
Setelah makan malam para eyang langsung masuk kamar masing masing setelah duo bibi membereskan meja makan dan mencuci bersih semua peralatan makan mereka langsung di suruh istirahat
Berkumpul di ruang tengah dengan situasi dingin Rahan sedikit menjauh dari Aal
Melihat itu mas Galang langsung membuka suara , " sepertinya ada perang dingin bu
Aku yang mendengar ucapan mas Galang tersenyum , " sudah pak siapa dulu yang mau melempar bomnya
Mendengar pembicaraanku Aal langsung buka suara , " Kak Aal minta maaf
" Memang ada apa ? berarti ibu dan bapak sudah ketinggalan berita ni
Berarti kita butuh piknik bu kelakar mas Galang
Yang di mintai maaf masih diam
" Rayhan kamu kakak yang kedua jelasin ada apa ! tiba tiba Al nyletuk , " biar dosa bapak sudah tanya baik baik gak ada yang jawab
Kalau gitu Al yang sebagai adek bontot akan bicara , seketika itu ketiganya langsung teriak
" Al ....jangan
Rahan dengan menunduk menjawab
" Sebenarnya Aal gak salah pak , Rahan saja yang sedikit jengkel jadi ......
" kalau gitu ayo lekas minta maaf , jangan sampai tiga hari tidak saling menyapa
" Aal ayo minta maaf , tadi kan sudah bapak
" Di ulang sambil jabat tangan biar afdol
__ADS_1
ucap bapak dan kau juga Rayhan dan Al selanjutnya bergantian setelah itu masuk ke kamar kalian , kecuali mas Rahan bapak ingin bincang bincang
Setelah acara maaf maafan ketiganya masuk ke kamar , " apa ibu boleh ikut pak ?
Ini urusan antara laki laki bu sambil mengedipkan matanya sebagai isyarat
" ya sudah ibu tidur , gak ada kata berantem ingat
Kulihat mas Galang dan Rahan berjalan ke teras belakang sembari membawa kopinya yang belum habis .
Setelah duduk mereka masih berdiam
mengambil kopinya dan di minumnya sedikit
" Memangnya ada apa hingga Aal membuatmu jengkel nak ?
" Bapak gak ingin jika ada suatu masalah berlarut larut , bapak siap mendengar ceritamu dan bapak juga gak ingin , jika mas Rahan menyembunyikan suatu kebohongan bapak juga gak bakalan marah asal mas Rahan cerita
" Pak Rahan minta maaf jika sudah jahat sama Aal tapi ....janji kan bapak gak marah
" Hm...
" Rahan sudah melanggar poin ke tiga pak
seketika raut wajahnya sedikit berubah
" Hhhhhhhhhh.....anakku sudah gede ternyata wes naksir cah wadon
Rahan semakin menunduk , " terus gimana
ceweknya juga suka ?
__ADS_1
Rahan menggeleng , " sudah berapa lama kau mengejarnya tanya bapak
" Dari kelas satu pak
Mendengar jawaban Rahan sang bapak seperti dejavu , serasa mengulang kisah Rahael .
" Lalu apa yang kau tunggu nak , jika cewek itu tak ada respon lebih baik tinggalkan jangan menanti hal yang tak pasti
" Tapi pak Rahan ingin berjuang
" Sampai kapan ? kini Rahan diam
" Saran bapak mending tinggal saja nak
Bapak akan cerita jika kau mau mendengarnya ku lihat Rahan mengangguk
" Rahan mungkin lebih baik sakit sedikit dari pada kecewa nantinya .
Dulu .....bapak mempunyai teman yang ceritanya hampir mirip denganmu , dia juga mencintai gadis itu tapi sayang cintanya bertepuk sebelah tangan hingga teman bapak nekat melakukan hal yang tak senonoh pada gadis itu .
Tapi meski sudah melakukan hal tak senonoh dan mengetauhi gadis itu hamil , ternyata takdir tak membuat mereka bersatu .
Dan akhirnya gadis itu menikah dengan laki laki lain dan kau tahu apa yang terjadi nak
dia pergi dengan kekecewaan dan cintanya
Setelah mendengar ini bapak harap mas Rahan lebih bijak , usia masih muda
dan ingat satu hal Allah tak akan pernah salah mengirimkan jodoh kita dan jalannya akan lebih mudah dan indah
pikirkan baik baik nak dan jangan salah jalan lalu berdiri , " ayo tidur , sudah larut
__ADS_1