
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya eyang Rahayu datang bersama twin Al
" Bu Aal dan Al pulang ruko saja ya ?
Mendengar itu Rahael tersenyum , "kenapa ?
Twin Al hanya cemberut ya sudah biar kak Rahan nanti yang ngurus twin sekarang nganter eyang pulang dulu dan sesudahnya kalian sama kak Rahan ke hotel ucap bapak
Ku lihat eyang uti sudah duduk di mobil dan duo bibi di sampingnya sementara eyang Rahayu dengan twin Al serta ibu , aku dan bapak duduk di depan tak jauh memang
Tak beberapa menit kami pun sudah sampai
Eyang pun sudah turun begitu juga dengan ibu dan bapak aku berputar haluan mengantar twin Al ke hotel membayar semua tagihan untuk kamar twin sebelum melajukan mobilku ku lihat Rayhan datang bersama Naya dan lainnya
Ku tarik kesisi sebentar , " Ray twin Al pingin di ruko tolong di urus yang di sini ucapku
Rayhan mengangguk tanda setuju dan aku segera masuk mobil
Eyang Panji dan eyang widia melihatku tersenyum kenapa ? , " gak ada apa apa yang Twin Al kangen ibu dan pingin tidur di ruko hem....hanya itu yang terdengar
Sudah larut malam kami pun sibuk di kamar masing masing dan terlelap karena kesibukan dari pagi hingga malam menjelang
Pagi sudah datang tapi aku masih enggan bangun mumpung libur pikirku
Sudah pukul sepuluh saat aku bangun
terdengar beberapa kali pintu di ketuk
" Ray ...ucap Naya
" Aku kesiangan Nay , sudah jam berapa Nay
Yang kutanya tanya hanya tersenyum , buruan mandi gih di tunggu papa sama mama
Seketika aku menyerngitkan dahiku
" ada apa tanyaku
Naya hanya menggeleng tanda tidak tahu
Aku bergegas ke kamar mandi berganti baju sejenak aku sedikit termenung berdiri di depan pintu
Mengetuk secara perlahan , " Masuk Ray terdengar suara dari dalam begitu pintu terbuka
" ayo masuk masuk , ucap om sentot
Terima kasih om ucapku lagi , " kok om Ray
papa itu yang seharusnya
" Ray hari ini kami mau chek out karena papa ada tugas mendadak jadi papa pulang dulu titip Naya dan antar ke ruko ya sekalian pamit ucap papa sentot
Aku dan Naya sudah keluar lebih dulu sedang orang tua Naya masih di dalam
" Loh , eyang mau kemana ?
" Is....tinggal diruko saja semuanya pada keluar
" Maaf eyang , bukan begini
__ADS_1
Sesaat kemudian om sentot keluar maaf Panji aku balik dulu ada tugas mendadak kemudian berpamitan saling merangkul
" Titip anakku , tunggu dulu di mobil om
Eyang juga dan setelahnya aku membereskan semua tagihan nya
Tak berapa lama kami sudah sampai di ruko
di sambut hangat dengan kedua orang tuaku dan eyang
Permintaan maaf selalu terucap dari bibir orang tuaku dengan sedikit paksaan akhirnya calon mertuaku mau makan siang bersama
" Kami juga minta maaf , kalau kami pergi mendadak karena tugas ucapnya lagi
Eyang Panji hanya tersenyum setelahnya
" Eyang kita jalan jalan yuk sebelum aku balik ke pondok dengan kak Ais
" Lah...kapan balik nya Al , ucap eyang panji
" Besok ....
