Rahael

Rahael
BAB 102 . RUMAH EYANG PANJI


__ADS_3

Setelah heboh di meja makan kami bergegas memasuki kamar masing masing aku dan Rahael tak langsung merebahkan diri


Aku langsung mengambil ponselku dan menghubungi orang tua Mawan sedang Rahael langsung membuka lemari brankas tempat menyimpan surat surat berharga kami , ku lirik dia sedang mencari sesuatu dan setelah di temukan , " ah....ketemu juga dan menariknya keluar


Pandangannku teralihkan saat ponselku tersambung


" Waalaikumsalam Wr wb , eyang ucapku


" hhhhh....kau itu Lang , tumben ngimpi apa kamu hem


" Maaf eyang ini mau ngabari kalau besok twin Ra mau kesana dan nginep , tapi maaf adek mereka juga ikut , apa di kasih ijin ucapku lagi


Tidak ada jawaban hanya teriakan


" Ma.......mama , cucumu mau datang besok dan nginep , suruh bibi nyiapkan kamar Mawan dan dua lainnya


seketika aku menjauhkan telepon dari telingaku


" Halo ...suara di ujung sana


" Ya... eyang bolehkan basa basiku


" His ...andaikan kamu di sini ku getok kepalamu ya tentu boleh lah


awas php ucap eyang panji


" Ya...terimakasih yang ucapku


Sembari ku tutup ponselku


Rahael yang melihatku sedikit cemberut


" kenapa ? , " Rasanya kok gak rela mereka pergi


Mendengar itu aku sedikit terkejut


" Sudah Ra kasian mereka sudah cukup kita menghukumnya , beri kebahagiaan di usia tuanya toh mereka juga eyangnya ucapku


Ku alihkan obrolan dengan yang di lakukan Rahael , " sudah ketemu yang di cari

__ADS_1


sejenak matanya berbinar , " eh...ini baru kepikiran sudah berapa taun ya mas


" Sudah simpan dulu nanti saja di bukannya


kalau twin Ra sudah ada


" sudah larut Ra , tidur yuk sembari menaikkan tubuhku di ranjang


setelah kurebahkan tubuhku di ranjang ku lihat Rahael ikut menyusul dan juga langsung merebahkan diri juga


" Ra...gimana kalo kita buka toko ala ala swalayan gitu , tapi kita jual untuk orang yang kulakan


" Terus siapa yang pegang mas , anak anak mungkin juga belum bisa masih harus belajar dan kuliah juga


" Ya akulah Ra , terus toko oleh olehnya


" kamu yang pegang gimana tanyaku


" Mungkin harus di pikir matang matang mas sebenarnya oke juga ide mas , ucapku sembari merangkul nya


" huam....sudah ngantuk tidur yuk


" Ra.... ," hem ..


ini cuma pikiranku tapi gak ada salahnya di coba gimana Ra


Aku tersenyum melihatnya ternyata sudah tidur , cup cantik ucapku


dan menyusupkan tubuhku untuk lebih mendekat dan terlelap


Pagi menjelang terdengar keributan saat anak anak di meja makan


Terdengar suara gelak mereka Rahael sudah bangun lebih dulu dan membantu bibi menyiapkan sarapan


Rahan seperti biasa biasa Aal lah yang selalu di godanya


Begitu melihatku keluar kamar setelah mandi mereka serentak terseyum ," pagi bapak


Aku menatap Rahael , serta merta Rahael mengedikkan bahunya tanda tak tahu

__ADS_1


" Kemana para eyang twin saat aku duduk


di meja makan , " ibu sudah berangkat pagi tadi dan bapak sakit lagi


" Bi Narmi sudah kusuruh kirim makanan ke belakang , ibu di panggil gak mau nunggu bapak ucapnya


Aku sedikit terdiam terus melihat anak anak


" Lho , makan twin kok melamun katanya keburu eskul dan ke eyang ucapku


" Hiya , ucap mereka serempak


" kok gak semangat


Sudah eyang kung nanti bapak ajak ke dokter sama ibu dan habis itu jemput kalian


Anak anak langsung tersenyum kemudian berdiri dan berpamitan


" Ra , siap siap gih nganter bapak ke dokter ucapku , " nanggung mas


" Biar di lanjutkan bibi Ra


Setelah Rahael bersiap kami mengantar bapak ke dokter


Tak berapa lama kami pun sampai , ibu dengan telaten mendampingi bapak


Begitu memasuki ruang periksa , " dokter Fahmi tersenyum , " pagi pak udin apa yang di keluhkan tanya dokter


" Seperti biasa dok ucap bapak


Aku sedikit menyerngitkan dahiku , ku pandang bapak dan ibu


Melihatku begitu Rahael langsung menarik tanganku , " gak sopan mas


" Ayo pak , sini di periksa dulu


Begitu bapak sudah ber baring dokter fahmi segera memeriksa , " semua baik baik saja tensinya yang agak tinggi ini ucap dokter Fahmi


Aku sedikit lega mendengarnya , " oh ya dok apa perlu di lakukan kontrol tiap bulan

__ADS_1


Dokter fahmi tersenyum , " memang harus begitu tapi bapak Udin mesti mangkir ucap dokter fahmi


Setelah dokter Fahmi menuliskan resep kami undur diri dan mengantar bapak kerumah dan aku langsung ke toko untuk mengecek


__ADS_2