
Gedoran pintu semakin keras , bapak yang mendengar itu bapak langsung berdiri " ayo bu pulang , biar anak anak di sini ucap bapak dan kau Lang urus wedok an mu
kon mulih kono
" iling Lang sek utang penjelasan nang bapak
Bapak segera melangkah keluar tak lama ibu dan Rahayu ikut menyusul
" Bersenang senangla Ra , ucap ibu
dan kau Lang selesaikan masalahmu dengan mantanmu itu
" Ayo ...twin ikut eyang kerumah seketika aku menoleh , maaf pak , bu biar anak anak di sini dulu nanti biar mereka sendiri yang ke rumah eyang ucapku
" Silvi dan suaminya pun ikut pulang juga
" Ra.... ingat harus bijaksana sambil merangkul
setelah semua berpamitan aku segera menyuruh anak anak masuk ke kamar masing masing
Kulihat sang mantan duduk di samping mas Galang , " Ra..... ini tidak seperti yang kau lihat aku dan Nisa hanya berteman hanya itu
" Tapi tidak denganku Lang ucap Nisa
Aku berdiri selesaikan urusan kalian apapun nanti keputusan kalian aku akan terima
" Mas jika masalah mas belum selesai jangan pernah untuk menemuiku
lalu ku tinggalkan mereka begitu saja terasa menggantung memang tapi hatiku terlalu sakit untuk mendengarnya
Ketika langkahku terhenti saat mas Galang menarikku lagi , " enggak Ra kamu juga harus
di sini dan juga anak anak aku tak ingin ada hal yang ku sembunyikan Ra .
Twin Ra , Twin Al teriaknya dengan keras
anak anak yang mendengar teriakan itu langsung berhambur keluar kamar
" Bapak ingin kalian duduk dan juga kau Ra
" Maaf ucap mas Galang bukan maksud bapak ingin menghianati kalian bapak memang dulu bapak pernah menjadi teman dekat tapi itu dulu , sekarang bapak tak ada apa apa dengan tante ini , " Ra aku mohon percayalah padaku , aku berani sumpah Ra
" Dan rasaku ini bukan rasa cinta tapi bapak menghargainnya sebagai teman , hanya itu
Keempat anakku hanya diam mendengarkan
" Tapi kenapa waktu di ruko bapak tidak mengenalkan pada kami , ucap Aal protes
" Memang ini salah bapak sudah berlaku tak jujur pada kalian , maaf
" Nis , minta maaflah pada mereka karena ulahmu dan dengan kericuhan ini
Nisa hanya tersenyum sambil berdiri dan melirik jam tangannya
" sebenarnya aku tak terima mas , terus terang aku masih sakit hati, tapi....melihat kesungguhan mas saat ini aku yakin mas memang sudah melupakan aku dan aku minta maaf jika sudah membuka rahasia yang kau tutupi selama ini , jadi sekarang kita impas ucapnya sambil mengambil sesuatu di tasnya
__ADS_1
" Datanglah , sembari menyerahkan kartu undangan kepadaku dua hari lagi aku akan menikah sebentar lagi calon suamiku akan datang kemari
Berjalan mendekati Rahael dan merangkulnya , " maaf telah membuat kalian seperti ini
Rahael yang mendapat rangkulan tiba tiba hanya terbengong lalu Nisa menoleh ke arah anak anak ku menepuk bahu Rahan dan Rayhan
" tante bangga pada kalian , kalian anak anak yang baik dan untukmu gadis cantik tante suka dengan gayamu
" Ijinkan aku di sini beberapa saat untuk menunggu calon suamiku , ucapnya sembari duduk
Anak anak juga masih di posisinya begitu juga dengan Rahael
Tak berapa lama ku dengar suara pintu di ketuk saat aku membuka pintu ku lihat sosok yang pernah aku kenal
Begitu melihatku , " Lang , suga......
