
Entalah harus mulai dari mana nantinya
Apa mereka percaya atau bahkan membenci
berbagai pertanyaan sudah berkecamuk di hatiku tak terasa air mataku mulai turun
Aal yang melihatku langsung memelukku erat jangan menangis bu kasian kakak segera kukikis air mataku
Ku lihat Rahan dan Rayhan hanya terdiam memang mereka tak kuijinkan untuk memegang hp
Setelah turun di terminal tujuan akhir kami aku bergegas mencari mobil grab untuk membawa kami ke kota yang dingin di kota kami , perjalanan cukup melelahkan ketika kami sampai di tempat tujuan ku lihat para eyang sudah tiba dan juga orang tua Mawan tak berapa lama ada mobil datang ternyata silvi ikut datang juga
"Ra.....teriaknya kami saling berangkulan
" eh.....masih ingat aunty ucap silvi
Rahan dan Rayhan hanya tersenyum , " ayo kalian salim
Begitu memasuki villa para eyang tersenyum
kami juga ingin menyepi dan menenangkan pikiran ucap mereka
Setelah beberapa lama , "sebaiknya kau telfon Galang dan menyelesaikan semuannya di sini ucap bapak dan ibu
Aku masih terdiam, " sebetulnya kami kesini ingin menenangkan hati dulu bu kasian anak anak ucapku
" sebaiknya cepat di selesaikan Ra mumpung semuanya lengkap ucap bu Rahayu
maaf atas ke egoisan hatiku waktu itu dan tak memikirkan akhirnya ucapnya lagi
" Tapi bu ? Ra lihat mereka ucap ibu , Rahan dan Rayhan tega kau padanya ? apapun nanti hasilnya harus kita terima dengan ikhlas ucap ibu lagi .
Benar kata ibu meski keluarga sudah berkumpul tapi tak nampak kebahagiaan
setelah mengirim pesan dan alamat tempat yang ku huni saat ini
Ku panggil dua twin Ra dan merangkulnya dengan erat , hanya sesak di dadaku
kupandang wajah mereka yang memang adalah milik Mawan
Mereka tersenyum kurangkul lagi sembari ku bisikkan , " apa kalian sudah siap mendengar kebenarannya , tapi tunggu hingga bapak datang ucapku
Mendengar itu mereka mengangguk dan merangkul ku dengan erat tak terasa air mataku menetes , " maafkan ibu nak atas keegoisan ibumu waktu itu , maafkan kini tangisku tak bisa aku bendung lagi Aal dan al juga ikut merangkullku menangis sembari mendekapku
Para eyang yang di ruang tengah hanya menghela nafas panjang silvi yang duduk dengan suaminya hanya tertuduk
Sudah menjelang sore mas Galang datang
kami semua terkejut saat melihat sosok perempuan turut masuk
Begitu masuk perempuan itu duduk berdampingan dengan mas Galang , aku yang melihat itu hatiku merasa kan sakit
__ADS_1
Bapak mertua yang dari tadi sudah melotot kini dua ibuku juga menampilkan wajah tak sukanya sedang silvi memilih masuk dengan suaminya dan orang tua Mawan
Bapak mulai dengan sedikit amarah
" Pergilah ....ini bukan ranahmu untuk ikut duduk di sini ucap bapak
Bukannya pergi gadis itu malah berdiri dan
" Kenalkan namaku Nisa dan aku adalah mantanya mas Galang waktu kuliah dulu
Seketika badanku gemetar kenapa jadi begini ? melihat itu Aal dan al langsung mendekat sementara Rahan dan Rayhan langsung berdiri di belakangku
Ibuku juga langsung berdiri , " maksudmu
" Ya , sebelum anak anda menikah dengan mas Galang aku adalah pacar nya
" Nisa... hentikan sudah cukup , tunggulah di mobil , ucapku
" Nggak mas , karena aku sudah menunggu saat ini cukup lama mas , aku sakit mas dan yang pasti aku masih belum bisa menerima
mas kau putuskan aku begitu saja
Ku lihat semua terkejut termasuk ibuku juga
" Nis...aku sudah menganggapmu teman bukan rasa cinta tapi teman Nis , ingat itu
" Oh...demi anak Mawan ini kau berpaling dariku Lang ? seketika aku menariknya keluar dan mengunci pintu
Rahan dan Rayhan menangis , " siapa Mawan bu , pak tolong jangan buat kami bingung di sela isak tangisnya
seketika kurangkul mereka ku kikis air matanya " tenangkan hatimu nak
ibu akan menjelaskannya pada kalian
Ku lihat mas Galang sudah kembali duduk
" Rahan dan Rayhan duduklah dulu dengan eyang panji dan eyang widia ucap ibu
setelah melihatku duduk ibu langsung mendekat " maafka Ra bu , maafkan aku yang egois ini .
