Rahael

Rahael
BAB 126 .


__ADS_3

Setelah menyelesaikan olah raga di sore hari


Rayhan menuju nakas mengambil gawainya


Sudah enam panggilan yang di abaikan dan semua nomor yang sama


Mencoba menghubungi ulang namun tetap terputus , sejenak mengacak rambutnya


Siapa bang ? kok jadi gelisah sembari membetulkan bajunya , merangkak mendekat Rayhan langsung menujukkan nomor yang menghubungi , " Bapak sejenak Rayhan duduk termenug


" Nay ....besok ke rumah bapak ya ?


Naya hanya mengangguk menghiyakan


Turun dan menuju kamar mandi , tak berapa lama Naya sudah keluar dengan rambut basahnya , " mandi bang keluar yuk


ajak Naya


Di lihatnya jam sudah pukul lima sore , "Nggak Nay , bentar lagi magrib


" Kalau mau selepas magrib , ke toko yuk sudah seminggu ni gak ke sana


Mendengar suaminya mengajak keluar wajah Naya langsung berbinar , karena selama seminggu ini hanya di rumah dan lebih banyak melakukan kegiatan di kamar


Sebelum ke kamar mandi Rayhan melihat Naya senyum senyum sendiri


" Nay ....kok senyum senyum


" Eh ...gak bang , mandi gih terus magrib jamaah


"Jangan senyum senyum Nay


Sembari berlalu ke kamar mandi , keluar dari kamar mandi Naya sudah menyiapkan sajadah dan sarung yang akan di pakainya


" Terimakasih cantiknya abang


Tak ada jawaban , tak berapa lama mereka pun sudah menyelesaikan shalatnya


Setelah berganti baju , mereka pun berangkat


Melihat mama dan papa duduk di ruang tv mendekat sejenak dan berpamitan


" Ray...mau ngajak Naya ngecek toko ma , pa


mereka hanya mengangguk hati hati Ray , Naya


Tak berapa lama mereka sudah sampai , tak banyak perubahan masih sama


" Selamat datang pak , bu ucap semua karyawan dan selamat menempuh hidup baru ucap mereka serentak


" Terimakasih dan maaf jika kemarin kami tidak mengundang dan insya allah pas ngunduh mantu kalian pasti bapak undang ucap Rayhan


Menuju ruangannya yang seminggu tak di kunjungi , sudah banyak berkas yang menumpuk


" Nay...abang kerja sebentar ya , habis ini sekalian mampir ke ibu mau kan Nay


Memeriksa lembar demi lembar berkas yang menumpuk sudah jam delapan di lihatnya Naya tertidur di sofa yang sedari tadi menunggunya


Mendekat perlahan dan mengecup keningnya , " Nay bangun gih ke rumah ibu yuk


Menggeliat sejenak , " Naya ketiduran bang


" Ayo ajaknya sembari membantunya berdiri

__ADS_1


Perjalanan yang tak membutuhkan waktu lama hanya sepuluh menit akhirnya mereka sampai , lampu masih menyala saat kami datang


Memasuki halaman rumah dan memarkir mobil berjalan masuk keruang tamu sembari mengucap salam


Ternyata benar dugaanku mereka belum tidur , mendengar suaraku bapak langsung keluar


" ih....kayak tamu , masuk Ray


Mendengar suara bapak , ibu langsung keluar , " Ray....ibu kangen langsung mengeretku dan Naya


" Aduh bu...ati ati perutnya udah besar


ku lihat di ruang tengah semua masih berkumpul , salim satu persatu


Eyang uti langsung mencium seluruh wajahku begitu juga dengan Naya


Sedangkan eyang Rahayu langsung menjewerku aku hanya tersenyum saja dan menurut


Kini ibu yang sudah tersenyum tapi beda dengan bapak , seketika aku teringat akan panggilan dari bapak , " maaf pak , bukan maksud mengabaikan , tapi Ray kan langsung datang


Aku langsung menengok kedalam kakakmu sudah berangkat Ray , ada urusan ucap bapak


Kulihat ibu berjalan dengan sedikit kesusahan sembari mengajak Naya ke teras belakang


tak berapa lama terdengar tawa keduannya


" Gimana pak , ibu dan dedekku tanyaku


" Alhamdulillah Ray , semua sehat doakan saja waktu lahiran nanti lancar ucap bapak sembari menatap kearah ibu


" pak , Ray tadi dari toko dan langsung ke sini


semuanya baik baik saja


" Ray menginaplah semalam disini pinta bapak


" Gimana Ray mau menempati rumah sendiri atau


" Pak... sebelumnya Ray minta maaf


Kalau Ray tinggal sama eyang panji ?


