Rahael

Rahael
BAB 56 . TINGGAL DI SINI SAJA 1


__ADS_3

Sedikit lega, mungkin itu yang Galang rasakan, mendorong Bu Rahayu di kursi roda dan melihat Ibu dan Bapak berjalan bergandengan, membuat anganku sedikit melambung.


'Akankah seperti itu di usia senja nanti dalam batin Galang.'


Tersenyum sendiri hingga teguran Bu Rahayu mengagetkan.


"Hati- hati Lang ... "


Membantu Ibu masuk dalam mobil dan mengembalikan kursi roda.


perjalanan tak begitu lama kisaran lima belas menit, begitu memaskui halaman. Galang mendengar suara Bi Narmi dan Rahael samar-samar bersorak.


Ibu dan Bapak berjalan dengan tergesa sedang Bu Rahayu dalam tuntunan Galang.


"Aduh! Lang kenapa Ibu Jum mendahuluiku," ucap Bu Rahayu protes.


"Sabar Bu, niki asta ne pun, taseh sakit."


Mendengar ucapan Galang, Bu Rahayu diam sejenak.


"Lang! Apa sebaiknya kalian pulang saja. Lagian rumah sepi Lang ! Suka kangen sama Twin," ucap Bu Rahayu sembari berjalan.


"Ya ... nanti saya bicarakan dengan Rahael dulu Bu.


Setelahnya Galang dan Bu Rahayu sama- sama diam hingga masuk rumah.


Ibu dan Bapak sudah duduk di kursi. Sementara Bu Rahayu langsung ke kamar tapi niatnya di urungkan begitu melihat Twin berjalan ala robot.


"Eleh-eleh cucu Nenek," ucap Bu Rahayu sembari ingin meraih cucunya.

__ADS_1


"Bu ... teriak kami serentak."


Twin yang terkejut mendengar teriakan kami langsung menangis.


"Maaf, lupa," ucap Bu Rahayu.


Tak terasa waktu merambat ke malam,


rumah yang besar kini serasa ramai ada Twin yang selalu ramai, ada dua bibi dan tiga orang tua kami serta Galang dan Rahael.


Ibu selalu tersenyum setiap kali menatap Galang jika bersama Rahael.


Teringat akan permintaan Ibu dan Bapak membuat Galang berpikir berpuluh-puluh kali sebelum berbicara dengan Rahael.


Dua hari ini Galang menyempatkan untuk menghubungi Rin, meminta mengirim lewat email agar Galang bisa memantau nya dari sini di akhir emailnya tertulis.


"Pak ada sepasang suami isteri mencari Bapak dan Ibu serta orang tua mereka."


Akhirnya dengan terpaksa Galang menelefon Rin. Sebelum mencari nomor Rin, Galang melihat log panggilan Mawan. Galang mengurungkan niatnya untuk menelfon Rin.


'Biar saja tuyul tengil itu terus mencari


serasa puas dalam hati Galang.'


flasshback on


Sebelum berangkat ke kota M sengaja Rin dan No Galang panggil ke atas untuk memberi tahu bahwa jika ada Mawan ataupun orang tua mereka jangan bilang kalau kita ke kota M .


Flasshback end

__ADS_1


Mungkin saat ini keinginan Galang dan Rahael hampir sama, ingin memiliki Twin benar-benar hanya milik mereka. Tetapi mengingat perjanjian yang Galang buat dengan Mawan setidaknya rasa egois Galang sedikit melunak.


Melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam Ibu dan Bapak sudah masuk rumah belakang dengan Bi Nina, sementara


Bi Narmi di kamar Twin. Galang dan Rahael menempati kamarnya yang dulu, sedang Ibu Rahayu dengan perawat.


Memasuki kamar melihat Rahael masih duduk di ranjang.


"Capek?" tanya Galang. Hanya anggukan yang dari Rahael yang Galang dapat.


"Rahael! panggil Galang sebelum akhirnya Galang duduk di sampingnya.


"Rahael, apa Bapak dan Ibu sudah bilang?" Rahael hanya menggeleng menjawab pertanyaan Galang.


Melihat sikap Rahael, Galang menatap sejenak Rahael sebelum bicara.


"Mas mau ngomong dan Mas ingin tahu pendapat bagaimana pendapat Rahael. Bapak dan Ibu pingin kita pulang dan tinggal di sini. bagaimana Rahael?" tanya Galang pelan.


Sesaat Rahael menatap. "Rahael sih, terserah Mas di mana Mas ada Rahael ikut, tapi jika kita kembali ke kota M bagaimana usaha mas di sana? Dan andaikan kita di sini apa ya kita harus diam saja Mas?"


Galang terdiam, benar kata Rahael.


"Rahael, andaikan kita tinggal di sini kita bisa buka usaha lagi, ingat uang yang akan kita buat beli rumah sementara bisa kita buat untuk modal dan lagi usaha kita di sana ada Rin dan No. Galang percaya dengan Rin dan No, kini saatnya kita menguji mereka. Bagaimana, setuju kan?"


Rahael mengangguk tanda setuju.


"Terima kasih Rahael," ucap Galang sembari mencium pucuk kepalanya.


"Orang tua kita sudah tua jangan biarkan tinggal sendiri tanpa kita, ingat kejadian ini Rahael," ucap Galang saling bertatapan.

__ADS_1


"Ayo, kita tidur," ucap Galang sembari merangkul tubuh Rahael, mencari kehangatan, tapi benar-benar untuk tidur.


__ADS_2