
Bergerak melambat mobil yang kami lajukan akhirnya sampai juga di rumah sakit
Melewati beberapa lorong akhirnya sampai juga ruangan paviliun melihat banyaknya suster dan beberapa dokter .
Mas Galang aku dan ibu berjalan sedikit tergesa memasuki ruangan .
Begitu melihat kedatanganku suster dan dokter segera bergeser , memberi jalan
kulihat dokter melepas selang di tubuh Mawan .
" Ra ....ucap bu widia , ada yang ingin Mawan katakan padamu nak , berbaiklah sedikit
karena kondisinya tak memungkinkan
Kutatap mas Galang kemudian meraih pinggangku dan berjalan mendekat .
Melihatku mendekat Mawan tersenyum
lalu meraih tanganku , seketika tanganku gemetar melihat itu mas Galang ikut memegang tanganku sembari mengangguk
" Ra.....maafkan aku , akhirnya hampir dua tahun aku baru bisa meminta maaf sembari menjabat tanganmu terimakasih telah menjaganya untukku , sedikit tersedak
" Maaf atas semua yang telah aku lakukan dan atas kekurang ajaranku mungkin ini terbaik untukku .
" Satu hal yang pasti sampai detik ini aku masih sangat sangat mencintaimu .
"Seketika melihat mas Galang , maaf dan terimaksih sudah menjaganya untukku dan terimakasih untuk semuanya .
__ADS_1
" Aku dan mas Galang tersenyum
"Aku sudah memaafkanmu sedari dulu wan ucapku , seketika kurasakan tangannya menjabat semakin erat dan sedikit tersenyum
dan kemudian tersengal beberapa kali
Melihat hal itu mas Galang berusaha melepaskan genggamannya .
" Dok.....teriak mas Galang seketika dokter maju kedepan memeriksa denyut jantungnya dan kemudian berusaha melepas tangan Mawan , " Maaf .....hanya itu yang di ucapkannya kemudian menutup seluruh tubuh nya .
Innalillahi wainnalillahi rojiun , ucapku tanpa sadar .
Pak panji dan bu widia di bantu suster memakai kursi roda mendekat dan seketika tangis mereka memecah ruangan
Ibu segera memelukku erat , aku sedikit mundur untuk memberi ruang pada dokter dan suster .
Ku lihat di ruang samping terdengar suara orang menangis begitu ku melihatnya .
Entalah berapa lama kami menangis hingga akhirnya mas Galang mendekat sudah silvi ini sudah jadi jalannya jangan menangis
ikhlas kan .
Beberapa saat ku lihat suster berbenah membersihkan semua tempat dan
"mbak....sesuai permintaan pak panji dan bu widia mbak akan rawat jalan di rumah karena prosesi pemakaman pun akan segera di laksanakan jadi saya akan membantu mbak untuk bersiap siap .
" Sil....aku akan menunggumu di depan
__ADS_1
ya pemandangan yang sangat menyedihkan
Aku tak dapat berpikir apapun kini fikiranku beralih pada twin
" Mas...twin ucapku
Ya benar sekali hari ini twin rewel dan menangis karena di lihat beberapa log panggilan dari bapak .
Beberapa detik kemudian mas Galang sudah menghubungi bapak .
" Bapak masih ingat rumah yang dulu
waktu bapak ngantar Ra , ucap Rahael seketika , tunggu di situ pak setelah semua urusan selesai jenasahnya akan di bawa kerumah itu ucapku .
Setelah beberapa urusan selesai di urus pengacara pak panji akhirnya kami berangkat ke alamat yang di tuju .
perjalanan terasa cepat karena memakai mobil ambulan untuk memecah jalan raya
Begitu sampai ku lihat para tetangga sudah berkumpul , beberapa menit kemudian mobil bapak sudah memasuki halaman .
Bapak , ibu dan duo bibi beserta twin di gendongan masing masing .
Seketika tangisnya kembali saat melihatku dan Rahael .
Seketika hatiku sedikit sedih , aku menangis sambil mendekapnya.
Anak yang merasa gelisah dan sedih saat bapak biologisnya telah tiada .
__ADS_1
Ku lihat Rahael berkaca kaca seketika aku mendekat jangan di tahan tapi janji ini untuk yang terakhir lali kau menangisinya .
Seketika air matanya luruh , aku tak tahu apa yang ada di hatinya , tapi aku sadar Rahael hanya manusia biasa sepertiku .