
Bab 91. Seminggu di kota S
Sudah sore Rini, tutup saja tokonya No," ujar Galang sembari menaiki tangga.
"Pak! Laporannya. Besok saja Rini, setelahnya kami langsung pulang!"
Rahan yang di bawah langsung melotot
"Kok besok Pak, seminggu ya?"
Rahael hanya tersenyum saat mendengar rengekan Rahan, Galang hanya melihat dari atas, "ya, sudah. Lihat besok. Ayo, naik!" ajak Galang.
Sampai di atas keadaan masih sama seperti yang terakhir Galang tinggalkan masih bersih, kami tinggal memasang sprei dan teman- temanya.
Twin Al langsung mengambil kamar di depan Twin Ra di tengah sementara Galang dan Rahael menempati kamar Bi Narmi.
Mendengar pintu roling di tutup, tetapi masih menyisakan sedikit yang dibuka terlihat dari kaca pembatas di atas.
Melihat Rini dan Ais, juga memasuki kamar bawah, sedang Nono, berjaga di depan.
Selepas isya anak-anak ingin makan di luar, mereka ingin makan nasi gudek. Mendengar itu Rahael langsung tersenyum, saat kami di kamar berganti pakaian, "kenapa Rahae?" tanya Galang penasaran. Sekilas Rahael tersenyum, "jadi inget ngidamnya Twin Ra Mas."
__ADS_1
Mas Galang yang mendengar itu langsung tersenyum sembari mengelus pucuk kepala Rahael kemudian memelukku erat, mengingat itu, "dulu Mas sedikit takut Rahael, takut kamu enggak suka," ucap Mas Galang sesaat melepaskan pelukkannya.
"Terima kasih sudah menerima Mas yang apa adanya ini," ucap Mas Galang sembari menangkup wajah Rahael, "terima kasih," ucap Mas Galang lagi sembari mengecup lembut bibir Rahael.
Andaikan tak mendengar ketukan di pintu mungkin kami akan berbuat lebih, bukan hanya saling mengecup saja, toh saat ini Galang dan Rahael sudah di ambang hasrat yang membawa mereka ke awang-awang.
Mas Galang langsung tertawa melihat aksinya gagal, "ayo kasian anak-anak menunggu," ujar Mas Galang sambil mengajak Rahael ke luar kamar.
Menuruni anak tangga Rahaek melihat Ais mondar mandir, "ada apa Ais?" tanya Rahael. "Anu Bu, saya mau ke atas mengambil mukena, boleh?" tanya Ais hati-hati.
"Al, tolong mbaknya di temani," panggil Rahael dari bawah. Belum Al beranjak Rahan dan Rayhan menjawab, "ayo Ais!"
Melihat Twin Ra sudah di ujung tangga.
"Mbak, sama ibu di suruh ikut," ucap Al tiba- tiba.
"Ayo. Mas, kita ijin dulu sama Rini," ucap Rahael sembari menggandeng tangan Mas Galang, "maaf Bu. Hari ini saya enggak bisa ikut," tolak Ais pelan.
"Maaf, saya masih ada urusan Bu. Insya Allah kalau besok saya bisa," ucap Ais menjelaskan.
"Nah. Kalau besok saya sudah pulang Ais," ucap Rahael memaksa.
__ADS_1
Galang yang mendengarnya sedikit terkejut,
"sejak kapan Rahael jadi pemaksa," ucap batin Galang.
"Ayo, Bu. Kok lama, sudah lapar," ucap Twin Al.
Mendengar itu Ais langsung," sebentar Bu, saya taruh ini dulu," ucap Ais, sembari berlari ke kamar. Galang hanya geleng-geleng kepala, sementara Rahael tersenyum puas.
Sengaja kami berjalan kaki toh juga tempatnya juga dekat, menikmati aneka makanan yang mereka inginkan. Berjalan beriringan Rahael melihat Twin Al sudah sedikit akrab dengan Ais, Rahan sesekali melirik Ais dan Rayhan tetap dengan gayanya yang tenang.
Merasa sudah puas berjalan senbari menikmati begitu banyak makanan, "Pak, Bu, pulang yuk!" ajak mereka serentak. Mendengar ucapan anak- anak Ais tersenyum.
Sesampainya di Ruko Galang masih melihat Nono, berada di luar, "malam om," sapa anak- anak saat masuk Ruko.
Ais tersenyum, "terima kasih Pak," ucap Ais sembari membungkuk dan berlalu ke kamar.
"Sudah Nono, istirahat mobilnya aman. Dulu-dulu juga seperti ini ucap Galang sembari masuk Ruko.
Sesampainya di atas Galang melihat anak-anak sedang duduk, "sebelum tidur kalian berkemas besok kita pulang," ucap Galang mengingatkan, Rahan yang mendengar itu langsung protes, "sudah Rahan tebak!"
"Baik kalau kalian ingin disini selama seminggu, tiga hari kedepan kalian harus bantu di Toko dan selanjutnya dua hari sebelum pulang baru kita jalan-jalan bagaimana setuju," ucap Galang.
__ADS_1