Rahael

Rahael
Bab 72. Mawan Terakhir


__ADS_3

Bab 72. Mawan terakhir


Pagi ini sangat cerah, Mawan tersenyum lebar ketika menatap Rahael, wanita yang semalam menyatakan cinta dengan sedikit paksaan. Melihat Rahael sudah menyisir rambutnya yang sedikit basah membuat Galang ingin menggoda, tetapi belum juga niat Galang terlaksana di sofa Galang melihat Twin sudah duduk dengan tenangnya sembari memakan cemilan khusus untuk balita.


Sejenak Rahael sembari tersenyum, kemudian berjalan mendekati Twin dan membisikkan sesuatu, hingga tak berapa lama mereka sudah berlarian menuju ranjang dengan kakinya yang kecil berusaha saling mendahului. Twin langsung merangkak dan naik begitu saja di atas perutku sembari terus bergerak.


Melihat ulah Twin Rahael langsung tertawa puas, Galang segera menurunkan Twin di ranjang sembari membisikkan sesuatu pada Twin dan membuat mereka duduk dengan tenang, Galang segera beringsut turun dari ranjang. Namun, belum juga Galang melangkah Rahael sudah berteriak, "aduh! Mas, itu sangkuriangmu tutup dulu dengan boxer!" seru Rahael geram.


"Kebiasaan, Mas itu!"


Seketika Galang duduk dan meraih selimut dan berusaha menutup tubuh bagian bawahnya, "Argh! Mas, Galang!" ujar Rahael marah sembari menutup tubuh Galang agar Twin tak melihat.


"Buruan, mandi Mas!"


Tak butuh waktu lama, Galang sudah keluar dari kamar mandi, "kenapa sepi?" tanya Galang pada dirinya sendiri, Galang segera keluar dari kamar dan menuju ruang tengah.


Melihat Twin sedang berlari-lari di ruang tengah sembari memakai baju dengan topi berkepala Singa dan di sampingnya Bapak tengah menggoda Twin sambil mengerang, spontan Twin menirukan dengan gayanya yang lucu. Galang memindai ruang tengah mencari wanita yang telah membuat Galang jatuh hati.


"Mencari siapa?" tanya Ibu saat melihatku bingung.

__ADS_1


"Rahael Bu!"


"Sepertinya di teras belakang, sedang menelfon."


Galang segera menyusul ke teras belakang, melihat Rahael berbicara serius dengan seseorang Galang hanya berdiri memperhatikan, hingga Rahael melihat kedatanganku dan tersenyum masih dengan ponselnya Rahael kemudian berdiri dan merangkul lenganku dan mengajak duduk, tak lama Rahael kini sudah menekan tombol spiker.


Aku bergegas menyusulnya kulihat dia sedang berbicara serius dengan seseorang


begitu dia melihatku langsung tersenyum sembari merangkul lenganku , sesaat kemudian menekan tombol spiker. Cukup lama Rahael bicara, " sudah Silvi, Rahael tutup telfonnya," tutur Rahael kemudian menekan tanda merah di ponselnya.


Rahael kemudian meletakkan ponselnya di atas meja dan merapatkan duduknya sembari tersenyum, Galang langsung memeluk Rahael dan langsung berbisik menggodanya, "mau lagi?" tanya Galang sembari berbisik.


Cukup lama kita berdua duduk seperti itu hingga suara ibu mengejutkan, "masih pagi, sudah masuk kamar lagi," celetuk Ibu sekenannya, mendengar ucapan Ibu, Galang dan Rahael hsnya tersenyum kikuk.


"Loh, kok masih duduk, apa enggak ingin sarapan? kami sudah menunggu sedari tadi, eh ... kalian malah sedang pacaran di sini!" seru Ibu sembari masuk ke dalam.


Mendengar omelan Ibu, Galang dan Rahael akhirnya tersenyum lebar. Masuk dan duduk di meja makan, Galang segera melihat menu pagi ini, "masak apa Bi?" tanya Galang sembari menyerahkan piring pada Rahael.


"Bibi, masak rawon, tempe goreng, mendol, empal goreng dan sambel Pak!" jawab Bi Nina sembari menyuap Rahan.

__ADS_1


Melihat Rahael yang menyendok nasi dan sayur lauk dan yang lainnya, pandangan Galang beralih pada Twin yang kini duduk di bangku khusus untuk mereka belajar makan sementara duo Nenek dan Kakek sudah menyantap hidangan dengan santai.


"Bi Nina, Bi Narmi. Ayo sarapan juga!" pinta Rahael, "sini Bi," ujar Rahael sembari menepuk kursi di samping Twin, selanjutnya Rahael baru mengisi piringnya.


Di tengah asyiknya mereka sarapan, tak berapa lama terdengar bel berbunyi, " biar Bibi yang buka Pak!" ujar Bi Narmi sembari berdiri.


Tak berapa lama Bibi sudah kembali lagi, "siapa Bi?" tanya Galang. "Pak Panji, Eyang," jawab Bi Narmi.


"Suruh mereka masuk dan ikut sarapan sekalian," tutur Ibu mertua.


Bi Narmi bergegas ke depan tak berapa lama mereka sudah berada di ruang makan, Bapak Ibu dan Mertua seketika berdiri menyambut mereka.


"Waah. Kebetulan sekali, kami juga belum sarapan, beruntung sekali kita, ya. Ma," tutur Pak Panji sembari menjawil isterinya. Bu Widia seketika tersenyum. Mawan yang melihat Twin langsung mendekat, Rahael dengan kode cantiknya sekilas melirik je arah suaminya, "jangan di goda dulu Wan, biar habis dulu makannya," ujar Galang lirih.


"Ayo-ayo silahkan duduk Pak, Bu," ucap Galang lagi. Bi Narmi dan Bi Nina kini tengsh sibuk melayani mereka, sarapan dengan perbincangan kecil dan kami sama-sama tergelak saat twin melakukan hal-hal yang di anggap lucu.


Galang langsung dalam mode siaga, saat melihat Mawan sesekali melirik kevarah Rahael, Rahael yang menyadari sikap Mawan


langsung merapatkan duduknya dan semakin mendekat pada Galang.

__ADS_1


__ADS_2