" Mau kemana ? , " terserah eyang
" Ray , Nay , Rahan mana Ais ucap kakek belum datang eyang ucap twin Al bersamaan
" Rahan telpon gih suruh datang kita gak usah jalan jalan tapi ke mall belanja ucap eyang panji
Mendengar itu Rahan langsung menolak
" Gak , gak eyang Rahan gak ikut ucapnya lagi
Mendengar itu Rahan langsung mencebikkan bibirnya dan menggaruk kepalannya
" Sudah yang lain siap siap biar kak Rahan
jemput kak Ais ucap eyang panji tanpa mau penolakan
Bapak dan ibu tersenyum , maafkan mereka pak ucap mas Galang
Saya keatas dulu pak lihat ibu , ucap Rahael
" Toko masih tutup Lang ucap pak panji tiba tiba
" Nunggu keadaan tenang dulu mungkin besok sudah mulai buka pak ucapku lagi
Sesekali melihat jam , tak berapa lama yang di tunggu datang
Begitu masuk , " Rahan panggil yang lainnya sama eyang widia , ucap eyang panji
Melakukan perjalanan dengan ke enam cucunya serasa mempunyai kesenangan sendiri melihat cucu mereka dengan pasangan masing masing kecuali twin Al dalam hal ini
Sesekali tersenyum dan itu semua tak luput dari tatapan bu widia
Mengajak mereka memasuki setiap toko dan membeli beberapa barang itu pasti
dan yang paling di takuti saat memasuki toko ekektronik , tapi untung eyang tidak masuk tapi beralih ke toko perhiasan
Beberapa menit kemudian Rahan menarik Rayhan , " Aduh Ray gimana ini pasti eyang akan dengan sesuka hatinya membelikan mereka perhiasan
__ADS_1
Mendengar kasak kusuk ku dengan Rayhan eyang panji menoleh , " eh....kalian kemari ucap eyang panji
Kulihat eyang Widia sudah memilih beberapa perhiasan untuk Naya , Ais Serta Twin Al
Nah ini di pakai nanti setelah kalian menikah ucap eyang panji wah seneng aku keempat cucu perempuanku perhiasannya kembaran
" Eyang....bapak dan ibu sudah membelikan ucap mereka serentak
" Itukan orang tua kalian dari eyang kan belum suka suka eyanglah
" Tapi kan kami sudah dapat dari ayah
" Itukan dari ayah kalian , dari eyang kan belum jadi terserah eyang lah
" Sudah sudah jangan ribut malu di liatin penjualnya , ucap eyang Widia
Saat hendak keluar dari toko perhiasan eyang berdehem
Mendengar itu eyang Widia langsung menoleh
" kenapa cintaku belum juga memilih perhiasannya aku akan menunggu terus di sini ucap eyang panji
Eyang widia tersenyum malu , lalu kembali ke toko perhiasan , " ini ya pa ?
Eyang panji hanya tersenyum sembari menyerahkan kartu ajaib ke kasir
" Sudah kalian jalan dulu biar eyang Widia di sini
" Rahan langsung masuk restoran ucap eyang panji
Masing masing membawa tas belanja dengan aneka macam dan untuk barang berharga mereka masing masing masuk dalam tas yang mereka bawa
" Kak....maaf , bukan ini yang di mau twin
twin maunya ngajak ke tempat wisata dengan rasa bersalahnya
Aku hanya memandangnya saja ide jalan jalan ternyata jadi merepotkan jika itu dengan eyang Panji
" Memilih memasuki restoran cepat saji saja ucap mereka serentak
Tapi saat akan memasuki tempat itu mereka eyang Panji kembali berdehem mendengar itu keenam anak muda yang tunduk dan patuh dengan deheman eyangnya langsung berhenti
" salah masuk anak anak yang di sebelahnya
Mereka saling pandang , lalu melihat ke atas
seketika eyang panji dan eyang widia tertawa
" Masuk saja biar kalian yang di poles
Ya , ternyata yang hampir kami masuki adalah salin kencantikan seketika kami tertawa bersama
" kalian terlalu lapar rupanya , ayo ajak eyang panji
Mengambil tempat duduk masing masing
" Sudah eyang widia pilihkan , kita tinggal menyantap saja
Tak berapa lama hidangan sudah memenuhi meja dan melahapnya dengan semangat
__ADS_1
Melihat itu senyum eyang Panji tak pernah putus dari bibirnya