
Twin Ra dan Twin Al tersenyum gembira meski harus membantu di toko mereka merasa nyaman nyaman saja
Mungkin rejeki anak soleh dan soleha hari ini toko rame dengan adanya mereka seperti sangat membantu sekali , twin Al di dampingi Ais sedang twin Ra dengan No dan lainnya
Posisi kasir tetap menjadi milik Rahael dan bapak sekarang menjadi big bos nya
Sembari mengawasi pembeli sesekali sang bapak tersenyum melihat anak anak mereka kaku dalam meladeni pembeli tapi patut di ajungi jempol semangatnya
Mendekati Rahan yang sesekali mencuri pandang ke Ais , menyenggol sembari berbisik " gak boleh lirik lirik jatuh cinta beneran nanti
Mendapat teguran dari bapaknya Rahan langsung tersipu
Sementara Rayhan dengan tenangnya melakukan tugasnya
Tak terasa kesibukan yang mereka lakukan hingga menjelang dhuhur , masih rame
bapak memberi komando untuk shalat dan makan siang bergantian
Tak terasa waktu berlalu hingga sore hari karena mereka bekerja dengan giat sebagai bonus toko tutup lebih awal saat orang terakhir keluar masih pukul tiga sore
Di lihatnya wajah keempat anaknya letih dan kuyu , mungkin ini baik untuk belajar bekerja bagi mereka
Saat adzan isya mereka nampak sesekali menguap , "setelah shalat isya lekas tidur untuk stamina esok ucapku
Mereka bergegas ke kamar mereka masing masing sedang aku di temani Rahael memeriksa pembukuan
Duduk di sampingku , " Aku suka dengan cara mas mengajari mereka bekerja
Mas menatapku , " kuharap mereka selanjutnya akan seperti itu setelah kita kembali nanti sambil terus menatap laporan yang Rin buat
__ADS_1
" Oh...ya tolong nanti di hari ketiga siapkan lima amplop Ra
" Buat apa mas , " kejutan untuk anak anak sembari menutup bukunya dan mengajakku tidur
Bangun tidur dengan segar nampak anak anak terlihat semangat masih pagi mereka sudah bangun dan bersiap
Rahan dan Rayhan sudah turun lebih dulu sementara twin Al masih membantu Rahael di dapur
Aku berdiri di kaca pembatas ku lihat dua anak laki lakiku tengah merapikan barang di toko
Tak berapa lama ku lihat Ais dan Rin keluar
dan ikut berbenah
Aku menarik Rahael untuk ikut berdiri di depan pembatas kaca
" Lihatlah anakmu bersaing rupanya
Aku dan Rahael tersenyum melihatnya
" Pak , bu ...sarapan ucap Aal yang tiba tiba berdiri di samping ibunya
" Sejak kapan kau berdiri di situ Al dengan terkejutku
" sejak bapak manggil ibu
" Sudah pak , mbak Ais itu loh baik , andaikan jadian dengan salah satu kakakku aku setuju
Aku sentil keningnya , " Ngawur kamu Al
__ADS_1
sembari berjalan ke meja makan
" Aal panggil kakakmu sekalian tante Rin juga om No dan Ais juga titah ibu
Berada di ujung tangga atas aku berteriak memanggil , " Aal gak sopan turun ucap ibu
Dengan terpaksa akhirnya turun juga
Kulihat duo kakak sedang ngobrol dengan kak Ais , " eh....kenapa aku manggilnya kakak
ucap batin Aal
" Kak di suruh ibu naik sarapan
tante ,om dan juga kakak ucapku lagi
Saat yang lainnya sudah naik kini tinggal aku dan mas Rayhan , " e....rupanya naksir nih sama kak Ais , yang kutanya cuma senyum senyum saja
Ada keinginan mengusili kak Rayhan
kutarik sedikit ke belakang , "mas kalau mbak Ais nya suka sama mas Rahan ?
Yang ku tanya anteng anteng saja
" ya bukan jodoh jawabnya enteng
" Memang mbak Ais suka sama mas berdua
ledekku sambil tertawa
__ADS_1
" hhhhhh.....ketauhan ni mas Rayhan kalau suka mbak Ais
" Aal......teriak mas Rayhan