" Ra.... bu widia langsung memelukku ibu sudah ikhlas
" Jelaskan kepada mereka Ra , ku lihat mas Galang terdiam , ibuku dan mertuaku semua menunduk dengan menarik nafas panjang akhirnya dengan sedikit terisak
" Nak sebenarnya bapak bukanlah bapak kandungmu , ayahmu adalah Mawan
Aku melihat ke arah mas Galang dan mas Galang menganggukan kepalanya tanda setuju
aku menceritakan semuanya tanpa aku tutupi sedikit pun , sesaat aku berhenti ketika mendengar gedoran di pintu
" Rahan Rayhan maafkan ibumu jika seperti ini jadinya , eyang panji dan eyang widia adalah eyang dari pihak ayah kalian
__ADS_1
sekali lagi maafkan ibumu dan para eyang ini karena keegoisan kami
Belum selesai aku berbicara mereka sudah berhambur memelukku dan juga memeluk bapak mereka dengan menangis
"Terimakasih ucap mereka bersamaan dan semakin mengeratkan pelukannya
"Terimakasih sudah menerimaku dan memberiku keluarga yang sempurna ini kini sembari mencium kedua pipiku
" pak ....kini tangisnya makin menjadi
" maafkan Rahan dan Rayhan pak , maafkan kami hanya itu yang selalu di ucapkan tanpa henti
Mas Galang ikut menangis dalam dekapan mereka , " sudah sudah kalian membuatku menangis sembari mencium kening mereka
" Pak ,bu dan para eyang dan untuk ounty juga terimakasih dan maaafkan kami
Tak berapa lama kulihat silvi berdiri , " om dan tante maafkan Silvi akhirnya map ini bisa saya serahkan juga , ini amanat dari almarhum mas Mawan
" Ra ...kau ingat map yang ku berikan dulu
ucap pak panji , itupun amanat dari ayahnya twin Ra
" Ada di rumah pak , ucapku
Nanti kalau sudah di rumah akan saya berikan ucapku lagi
" Akh....akhirnya aku lega Ra , semoga Mawan
disana bahagia ucap pak panji
" Ayo sini rangkul eyang , aku kan juga mau di rangkul cucuku
" Lang kalau gitu boleh kan twin Ra nginep di rumah ? mas Galang yang di panggil kini terkejut
" Boleh gak Lang
" Boleh boleh ucap mas Galang
Mendengar jawaban mas Galang pak panji langsung mengajak bu widia berdiri
" ayo ma kita dansa , ucapnya sembari melakukan gerakan dansa
Bu widia yang di tarik begitu saja akhirnya menuruti kemauan suaminya
Rahan dan Rayhan bilang terimakasih pada eyang panji dan jangan lupa kunjungi makam ayah kalian ucap eyang Rahayu
Di sudut ruangan ku lihat Twin Al tiba tiba menangis , " bu ....jika mas Rahan dan Rayhan kerumah eyang panji pokoknya aku ikut titik
Mendengar itu eyang panji langsung menghentikan gerakannya , " ai ai ma bakalan rame nih rumah boleh boleh ucapnya sembari tersenyum
Tak berapa lama terdengar gedoran pintu dan ini semakin keras
__ADS_1