
Melihat istrinya masih berendam membuat ide Rayhan muncul , " Nay sudah belum berendam nya tanya Ray
" Sebentar mas , masih suka wanginya
" Masak Nay , coba abang cium maju selangkah dan kemudian ikut masuk dalam bath tube yang awalnya hanya ingin berendam lama lama Rayhan tak tahan juga
dengan tubuh yang sama sama polosnya
sentuhan kulit tanpa pembatas membuat naluri kelakian Rayhan memuncak
Sedikit melakukan gerakan akhirnya tak luput juga bibir Rayhan mulai merayap menyesap setiap jengkal tubuh Nay , di tambah aroma yang membangkitkan gairah dengan ******* lembut Nay menyambut setiap sentuhan mencari sensasi kenikmatan bersama saling memberi dan merasa hingga
mereka sama sama bergulat untuk mencari kepuasan tiada tara , terkulai di dalam bath tube dengan senyum mengembang
" Maaf kalau masih sakit ucap Rayhan , kini Naya makin mendekap erat suaminya
Melepas sejenak tubuh Naya , membuang air di bath tube dan mengantinya dengan air hangat yang baru , mandi bersama saling menggosok tubuh mereka satu dan lainnya
dan setelahnya membilasnya lagi
" Ayo Ra, dingin ucapnya sembari melilitkan handuk di tubuh Naya , hm....wangi istrinya abang
Berjalan kearah ranjang sembari terus memberikan kecupan lembut di bibir Naya
" Sudah mas , Nay laper malu mau keluar
abang keluar gih ambil makanan , ucap Naya
" Keluar berdua Nay ucap Rayhan , abang ini masih sakit , apa abang gak malu kalau nanti Nay keluar jalannya kayak bebek
Mendengar itu Rayhan langsung mendekat "maaf , Nay sembari menyesap bibir istrinya
" ih....kan mulai lagi , ni nanti abang buatin rendaman lagi , satu kardus Nay ibu kirim
mendengar itu Naya tersenyum
" Abang laper.... , " hiya bentar kini Rayhan mulai ganti baju dan membuka pintu
" Abang jalanya kok kayak habis sunat
" Nay , bukan punyamu saja sakit punyaku juga nih lecet
" Jangan ngetawain abang Nay , sembari menuju dapur mengambil sarapan yang terlewat
" Membawa dua porsi makanan dan dua teh panas
Setelah sarapan Rayhan hanya di kamar saja
menemani Naya , " Abang teriaknya saat berada di kamar mandi , " ya Nay
Begitu masuk Rayhan terkejut kok nangis
Mendekat dan berbisik , " terus ...tanya ibu di kasih apa , Nay gak tahan abang nyeri pas buat pipis kini air matanya sudah menitik
Sudah bersih tanya Rayhan , Naya hanya mengangguk lalu Rayhan membopong menuju ranjang , tak lama kemudian Rayhan mengambil gawainya mencari solusi , Nay abang kan malu telfon ibu , lalu.....hiya deh
Beberapa saat menghubungi ibunya hingga suara telfon di ujung sana tersambung
" Ya Ray , ucap ibu
" M....sudah , Ray Wa ya bu !
__ADS_1
Tak berapa lama sudah mendapat jawaban dari sang ibu , " coba baca Nay
Kini wajah mereka berdua sudah merah , ini gara gara abang sih , Sudah abang ke apotik Nay , ucap Rayhan
Mau duduk hanya menggeleng , " gak mau
sakit sembari meringis
" ya sudah abang ke apotik dulu
Begitu keluar dari kamar bertemu dengan ibu mertua , " Ray mana Naya ?
