
Bab 70. Masih Di Mall
"Mas!" panggil Rahael dan belum sempat Galang menjawab Rahael sudah berlari langsung melepaskan genggaman tanganya.
Galang yang masih kebingungan dengan sikap Rahael mendadak sedikit terkejut saat Rahael menarik lengan Galang.
Galang hanya menurut saja, karena saat ini banyak orang yang melihat kehebohan Rahael.
Rahael menarik Galang memasuki Toko yang khusus menjual baju bayi, beraneka ragam pernak pernik yang tertata rapi, kembali Rahael menyeret hingga ke sudut ruangan terdapat stand khusus untuk model baju berpasangan dengan model beraneka ragam.
Rahael menatap sejenak sembari tersenyum seakan meminta ijin, "boleh membelikan Twin baju ini tiga pasang?" tanya Rahael hampir berbisik. Merasa gemas dengan ulahnya sejak tadi akhirnya ku acak juga rambut Rahael, "pilihlah sesukamu Rahael," jawab Galang.
"Enggak Mas, Rahael cuma mau tiga pasang baju saja yang model Popeye, boleh kan? Yang model ini!" tutur Rahael sembari menunjukkan pada Galang, baju dengan model kaos lengan panjang dengan penutup berkepala singa, serta satu kaos garis-garis dengan celana levis biru tua. Setelah puas memilih Rahael menaruhnya di kantong belanja dan kembali merangkul lengan Galang, "sudah hanya itu Rahael?" tanya Galang dan Rahael hanya mengangguk, "yok ke kasir Mas," ujar Rahael sembari tersenyum.
Setelah mrnyekesaikan pembayaran di kasir kami bergegas keluar dan kembali berkeliling mengitari Mall serasa berpacaran dan bergandengan tangan.
Tiba-tiba genggaman tangan Rahael di lepas.
"Kenapa?" tanya Galang bingung. "Ih, malu Mas di lihat orang," tutur Rahael tiba-tiba.
Mendengar jawaban Rahael hanya menatap aneh, " Lah, sejak masuk Mall kan kita sudah pegangan tangan?" tanya Galang sembari melihat kanan dan kirinya. "Benar ucapan Rahael tetapi masa bodoh, lah ini isyeri-isteriku sendiri," gerutu Galang sembari meraih tangan Rahael lagi.
Langkah kami kini berhenti di depan Toko perhiasan, tanpa meminta persetujuan Rahael dan itu membuat Rahael bertanya, "kok. Masuk ke sini Mas? Rahael enggak perlu ini!"
Galang tak menghiraukan ucapan Rahael.
__ADS_1
"Mbak. Tolong, yang model hati yang berbingkai permata, Mbak!"
Pemilik toko langsung mengeluarkan barang yang Galang maksud, "coba Rahael," ujar Galang sembari membantu memakainya.
"Coba lihat di cermin," tutur Galang dan sejenak Rahael mendongak sembari memegang kalung yang menempel cantik di lehernya, "cantik," guman Galang tersenyum simpul, cocok dengan lehernya yang jenjang.
Galang sedikit terkejut saat Rahael tersenyum, "cantik," tutur Galang kembali memuji.
Saat ini psndsbgsn Galang benar-benar fokus, pada kecantikan isterinya hingga teguran penjaga Toko membuat Galang sadar.
"Bagaimana, Pak. Cocok sekali di leher Mbaknya!" sekilas Galang kembali tersenyum.
"Oke, Mbak. Tolong bungkus, jadi berapa?" tanya Galang sembari mengeluarkan kartu saktinya. Sang penjaga Toko hanya tersenyum sembari tangannya menulis dan menghitung hingga beberapa saat, "maaf, Pak. Total keseluruhannya berjumlah sekian," jawab sang penjaga Toko sembaru menyodorkan Bon pada Galang.
"Bisa membayar dengan kartu ajaib Mbak?" tanya Galang.
Setelah melakukan pembayaran dengan kartu sakti, "apa perlu di bungkus Pak?" tanya penjaga Toko. "Enggak usah Mbak
biar langsung di pakai," ucap Galang.
"Terima kasih Mas," ucap Rahael sembari berbisik telinga Galang, seketika membuat dada Galang berdesir.
"Jangan pernah di lepas, kalung itu sebagai tanda ... " belum selesai Galang berbisik.
"Mas. Baju Twin?" tanya Rahael bingung, seketika Galang menoleh kaget.
__ADS_1
"Ayo, kita lanjutkan," ajak Galang. Setelah berputar-putar dan merasa lelah, "Rahael kita makan lapear Rahael, masih jauh Mas gepreknya ucap ku .
"Habis makan nonton yuk," ajak Galang, "mumpung kita keluar habis itu kita pulang.
"Enggak Mas, kasihan Twin! Lagi pula juga hampir sore," jawab Rahael.
" Enggak, bisa-bisa sehari penuh kita di luar
belum lagi ... Rahael seketika terdiam saat Galang mengecupnya sekilas.
Rahael yang mendapat kecyoan dati Galang langsung menjadi salah tingkah
"Mesti, Mas Galang ini. Rahael kan jadi malu apalag, di depan banyak orang," ujar Rahael sembari memukul lengan suaminya.
"Sudah Mas, kita pulang ! Bungkus saja sekalian untuk orang di rumah, kasihan Bibi biar enggak masak dan untuk makan malam juga!" ujar Rahael.
Setelah menunggu beberapa saat, pesanan kami pun datang dan membayar jumlah yang tertulis.
Sudah sore, hampir jam tiga sore kami keluar dari Mall. Begitu langkah kami tiba di area parkir, "Mas terus cari Rukonya?" tanya Rahael. Mas Galang hanya tersenyum, "nanti kita keluar lagi berdua buat cari Ruko," jawab Galang singkat.
"Kok, begitu!"
Gakang hanya menoleh memindai area parkir, "kalau masih bicara terus, Mas cium lagi, seperti tadi," ujar Mas Galang sembari memindai ulang area parkir. "Mumpung sepi Rahael."
Mendengar suaminya berbicara seperti itu Rahael langsung menutup mulutnya, "kalau mau begitu di rumah Mas, malu-maluin saja," gerutu Rahael dengan menutup mulutnya.
__ADS_1
Galang yang mendengar ucapan isterinya langsung tertawa terkekeh.
'Hari yang sangat menyenangkan,' ucap batin Galang. 'Tunggu Rahael, pasti Mas akan mengajak keluar lagi, cuma berdua tanpa Twin untuk mengganti masa pacaran kita yang terlewat," tutur hati Galang sembari melajukan mobil dari area parkir.