kami langsung berangkulan untuk beberapa saat , " gila....kau sambil meninjuku
" Ayo masuk ucapku
kulihat Nisa sudah berdiri dan siap siap pergi
" Sebentar yang , " pingin kenalan sama isterinya Galang
Nisa tersenyum , " Ra...kenalkan ini calon suamiku dan 0h , ya ini anak anak mereka
Aku , masku ini dan Galang adalah teman satu jurusan dulu
Rahael hanya tersenyum sembari menyambut
Suga yang melihat itu hanya tersenyum
" Sudah kau lakukan Nis , ucapnya
Nisa hanya mengangguk , " ya sudah kami pamit pulang sekalian
Sepulang Nisa anak anak sudah kembali kekamar masing masing ku lihat Rahael juga masuk , aku masih duduk di kursi tengah
menenangkan hatiku dan berfikir bagaimana caraku untuk mengambil hatinya
Berbeda dengan Galang yang sibuk dengan fikirannya berbeda pula dengan Nisa dan
Suga mereka menghentikan mobilnya di tepi jalan
" Apa kau ingin rumah di sini Nis tanya Suga
yang di tanya hanya tersenyum
" kok senyum senyum
Hanya menggeleng lalu menatap calon suaminya , " terimakasih sudah memberiku
kesempatan untuk memastikan perasaan Galang padaku , maaf itu yang di ucapkan
" Sudah lega kan ? " impas mas ucap Nisa
__ADS_1
Setelahnya tak ada percakapan lagi
sepanjang perjalanan Nisa hanya tersenyum
Nisa flass back
Setelah Galang memutuskan secara sepihak membuat hatinya benar benar sakit hampir tiga tahun menjalin cinta membuat Nisa semakin percaya pada Galang laki laki sederhana yang bisa membuatku tenang
Bertemu dengan suga yang merupakan teman satu jurusan saat aku menangis di kantin , sejak hari itu Suga dengan telaten mendampingiku dan membantuku hingga akhir kuliah usai
Setelah beberapa tahun berpisah dengan kesibukan masing akhirnya di pertemukan lagi saat pertemuan di kantor Suga
Pertemanan yang beberapa tahun terputus akhirnya bersambung kembali hingga akhirnya Suga melamarku
Mungkin saat itu aku masih sedikit berharap
akan Galang hingga akhirnya aku mengajukan syarat sebelum pernikahan
dan gilanya lagi Suga juga menyetujuinya
" Lakukan jika itu bisa menghilangkan rasa penasaranmu dan pastikan bahwa perasaanmu dan Galang memang benar benar telah selesai , aku akan menunggu toh aku yakin akan jawaban Galang nantinya
Seperti mendapatkan angin segar akhirnya ku lakukan juga seperti mendapatkan peluang saat ku lihat foto beberapa temannya di Ig dengan memberanikan diri aku mulai menghubunginnya
Benar dugaanku Galang membalasnya
ya...hatiku rasanya CLBK , untuk tiga bulan terakhir aku terus saja menghubunginya hingga kejadian di ruko dan hari ini
Dengan kejadian ini akhirnya aku sadar bahwa Galang memang benar benar sudah tidak mencintaiku lagi , ya aku sadar akan kekalahanku dan tentang Mawan memang
sengaja aku lakukan , ya...impas itu yang aku
mau .
Flass back end
" kok melamun tiba tiba suara Suga mengejutkanku
Aku hanya memandangnya dalam
" Maaf karena aku telah meragukanmu dan terimakasih karena sudah mau bersabar demi aku sesaat aku berhenti
" aku sekarang sudah siap dan mantap melangkah bersamamu dan menuju jalan halal bersamamu jawabku sembari menunduk
Mendengar jawabanku Suga langsung menepikan mobilnya memandangku lekat sembari tersenyum , " terimakasih ucapnya
tunggu dua hari lagi aku akan menghalalkan
hubungan kita sembari memelukku erat
Ya , mungkin ini terlambat untukku tapi melihat ketulusannya dan perjuangannya aku yakin dia lah imam ku yang sebenarnya nanti
" terimaksih mas , ucapku lagi
Akhirnya mobil kembali du lajukan dengan senyum mengembang terasa ringan dan tenang sepanjang perjalanan pulang
__ADS_1