Rahael

Rahael
BAB 72 . MASIH MAWAN TERAKHIR


__ADS_3

Selesai sarapan mereka langsung pindah ke ruang tengah Mawan tak henti hentinya menggoda twin ,apalagi bu widia dan pak panji mereka terus memangkunya hingga tertidur , " biar mereka tidur begini nanti juga lama gak ketemu lagi , saat bi Narmi memintanya untuk di pindah ke kamar .


" Maaf , kini kata katanya mulai serius


bukan kami menganggu se pagi ini tapi mengingat kami harus mampir ke besan kami di kota B sebelum kami menetap di Bali bersama Mawan dan silvi berhenti sejenak untuk itu kami ingin bermain dengan twin sepuasnya , ucap pak panji .


" oh ya , tolong terima ini jangan menolak


" mungkin saat ini memang belum memerlukan tapi saya yakin kalau twin sudah besar pasti sangat memerlukan sembari menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat mungkin ini sedikit sebagai bentuk tanggung jawab Mawan .


Andaikan di ijinkan setiap bulannya kami juga berharap di ijinkan untuk memberikan tunjangan untuk twin ,ucap pak panji .


Ku lihat Mawan dan Silvi hanya tertuduk


bu widia masih sibuk memangku Rayhan


Saat ini ku lihat ibu mertua sedang berfikir


" maaf bukan kami tidak menghargai niat baik bapak tapi Rahan dan Rayhan masih belum memerlukan banyak biaya .


" Mungkin nanti kalau mereka sudah besar tanpa di tawari pasti kami akan menghubungi bapaknya sembari melirik Mawan , eh....yang dilirik hanya menggaruk kepalanya .


" 0h ya masih ada satu permintaan kami


kami ingin berfoto dengan twin saat bangun nanti ucap pak panji .


" silakan ucap ibu mertua

__ADS_1


ku lihat Rahael sedang berbincang dengan silvi , bapak dan ibu ijin untuk ke belakang


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya twin bangun juga , " Wan ayo ambil gambarnya seperti gak sabar , berdiri dan siap siap memotret .


" Eh....tunggu ucap ibu mertua kemudian menarik silvi dan Rahael ayo Lang ucap ibu


Setelah dua foto di jepretkan kini gantian Mawan yang masuk dengan posisi yang sama dan setelahnya , " terimakasih atas semuanya , ucap pak panji .


" Baiklah , terimakasih atas semuanya dan maaf kan kami atas segalanya sembari berdiri dan melihat jam .


Kalau begitu kami minta ijin pulang sekali lagi terimakasih sambil menyerahkan twin


kepadaku dan Rahael .


Saling berpelukan dan mengucapkan maaf


Sekilas menoleh dan tersenyum , " ayo....siapa takut kita lomba ucapnya .


kemudian menutup pintu dan menjalankan


mobil .


setelah menghantar Mawan cs kami kembali masuk , ibu yang masih memegang amplop itu menyerahkan padaku , " simpan baik baik


ucap ibu sambil menyerahkan amplop itu .


" ibu saja ysng simpan ucapku , " is ...kau itu sembari duduk , " kamu orang tuanya kamu yang berhak menyimpannya ucap ibu .

__ADS_1


" sudah ibu mau ke kamar , "oh...ya selama seminggu ibu akan ke kampus di kota B ada urusan hel , ucap ibu.


Tak berapa lama ibu sudah masuk ke kamar


Twin sudah bersama bi Narmi .


" Ayo Ra , keluar yuk ! sembari melangkah ke kamar , " males mas capek .


" Janji gak kemana mana , mas sudah janji sama yang punya ruko tinggal lihat kondisi dalemnya gimana , mau kan ?


"Ayo mas , Ra nyimpen ini dulu sambil membuka lemari dan menyimpan amplop coklat itu .


" Sudah Ra .


" Ayo mas .


" Ra....jalan saja dekat sini saja , ayo...


Memang dekat , hanya kisaran sepuluh menit dari rumah .


Setibanya di ruko sang pemilik ruko sudah menunggu , " maaf sedikit terlambat ucapku


sembari menjabat tangannya .


" Silakan ucap pemilik ruko dengan percakapan yang cukup alot hingga tawar menawar harga , akhirnya terjadi kesepakatan harga yang di setujui .


Aku hanya tersenyum melihat kegigihan dan keuletannya .

__ADS_1


__ADS_2