Bapak menatapku dengan tajam kemudian menghela nafas panjang


" Yakin dengan keputusanmu , belajarlah mandiri Ray , tapi bapak juga gak melarang bicarakan baik baik dengan Naya dan mertuamu , kini kau yang bertanggung jawab atas istrimu


Aku termenung sejenak ku lihat ibu dan Naya sudah masuk ke dalam , " Huf.....dingin ucap ibu


" Bapak langsung menoleh ke ibu , sini Ra


Naya juga mendekat , " Nay bapak mau kita nginep di sini mau kan ?


Naya mengangguuk tanda setuju , beri kabar mertuamu Ray


Setelah Ray memberi kabar mertuanya


Bapak masih ngobrol dengan Ray hingga


Naya sesekali menguap , " lihat bu menantu kita sudah menguap terus ayo , lalu menuntut ibu masuk ke kamar


" Ajak istrimu istirahat Ray


Kulihat Naya memang sudah mengantuk apalagi hari ini sudah tiga ronde aku meminta jatahku jadi tersenyum sendiri mengingatnya

__ADS_1


" Nay ...ayo


Kembali ke kamar bujangku dan memang baru kali ini Nay masuk ke kamarku


Langsung merebahkan diri di ranjang


" Bang jangan macam macam loh , Nay gak bawa baju ganti


Mendengar ancamannya membuat aku ingin berbuat lebih malam ini dan aku tak mau mengurangi jatahku , " Mas gak akan macam macam Nay cuma satu macam ini


Kini Nay hanya melotot mendapat serangan dariku , " Bang ....Nay gak bawa baju


" Besok abang belikan , toh bisa pinjam baju twin Al sambil tanganku sudah kemana


" Abang teriaknya pelan , hem....


" Abang inget ini di rumah ibu , emang di sana juga rumah mama


Ku kecup bibirnya agar tak bersuara lagi


" hemp ...akhirnya diam juga , kini aku yang beraksi hingga kami sama sama terkulai lemas


Tertidur dengan sama sama lelah hingga esok pagi , aku sudah terbangun lebih dulu saat Naya mulai menggeliatkan tubuhnya


" Pagi cantiknya abang , yang kusapa masih dalam mode bingung dan sesaat kemudian tersadar , cup , cup bangun yuk


Takut mendapat serangan pagi hari dari ku Naya langsung bangun dan bergegas mandi


Ku dengar suara air sudah berhenti tapi kenapa Naya tak kunjung keluar , akhirnya aku dengan penasaran aku membuka pintu kamar mandi


" Loh ...kenapa , " Bang baju dan daleman aku


" Gak usah pakai baju Nay selorohku asal


" ih...itu kan maunya abang sembari cemberut


" sebentar , aku bergegas ke kamar twin mencari baju yang pas untuk Naya


Masuk kedalam dan memberikan pada Naya


" Pakai ini dulu Nay , abang mandi dulu baru abang belikan , gimana


" Bang tolong dalemanku ucap Nay


Aku terus menatapnya saat Naya keluar memakai baju gamis twin


" Tambah cantik Nay ucapku sembari pandanganku tak lepas darinya


Yang kupuji malah senyum senyum , Nay


mendengar panggilanku Naya langsung sadar dan bergegas keluar , melihat itu aku langsung tertawa


Kudengar suara ibu samar samar berbicara dengan Naya , gelak tawa ibu dan kedua eyang ikut terdengar


" Lang delengen cucu mantuku ayu toh gawe gamis


( Lang lihat cucu menantuku cantikkan pake gamis )


Ku intip melalui pintu kamar Naya tersenyum


Bapak yang mendengar pujian untuk menantunya tersenyum dan menjawab


" Pripun to bu nek mboten ayu Ray geh mboten kerso

__ADS_1


( Gimana bu kalau gak cantik Ray ya gak mau )


Melihat keakraban yang terjadi hanya berharap selamanya akan seperti ini


__ADS_2