
Setelah mobil menepi Galang hanya meremas rambutnya dengan kesal dan menyandarkan kepalanya di stir mobil
" Maaf , sesaat setelah Galang menepikan mobilnya
" Aku tak habis pikir dengan mu Nis , kau tega mengucapkan itu di depan anakku
"Aku dan istriku berusaha menyimpan rapat
rapat Nis , aku menerimamu sebagai teman bukan berarti kau berhak mengatakan itu Nis
" Bodoh bodoh itu yang selalu di ucapkan Galang terus dengan mengatakan hal seperti itu apa maumu , kau ingin menghancurkan rumah tanggaku ?
" Nisa hanya sedikit tersenyum andai aku bilang ya , bagaimana
seketika aku menatapnya , " kau tahu rasa ku sekarang bukan cinta Nis tapi sebagai teman aku sudah mencintai istriku Nis dengan berjalannya waktu dan kau harus tau itu
" Tapi Lang , aku gak ikhlas dan sampai sekarang aku juga belum menikah juga karenamu Lang
" Kau sudah gila nis
Menyadari keadaan ini akan semakin rumit Galang melajukan mobilnya lagi karena ingin mengetauhi keadaan anak dan istrinya
Begitu sampai di garasi terlihat bapak dan ibu sudah duduk di teras
Melihat aku keluar dengan seseorang yang tak di kenal bapak langsung berdiri
Entalah saat ini aku masih belum bisa memandang bapak hingga
" Mana anak dan istrimu saat aku memasuki ruang tamu , " apa mereka belum nyampai pak
" apa maksudmu lang hah....
Bapak langsung menoleh Nisa , " lantas siapa dia
__ADS_1
" kenalkan saya Nisa , mantanya mas Galang dulu waktu kuliah
seketika bapak mendelik , " bukan bukan begitu pak ceritanya
Melihat aku gugup Nisa langsung tersenyum
" Nis...tutup mulutmu , ucapku
" Tapi aku mau jadi istri kedua mu
seketika bapak menamparku , " bagus sudah lupa asal usulmu hah.....
Pak bukan seperti itu ceritanya , Galang sengaja mengajak kesini untuk menjelaskan ke Ra dan anak anak pak
" Apa perlu juga kamu membawa wanita ini kesini kau bodoh Lang
Nisa dengan santainya berdiri dan
" Bawa pergi wanita ini lang , cepat teriak bapak
Mendengar teriakan bapak seketika ku tarik Nisa keluar , " Ayo sembari kubuka pintu mobil mencarikan Nisa tempat untuk menginap
setelah semuanya beres tinggal di sini sampai ku temukan anak dan istriku , kalau perlu kau bisa pulang sekarang.
Mendengar itu Nisa meradang , " kau yang mengajakku kesini mas
" Ya..itu satu kesalahanku dan sekarang kau bisa pergi Nis , ucapku sekenannya
Berjalan keluar mencoba menghubungi anak dan isteriku tapi tak satupun ada jawaban
Di dalam mobil aku teringat akan sikap bapak , ya...selama menikah dengan Ra tak pernah sedikitpun bapak mengucapkan kata kasar nya
Melajukan kembali mobil menuju rumah
__ADS_1
suasana terlihat sepi setelah amarah bapak
meluap
memasuki rumah kulihat rumah bekakang tertutup rapat dan ibu Rahayu seketika aku mencari bibi
" ku ketuk pintu kamar bi Narmi , tak berapa lama kudengar pintu di buka
" Lo...bapak , kemana para eyang ucapku
Tadi sehabis bapak pergi para eyang juga pergi " kemana bi ucapku
" La bibi juga gak tahu pak
Aku langsung menuju kamar ," kemana aku mencarinya
Sudah hampir malam saat Galang melajukan mobilnya menuju rumah orang tua Mawan
tapi nihil orang tua Mawan juga tak ada
" ah.....itulah yang di rasakan Galang bingung dengan keadaan yang rumit ini
Berbeda dengan Rahael dan anak anaknya sesaat setelah memasuki mobil Rahael langsung menuju terminal
Melakukan pemberangkatan terakhir menuju kota asal , sebelum keberangkatan Rahael menyempatkan untuk menghubungi orang rumah dan menceritakan semuanya kepada para eyang dan akan mengajak anak anak untuk menginap di villa beberapa hari untuk menenangkan Rahan dan Rayhan serta twin Al
Sepanjang perjalanan pulang fikiranku pun mulai bimbang dengan mas Galang
Ku lihat Rahan kini jadi diam seperti menyimpan suatu pertanyaan begitu juga dengan Rayhan
sedangkan twin Al masih terlihat kebingungan
perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan kami hanya diam dengan berbagai pertanyaan
__ADS_1