Rahael

Rahael
Bab 90. Berangkat


__ADS_3

Kesepakatan yang di setujui minggu lalu bersama anak-anak, akhirnya kami pun berangkat ke kota S.


Empat Twin sangat bersemangat karena memang tak pernah mengajak mereka meski kadang Galang dan Rahael pergi ke sana untuk melihat Toko kami.


Selepas subuh kami sudah bersiap-siap berangkat mengingat perjalanan yang cukup jauh memilih waktu sedikit pagi untuk berangkat, berharap setibannya disana masih ada waktu untuk istirahat.


Sengaja berangkat menggunakan mobil karena anak-anak ingin melakukan perjalanan yang sedikit terasa santai,


kami akan berhenti ketika melakukan ibadah sembari istirahat perjalanan yang menempuh hampir delapan jam jika itu enggak macet bahkan bisa lebih dari itu.


saat adzan dhuhur berkumandang kami tiba di alun-alun kota S berhenti sejenak Rahael langsung menggandeng tangan.


"Mas, ayo. muter-muter kayak dulu," ujar Rahael sembari berbisik agar anak-anak tak mendengar, melihat Rahael yang kini wajahnya sudah merona, "kayak abg saja," batin Galang sambil menatapnya.


Seketika Galang sadar akan tatapannya, "biuh baru sadar, ternyata makin kesini makin cantik," batin Galang sembari mengenggam tangannya, "ayo!"


Belum beberapa langkah Galang dikejutkan oleh suara anak-anak, "Bapak. Ibu, kami kok di tinggal, bagaimana kalau kami berempat di culik orang!" teriak Aal.


Mendengar teriakan seperti itu Galang langsung menoleh, "aduh! Lupa, ya. Bu, kalau kita bawa anak-anak," seru Galang.


Galang dan Rahael langsung tersenyum dan


untuk menutupi malu, "kalian jalan-jalan saja, ingat kumpul di sini setengah jam lagi."

__ADS_1


Melihat mereka sangat bersemangat mengelilingi alun-alun, setengah jam anak- anak betul-betul patuh, mereka sudah berkumpul kembali.


"Sepertinya Rahan kerasan di sini Pak seloroh Rahan, sedang Rayhan hanya tersenyum


sementara Twin Al, no koment.


"Ayo!" ajak Galang ketika anak-anak mereka sudah pada posisi masing-masing."


Membutukan sepuluh menit untuk sampai di Ruko, sebelum memasuki area parkir Ruko, Galang melihat tokoh ramai, berhenti sejenak untuk melihat seorang anak perempuan memakai hijab, gadis yang mungkin seumuran dengan Twin Al, keluar dari toko membawa barang belanjaan, sesaat Galang melihat masukkan barang ke dalam mobil setelahnya membungkuk sembari menerima uang tip sepertinya.


Seketika Galang menyerngitkan kening sejak kapan ada karyawan perempuan. Rahael yang melihatku langsung bertanya.


"Apa karyawan baru Mas?" tanya Rahael.


Galang hanya menggeleng, "cantik ya, Pak! ujar Rahael dan itu membuat Rahan dan Rayhan menoleh.


"Sudah-sudah. Ayo turun, kita bikin kejutan untuk Rini dan Nono," ucap Bapak


saat melihat Toko agak sepi.


Berjalan beriringan saat memasuki toko


gadis yang tadi langsung menyambut, "sore Pak, ada yang bisa kami bantu," ucap gadis ini dengan sopan. Mendengar pembicaraanku Rini langsung menoleh, "Ya. Ampun, maaf Pak anak saya tidak tahu, maaf," ucap Rini sekali lagi.

__ADS_1


"Siapa Rini?" tanya Rahael.


"Maaf, ini anak saya kenalkan namanya Ais," tutur Rini dan kemudian kami saling berjabat tangan.


"Mas!" teriak Rini kepada suaminya, Bapak dan ibu beserta anak-anak datang."


Dengan bergegas Nono segera datang, "aduh Mas- Masnya sudah pada gede-gede, lha!Yang ini mbak Aal dan Al," ucap Nono.


"Anak, Mas Nono juga sudah besar, tumben ikut ke Toko!"


"Kebetulan mondoknya lagi libur, pingin bantu bantu di sini," jawab Nono.


"Sudah berapa hari No?" tanya Galang.


"Sudah satu minggu," jawab Nono.


"Gaji No, kasihan. Rini jangan lupa itu," ujar Galang sambil tersenyum.


"Ya, sudah saya keatas dulu, ayo Buk!"


"Sebentar Pak, kangen sama Rini, biar anak-anak saja yang duluan."


"Ayu. Rini, anak kamu berhijab," ucap Rahael.

__ADS_1


Galang yang masih melihat Rahan berdiri, "kok. Enggak naik?" tanya Galang.


"Rahan menunggu Ibu," jawab Rahan. Galang seketika tersenyum mendengar jawaban Rahan, sambil menoel Rahan, "jangan mulai Rahan."


__ADS_2