Rahael

Rahael
BAB 96 . SANG MANTAN


__ADS_3

Gedoran pintu semakin keras , bapak yang mendengar itu bapak langsung berdiri " ayo bu pulang , biar anak anak di sini ucap bapak dan kau Lang urus wedok an mu


kon mulih kono


" iling Lang sek utang penjelasan nang bapak


Bapak segera melangkah keluar tak lama ibu dan Rahayu ikut menyusul


" Bersenang senangla Ra , ucap ibu


dan kau Lang selesaikan masalahmu dengan mantanmu itu


" Ayo ...twin ikut eyang kerumah seketika aku menoleh , maaf pak , bu biar anak anak di sini dulu nanti biar mereka sendiri yang ke rumah eyang ucapku


" Silvi dan suaminya pun ikut pulang juga


" Ra.... ingat harus bijaksana sambil merangkul


setelah semua berpamitan aku segera menyuruh anak anak masuk ke kamar masing masing


Kulihat sang mantan duduk di samping mas Galang , " Ra..... ini tidak seperti yang kau lihat aku dan Nisa hanya berteman hanya itu


" Tapi tidak denganku Lang ucap Nisa


Aku berdiri selesaikan urusan kalian apapun nanti keputusan kalian aku akan terima


" Mas jika masalah mas belum selesai jangan pernah untuk menemuiku


lalu ku tinggalkan mereka begitu saja terasa menggantung memang tapi hatiku terlalu sakit untuk mendengarnya


Ketika langkahku terhenti saat mas Galang menarikku lagi , " enggak Ra kamu juga harus


di sini dan juga anak anak aku tak ingin ada hal yang ku sembunyikan Ra .


Twin Ra , Twin Al teriaknya dengan keras


anak anak yang mendengar teriakan itu langsung berhambur keluar kamar


" Bapak ingin kalian duduk dan juga kau Ra


" Maaf ucap mas Galang bukan maksud bapak ingin menghianati kalian bapak memang dulu bapak pernah menjadi teman dekat tapi itu dulu , sekarang bapak tak ada apa apa dengan tante ini , " Ra aku mohon percayalah padaku , aku berani sumpah Ra


" Dan rasaku ini bukan rasa cinta tapi bapak menghargainnya sebagai teman , hanya itu


Keempat anakku hanya diam mendengarkan


" Tapi kenapa waktu di ruko bapak tidak mengenalkan pada kami , ucap Aal protes


" Memang ini salah bapak sudah berlaku tak jujur pada kalian , maaf


" Nis , minta maaflah pada mereka karena ulahmu dan dengan kericuhan ini


Nisa hanya tersenyum sambil berdiri dan melirik jam tangannya


" sebenarnya aku tak terima mas , terus terang aku masih sakit hati, tapi....melihat kesungguhan mas saat ini aku yakin mas memang sudah melupakan aku dan aku minta maaf jika sudah membuka rahasia yang kau tutupi selama ini , jadi sekarang kita impas ucapnya sambil mengambil sesuatu di tasnya

__ADS_1


" Datanglah , sembari menyerahkan kartu undangan kepadaku dua hari lagi aku akan menikah sebentar lagi calon suamiku akan datang kemari


Berjalan mendekati Rahael dan merangkulnya , " maaf telah membuat kalian seperti ini


Rahael yang mendapat rangkulan tiba tiba hanya terbengong lalu Nisa menoleh ke arah anak anak ku menepuk bahu Rahan dan Rayhan


" tante bangga pada kalian , kalian anak anak yang baik dan untukmu gadis cantik tante suka dengan gayamu


" Ijinkan aku di sini beberapa saat untuk menunggu calon suamiku , ucapnya sembari duduk


Anak anak juga masih di posisinya begitu juga dengan Rahael


Tak berapa lama ku dengar suara pintu di ketuk saat aku membuka pintu ku lihat sosok yang pernah aku kenal


Begitu melihatku , " Lang , suga......


