Rahael

Rahael
BAB 119 . MEMAKSA


__ADS_3

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya eyang Rahayu datang bersama twin Al


" Bu Aal dan Al pulang ruko saja ya ?


Mendengar itu Rahael tersenyum , "kenapa ?


Twin Al hanya cemberut ya sudah biar kak Rahan nanti yang ngurus twin sekarang nganter eyang pulang dulu dan sesudahnya kalian sama kak Rahan ke hotel ucap bapak


Ku lihat eyang uti sudah duduk di mobil dan duo bibi di sampingnya sementara eyang Rahayu dengan twin Al serta ibu , aku dan bapak duduk di depan tak jauh memang


Tak beberapa menit kami pun sudah sampai


Eyang pun sudah turun begitu juga dengan ibu dan bapak aku berputar haluan mengantar twin Al ke hotel membayar semua tagihan untuk kamar twin sebelum melajukan mobilku ku lihat Rayhan datang bersama Naya dan lainnya


Ku tarik kesisi sebentar , " Ray twin Al pingin di ruko tolong di urus yang di sini ucapku


Rayhan mengangguk tanda setuju dan aku segera masuk mobil


Eyang Panji dan eyang widia melihatku tersenyum kenapa ? , " gak ada apa apa yang Twin Al kangen ibu dan pingin tidur di ruko hem....hanya itu yang terdengar


Sudah larut malam kami pun sibuk di kamar masing masing dan terlelap karena kesibukan dari pagi hingga malam menjelang


Pagi sudah datang tapi aku masih enggan bangun mumpung libur pikirku


Sudah pukul sepuluh saat aku bangun


terdengar beberapa kali pintu di ketuk


" Ray ...ucap Naya


" Aku kesiangan Nay , sudah jam berapa Nay


Yang kutanya tanya hanya tersenyum , buruan mandi gih di tunggu papa sama mama


Seketika aku menyerngitkan dahiku


" ada apa tanyaku


Naya hanya menggeleng tanda tidak tahu


Aku bergegas ke kamar mandi berganti baju sejenak aku sedikit termenung berdiri di depan pintu


Mengetuk secara perlahan , " Masuk Ray terdengar suara dari dalam begitu pintu terbuka


" ayo masuk masuk , ucap om sentot


Terima kasih om ucapku lagi , " kok om Ray


papa itu yang seharusnya


" Ray hari ini kami mau chek out karena papa ada tugas mendadak jadi papa pulang dulu titip Naya dan antar ke ruko ya sekalian pamit ucap papa sentot


Aku dan Naya sudah keluar lebih dulu sedang orang tua Naya masih di dalam


" Loh , eyang mau kemana ?


" Is....tinggal diruko saja semuanya pada keluar


" Maaf eyang , bukan begini

__ADS_1


Sesaat kemudian om sentot keluar maaf Panji aku balik dulu ada tugas mendadak kemudian berpamitan saling merangkul


" Titip anakku , tunggu dulu di mobil om


Eyang juga dan setelahnya aku membereskan semua tagihan nya


Tak berapa lama kami sudah sampai di ruko


di sambut hangat dengan kedua orang tuaku dan eyang


Permintaan maaf selalu terucap dari bibir orang tuaku dengan sedikit paksaan akhirnya calon mertuaku mau makan siang bersama


" Kami juga minta maaf , kalau kami pergi mendadak karena tugas ucapnya lagi


Eyang Panji hanya tersenyum setelahnya


" Eyang kita jalan jalan yuk sebelum aku balik ke pondok dengan kak Ais


" Lah...kapan balik nya Al , ucap eyang panji


" Besok ....


