakan ini dengan Rayhan


" Aku jadi takut mas , mereka saling menyukai biarkan seperti ini saja mas , lagi pula kita hanya para orang tua yang tahu


" Waduh mas , kita belum belanja apapun untuk pinangan esok , mumpung Ais ada di sini sekalian cari buat mereka


" sudah Ra ini kan masih di minta bukan lamaran


" Sudah mas sekalian di lamar nanti enam bulan kedepan kita nikahkan mereka bersama


" Loh , loh kok ibunya yang semangat ini


" Ya , sudah telfon mereka ketemuan di mall ucap mas Galang


Hampir bersamaan mereka tiba , Rahan beserta Ais dan twin , Rayhan dengan Naya


" Memang akan ada apa bu tanya mereka serentak Naya dan Rayhan tersipu malu


" Sudah bapak dan twin Ra cari perhiasan ingat satu set pak dan twin Al , Ais dan Naya sama ibu


Kubu cewek yang heboh akan belanja baju satu set , serta mukena , kain , bahan kain dan alat make up serta sepatu dan sendal


istilah jawanya sak pengadek


Mengecek semua perlengkapan dengan teliti


"Al cari handuk , selimut , sprei dan juga kamu beli baju juga ucap ibu Ajak kak Naya dan Kak Ais


Sudah banyak belanjaan yang mereka bawah tapi seperti masih ada saja yang kurang


Kubu cowok yang melihat kehebohan ibu mereka hanya geleng geleng , " lihat ibumu gak mau pernah di ajak belanja tapi sekali keluar kira kira se mall di borong


Mendengar itu Rayhan dan Rahan tersenyum


" Al cari bapak gih buat ngukur kemejanya


nanti kita kembaran ucap ibu


" Ais dan Naya tolong carikan untuk keempat eyang juga pinta ibu


Buih....serasa hari ini mall punya ibu

__ADS_1


Melihatnya mengambil ponsel dan duduk di kursi menelfon seseorang ingat jumlahnya sama tapi yang satu untuk dua hari kedepan ucap ibu


Semua belanjaan sudah terbayar , " aduh....


Aku yang berdiri tak jauh akhirnya mendekat


" E....suamiku


Mendengarnya memanggilku dengan sebutan yang jarang ia ucapkan membuat aku tersenyum


" Kotak hantarannya belum beli , mas Galang yang berangkat ya ! " tuh....tinggal lurus kakiku pegel


" Sini mas bantu , nanti gak ngerti mau kamu


Berjalan perlahan menuju kotak hantaran memilih yang terbaik dan menghitungnya secara teliti


" Ih...ini masih ada yang kurang segera mengambil ponsel lalu mengetikkan sesuatu ke twin Al , " Ajak kakak kakakmu ke bagian daleman , suruh pilih masing masing enam biji


Tak berapa lama notif baru dateng


" Aduh twin , sembari mengetik kembali


Bra dan cd cantik dengan kepsien marah


" Sudah Ra , ucap Galang


" Bapak udah ketemu twin Al


Yang di tanya hanya menggeleng , "mas nitip nanti begitu saya pulang tolong di anter ke parkiran no plat ××××× ucap Galang setelah itu


Tak berapa lama mereka sudah berkumpul


kembali Rahael mengecek belanjaan mas perhiasannya sembari berbisik


Setelah mengecek barang satu persatu kini tinggal baju untuk para eyang , dan kemeja untuk dua jagoan dan suaminya


Kita semobil mas , dan yang semobil biar untuk belanjaan kita


Rahan mengemudikan mobilnya dan pulang bersama Ais dan belanjaan


" Ray....anter Naya pulang dulu ucap ibu


" Nay..besok berhias yang cantik ya , buat mas Ray kamu pangling mendengar itu Naya hanya tersenyum


Ray yang di kemudi hanya tersenyum


Tak berapa lama mobil pun sampai saat Naya salim ibu masih saja menggodanya


" Salam untuk orang tua Nay , sampaikan besok kami datang ucap bapak


Mendengar itu Nay langsung mengangguk


Twin Al yang sedari tadi akhirnya berbicara juga " Jadi ....mas Ray mau ngelamar mbak Naya ?


Mangkanya ibu belanja seperti orang kalap ucap twin


" Is....itu juga buat kak Ais juga ini kejutan untuk kak Rahan


Tak berapa lama mereka sudah sampai di rumah , begitu di garasi ku lihat kak Ais dan mas Rahan memindah barang barang untuk di bawa masuk


Begitu ibu keluar , " Rahan taruh saja semuanya di ruang tengah

__ADS_1


" Ais... barang yang kamu pilih tadi pisahkan biar gak kecampur ucap ibu


Melihat istrinya begitu sibuk Galang memijat pundak istrinya , " Capek Ra ?


yang kutanya hanya mengangguk saja


" Habis ini bantu paking dan hias ya mas


" Tapi Ra pingin shalat dulu dan makan ucap Rahael


begitu melihat Ray lewat


" Ray besok siang sama mas Rahan ambil kue di tempat biasa ucapku lagi


Setelah makan dan shalat Rahael langsung mengerjakan hal yang tertunda tadi para eyang juga sudah duduk membantu


Setelah semua siap , " Mas perhiasannya


Tiba tiba Rahan datang , " memang siapa yang mau lamaran ? " kalianlah ucap ibu


" Ais mana barang yang kau pilih tadi


ucap ibu


" Rahan Ayo bantu taruh di kamar Rayhan


" Setelah semuanya selesai pak panggil Rahan dan Rayhan


setelah keduannya duduk , " eyang gimana kalau perhiasan dari ayah mereka untuk mas kawin saja , gimana pak tanya Rahael lagi


" Ra , sudah beli alqur 'an dan rukuh nya juga buat mas kawin pisahkan itu ucap eyang Rahayu


Dan kau Ray , Rahan gimana pendapatmu


" Kami setuju bu ucap mereka serempak


Setelah membereskan semuanya jadi teringat dengan baju kembaran kami


" Mas mana baju kembarannya , berikan pada eyang panji , eyang uti , eyang Rahayu


twin Al dan Ais serta ibu


" Dan kemejanya untuk bapak , Rahan dan Kamu Ray


" Bu....memangnya belanja begini banyak untuk ? " coba tanya adekmu Ray jawab ibu


Bapak langsung nyletuk , " tuh.....yang pingin nglamar ceweknya mau halal katanya


Seketika Rayhan memiting Rayhan "eh....sudah berani mendahului aku


ini gak bener gak bisa gak bisa jawab Rahan sembari bangun dari tubuh Rayhan


" Jangan bilang kamu sudah macam macam tanya Rahan


" Ih....kakak suudzon saja jawab Rayhan


Ais yang melihat itu tersenyum


" Jangan khawatir Ais bapak juga sudah bilang ke orang tuamu selepas pulang dari sini kami juga akan melamarmu


" Yes , yes , yes itu yang di ucapkan Rahan

__ADS_1


Seketika mereka tertawa terbahak , rasa kebahagiaan yang terjadi karena hal sepele


__ADS_2