kami langsung berangkulan untuk beberapa saat , " gila....kau sambil meninjuku


" Ayo masuk ucapku


kulihat Nisa sudah berdiri dan siap siap pergi


" Sebentar yang , " pingin kenalan sama isterinya Galang


Nisa tersenyum , " Ra...kenalkan ini calon suamiku dan 0h , ya ini anak anak mereka


Aku , masku ini dan Galang adalah teman satu jurusan dulu


Rahael hanya tersenyum sembari menyambut


Suga yang melihat itu hanya tersenyum


" Sudah kau lakukan Nis , ucapnya


Nisa hanya mengangguk , " ya sudah kami pamit pulang sekalian


Sepulang Nisa anak anak sudah kembali kekamar masing masing ku lihat Rahael juga masuk , aku masih duduk di kursi tengah


menenangkan hatiku dan berfikir bagaimana caraku untuk mengambil hatinya


Berbeda dengan Galang yang sibuk dengan fikirannya berbeda pula dengan Nisa dan


Suga mereka menghentikan mobilnya di tepi jalan


" Apa kau ingin rumah di sini Nis tanya Suga


yang di tanya hanya tersenyum


" kok senyum senyum


Hanya menggeleng lalu menatap calon suaminya , " terimakasih sudah memberiku


kesempatan untuk memastikan perasaan Galang padaku , maaf itu yang di ucapkan


" Sudah lega kan ? " impas mas ucap Nisa

__ADS_1


Setelahnya tak ada percakapan lagi


sepanjang perjalanan Nisa hanya tersenyum


Nisa flass back


Setelah Galang memutuskan secara sepihak membuat hatinya benar benar sakit hampir tiga tahun menjalin cinta membuat Nisa semakin percaya pada Galang laki laki sederhana yang bisa membuatku tenang


Bertemu dengan suga yang merupakan teman satu jurusan saat aku menangis di kantin , sejak hari itu Suga dengan telaten mendampingiku dan membantuku hingga akhir kuliah usai


Setelah beberapa tahun berpisah dengan kesibukan masing akhirnya di pertemukan lagi saat pertemuan di kantor Suga


Pertemanan yang beberapa tahun terputus akhirnya bersambung kembali hingga akhirnya Suga melamarku


Mungkin saat itu aku masih sedikit berharap


akan Galang hingga akhirnya aku mengajukan syarat sebelum pernikahan


dan gilanya lagi Suga juga menyetujuinya


" Lakukan jika itu bisa menghilangkan rasa penasaranmu dan pastikan bahwa perasaanmu dan Galang memang benar benar telah selesai , aku akan menunggu toh aku yakin akan jawaban Galang nantinya


Seperti mendapatkan angin segar akhirnya ku lakukan juga seperti mendapatkan peluang saat ku lihat foto beberapa temannya di Ig dengan memberanikan diri aku mulai menghubunginnya


Benar dugaanku Galang membalasnya


ya...hatiku rasanya CLBK , untuk tiga bulan terakhir aku terus saja menghubunginya hingga kejadian di ruko dan hari ini


Dengan kejadian ini akhirnya aku sadar bahwa Galang memang benar benar sudah tidak mencintaiku lagi , ya aku sadar akan kekalahanku dan tentang Mawan memang


sengaja aku lakukan , ya...impas itu yang aku


mau .


Flass back end


" kok melamun tiba tiba suara Suga mengejutkanku


Aku hanya memandangnya dalam


" Maaf karena aku telah meragukanmu dan terimakasih karena sudah mau bersabar demi aku sesaat aku berhenti


" aku sekarang sudah siap dan mantap melangkah bersamamu dan menuju jalan halal bersamamu jawabku sembari menunduk


Mendengar jawabanku Suga langsung menepikan mobilnya memandangku lekat sembari tersenyum , " terimakasih ucapnya


tunggu dua hari lagi aku akan menghalalkan


hubungan kita sembari memelukku erat


Ya , mungkin ini terlambat untukku tapi melihat ketulusannya dan perjuangannya aku yakin dia lah imam ku yang sebenarnya nanti


" terimaksih mas , ucapku lagi


Akhirnya mobil kembali du lajukan dengan senyum mengembang terasa ringan dan tenang sepanjang perjalanan pulang

__ADS_1


__ADS_2