" Mau kemana ? , " terserah eyang


" Ray , Nay , Rahan mana Ais ucap kakek belum datang eyang ucap twin Al bersamaan


" Rahan telpon gih suruh datang kita gak usah jalan jalan tapi ke mall belanja ucap eyang panji


Mendengar itu Rahan langsung menolak


" Gak , gak eyang Rahan gak ikut ucapnya lagi


Mendengar itu Rahan langsung mencebikkan bibirnya dan menggaruk kepalannya


" Sudah yang lain siap siap biar kak Rahan


jemput kak Ais ucap eyang panji tanpa mau penolakan


Bapak dan ibu tersenyum , maafkan mereka pak ucap mas Galang


Saya keatas dulu pak lihat ibu , ucap Rahael


" Toko masih tutup Lang ucap pak panji tiba tiba


" Nunggu keadaan tenang dulu mungkin besok sudah mulai buka pak ucapku lagi


Sesekali melihat jam , tak berapa lama yang di tunggu datang


Begitu masuk , " Rahan panggil yang lainnya sama eyang widia , ucap eyang panji


Melakukan perjalanan dengan ke enam cucunya serasa mempunyai kesenangan sendiri melihat cucu mereka dengan pasangan masing masing kecuali twin Al dalam hal ini


Sesekali tersenyum dan itu semua tak luput dari tatapan bu widia


Mengajak mereka memasuki setiap toko dan membeli beberapa barang itu pasti


dan yang paling di takuti saat memasuki toko ekektronik , tapi untung eyang tidak masuk tapi beralih ke toko perhiasan


Beberapa menit kemudian Rahan menarik Rayhan , " Aduh Ray gimana ini pasti eyang akan dengan sesuka hatinya membelikan mereka perhiasan

__ADS_1


Mendengar kasak kusuk ku dengan Rayhan eyang panji menoleh , " eh....kalian kemari ucap eyang panji


Kulihat eyang Widia sudah memilih beberapa perhiasan untuk Naya , Ais Serta Twin Al


Nah ini di pakai nanti setelah kalian menikah ucap eyang panji wah seneng aku keempat cucu perempuanku perhiasannya kembaran


" Eyang....bapak dan ibu sudah membelikan ucap mereka serentak


" Itukan orang tua kalian dari eyang kan belum suka suka eyanglah


" Tapi kan kami sudah dapat dari ayah


" Itukan dari ayah kalian , dari eyang kan belum jadi terserah eyang lah


" Sudah sudah jangan ribut malu di liatin penjualnya , ucap eyang Widia


Saat hendak keluar dari toko perhiasan eyang berdehem


Mendengar itu eyang Widia langsung menoleh


" kenapa cintaku belum juga memilih perhiasannya aku akan menunggu terus di sini ucap eyang panji


Eyang widia tersenyum malu , lalu kembali ke toko perhiasan , " ini ya pa ?


Eyang panji hanya tersenyum sembari menyerahkan kartu ajaib ke kasir


" Sudah kalian jalan dulu biar eyang Widia di sini


" Rahan langsung masuk restoran ucap eyang panji


Masing masing membawa tas belanja dengan aneka macam dan untuk barang berharga mereka masing masing masuk dalam tas yang mereka bawa


" Kak....maaf , bukan ini yang di mau twin


twin maunya ngajak ke tempat wisata dengan rasa bersalahnya


Aku hanya memandangnya saja ide jalan jalan ternyata jadi merepotkan jika itu dengan eyang Panji


" Memilih memasuki restoran cepat saji saja ucap mereka serentak


Tapi saat akan memasuki tempat itu mereka eyang Panji kembali berdehem mendengar itu keenam anak muda yang tunduk dan patuh dengan deheman eyangnya langsung berhenti


" salah masuk anak anak yang di sebelahnya


Mereka saling pandang , lalu melihat ke atas


seketika eyang panji dan eyang widia tertawa


" Masuk saja biar kalian yang di poles


Ya , ternyata yang hampir kami masuki adalah salin kencantikan seketika kami tertawa bersama


" kalian terlalu lapar rupanya , ayo ajak eyang panji


Mengambil tempat duduk masing masing


" Sudah eyang widia pilihkan , kita tinggal menyantap saja


Tak berapa lama hidangan sudah memenuhi meja dan melahapnya dengan semangat

__ADS_1


Melihat itu senyum eyang Panji tak pernah putus dari bibirnya


__ADS_2