Masih tidur ma ucap ray sembari berlalu
" Pelan pelan Ray masih pertama kasian ucap mama Maya
Mendengar itu Rayhan hanya mengangguk
" Mau kemana , keluar sebentar ma
sedikit malu untuk mengatakan akan ke apotik membeli obat untuk Naya
Tak berapa lama Rayhan sudah datang sembari membawa obat yang di belinya
Sedikit tersenyum saat membaca cara pakainya kini pikirannya sudah traveling ke mana mana mengetauhi menantunya tersenyum saat berjalan akhirnya bu Maya memanggilnya "Ray.....seketika Rayhan menoleh , " Eh...mama maaf Ray gak liat
" Mana kamu liat mama , wong jalan saja cengar cengir , hayo mikir apa
" Eh....gak ma , maaf Ray masuk dulu
Melihat cara jalan Rayhan bu Maya hanya geleng geleng kepala dan tersenyum
" main sruduk saja Ray , Ray
di lihatnya wajahnya sedikit pucat
membaringkan tubuhnya di sisi Naya di pandangnya istri yang di nikahinya baru sehari kemarin ternyata memang benar aku tak salah memilihmu , di kecup kening Naya
merangkulnya dan tidur
Terbangun saat mendengar panggilan Naya
"Bang....hem , abang ....
" He... ya , kini bukan memanggil tapi sudah menggoyang tubuhnya , Nay.....
" Bang , tolongin Nay seketika matanya terbuka lebar
" Ya Nay , mana obatnya tanya Nay
Segera bangun dan mengambil obat itu
" Yakin bisa sendiri , " kenapa bang
" Rayhan langsung menujukkan cara pakainya , duh.....kok gini sih
" Ya sudah gak apa apa asal nyerinya hilang
Dengan tersenyum Rayhan membantu memberikan obat Naya
" Nay , obat ini bekerja cepat dan menghilangkan nyeri ucap Rayhan
__ADS_1
" Baguslah bang , Ray juga pingin keluar kamar asal gak nyeri
Rayhan hanya tersenyum , " M....istrinya abang moga moga cepet sembuh , ni dedeknya juga sudah gak tahan
" Bang .... hem sudah agak enakkan , tapi
" Tapi ....Naya langsung membisikkan sesuatu
masih sakit , " maaf Nay
" Ayo keluar mama nanya tadi , mendengar kata mama Naya langsung tersenyum
" Ayo , tapi pelan pelan saja jalannya
masih sakit ? Naya hanya menggeleng
Saat keluar kamar mama masih duduk di ruang tengah , melihat anaknya bu Maya hanya tersenyum , sini duduk di sebelah mama
Naya hanya menurut saja , sedang Ray ada di samping Naya
" Papa mana ma , " ih....sudah dari tadi berangkat lihat jam berapa Nay
Merasa jadi tersangka Nay dan Rayhan tertuduk " kalian sudah sarapan
" Sudah ma , tadi bang Ray yang ngambilin
" Ya , sudah istirahat
" Nay ..... lalu menariknya sedikit mendekat dan membisikkan sesuatu , melihat itu Rayhan
langsung menyerngitkan keningnya
" Ya , ma paham ucap Naya
Mengobrol sana sini , membuat Rayhan beberapa kali menguap , Naya yang melihat itu langsung menarik tangan suaminya
" Ayo , bang kekamar
Melihat sejenak ke arah mertuanya , " sudah
masuk sana
Begitu di dalam kamar , Rayhan langsung mendekap Naya , " apa yang mama bisikkan Nay ? sebenarnya abang gak suka kalo main bisik bisik
Seketika Naya tertawa jangan berpikiran buruk bang
" Mama bilang , memang sakit setiap wanita pasti merasakan tapi Nay juga harus bisa menjaga cara jalan Nay
" Gitu abang Ray ku yang cakep...
Eh....yang di puji malah senyum senyum kini malah menyerang , " aduh....bang sabar
" Gak bisa Ra , gak tahan kini tangannya mulai kemana merasakan getaran aneh yang kian lama kian menuntut untuk di tuntaskan
menjadi sore yang panas dan lupa akan sakit yang di rasakan berpacu dalam keringat dan peluh , terimakasih Nay saat semua sudah terpuaskan
Memang nganten baru , mengenal barang baru yang rasanya legit membuat Rayhan ketagihan dan pingin nambah terus dan terus
Selama seminggu hanya ini yang di lakukan Rayhan , hingga gawainya berdering saat ia tengah berpacu kenikmatan
" Bang....biar Nay sembari melanjutkan kenikmatan yang belum tuntas
__ADS_1
" Bang..... sebentar lagi , Nay
Mungkin sudah lebih dari lima panggilan dari gawainya , hingga panggilan yang keenam bersamaan dengan menuntaskan kenikmatannya