
Setelah heboh di meja makan kami bergegas memasuki kamar masing masing aku dan Rahael tak langsung merebahkan diri
Aku langsung mengambil ponselku dan menghubungi orang tua Mawan sedang Rahael langsung membuka lemari brankas tempat menyimpan surat surat berharga kami , ku lirik dia sedang mencari sesuatu dan setelah di temukan , " ah....ketemu juga dan menariknya keluar
Pandangannku teralihkan saat ponselku tersambung
" Waalaikumsalam Wr wb , eyang ucapku
" hhhhh....kau itu Lang , tumben ngimpi apa kamu hem
" Maaf eyang ini mau ngabari kalau besok twin Ra mau kesana dan nginep , tapi maaf adek mereka juga ikut , apa di kasih ijin ucapku lagi
Tidak ada jawaban hanya teriakan
" Ma.......mama , cucumu mau datang besok dan nginep , suruh bibi nyiapkan kamar Mawan dan dua lainnya
seketika aku menjauhkan telepon dari telingaku
" Halo ...suara di ujung sana
" Ya... eyang bolehkan basa basiku
" His ...andaikan kamu di sini ku getok kepalamu ya tentu boleh lah
awas php ucap eyang panji
" Ya...terimakasih yang ucapku
Sembari ku tutup ponselku
Rahael yang melihatku sedikit cemberut
" kenapa ? , " Rasanya kok gak rela mereka pergi
Mendengar itu aku sedikit terkejut
" Sudah Ra kasian mereka sudah cukup kita menghukumnya , beri kebahagiaan di usia tuanya toh mereka juga eyangnya ucapku
Ku alihkan obrolan dengan yang di lakukan Rahael , " sudah ketemu yang di cari
__ADS_1
sejenak matanya berbinar , " eh...ini baru kepikiran sudah berapa taun ya mas
" Sudah simpan dulu nanti saja di bukannya
kalau twin Ra sudah ada
" sudah larut Ra , tidur yuk sembari menaikkan tubuhku di ranjang
setelah kurebahkan tubuhku di ranjang ku lihat Rahael ikut menyusul dan juga langsung merebahkan diri juga
" Ra...gimana kalo kita buka toko ala ala swalayan gitu , tapi kita jual untuk orang yang kulakan
" Terus siapa yang pegang mas , anak anak mungkin juga belum bisa masih harus belajar dan kuliah juga
" Ya akulah Ra , terus toko oleh olehnya
" kamu yang pegang gimana tanyaku
" Mungkin harus di pikir matang matang mas sebenarnya oke juga ide mas , ucapku sembari merangkul nya
" huam....sudah ngantuk tidur yuk
" Ra.... ," hem ..
ini cuma pikiranku tapi gak ada salahnya di coba gimana Ra
Aku tersenyum melihatnya ternyata sudah tidur , cup cantik ucapku
dan menyusupkan tubuhku untuk lebih mendekat dan terlelap
Pagi menjelang terdengar keributan saat anak anak di meja makan
Terdengar suara gelak mereka Rahael sudah bangun lebih dulu dan membantu bibi menyiapkan sarapan
Rahan seperti biasa biasa Aal lah yang selalu di godanya
Begitu melihatku keluar kamar setelah mandi mereka serentak terseyum ," pagi bapak
Aku menatap Rahael , serta merta Rahael mengedikkan bahunya tanda tak tahu
__ADS_1
" Kemana para eyang twin saat aku duduk
di meja makan , " ibu sudah berangkat pagi tadi dan bapak sakit lagi
" Bi Narmi sudah kusuruh kirim makanan ke belakang , ibu di panggil gak mau nunggu bapak ucapnya
Aku sedikit terdiam terus melihat anak anak
" Lho , makan twin kok melamun katanya keburu eskul dan ke eyang ucapku
" Hiya , ucap mereka serempak
" kok gak semangat
Sudah eyang kung nanti bapak ajak ke dokter sama ibu dan habis itu jemput kalian
Anak anak langsung tersenyum kemudian berdiri dan berpamitan
" Ra , siap siap gih nganter bapak ke dokter ucapku , " nanggung mas
" Biar di lanjutkan bibi Ra
Setelah Rahael bersiap kami mengantar bapak ke dokter
Tak berapa lama kami pun sampai , ibu dengan telaten mendampingi bapak
Begitu memasuki ruang periksa , " dokter Fahmi tersenyum , " pagi pak udin apa yang di keluhkan tanya dokter
" Seperti biasa dok ucap bapak
Aku sedikit menyerngitkan dahiku , ku pandang bapak dan ibu
Melihatku begitu Rahael langsung menarik tanganku , " gak sopan mas
" Ayo pak , sini di periksa dulu
Begitu bapak sudah ber baring dokter fahmi segera memeriksa , " semua baik baik saja tensinya yang agak tinggi ini ucap dokter Fahmi
Aku sedikit lega mendengarnya , " oh ya dok apa perlu di lakukan kontrol tiap bulan
__ADS_1
Dokter fahmi tersenyum , " memang harus begitu tapi bapak Udin mesti mangkir ucap dokter fahmi
Setelah dokter Fahmi menuliskan resep kami undur diri dan mengantar bapak kerumah dan aku langsung ke toko untuk mengecek